Life is a bitch … so why so serious ?


My personality

Apa yang akan gue tulis berikut ini adalah pendapat pribadi dari temen gue yang ajakin gue maen “personality game”. Dari kasus ruang kosong dan kubus (yang gue rasa bagian ini gak perlu dijelasin), berikut adalah hasil review temen gue tentang kepribadian gue. (orang HS nih kayanya temen gue)

” ok sekarang kita break down

loe itu orangnya punya modal kepribadian yang kuat n kharisma yang memadai untuk menjadi tetua didalam bidang yang loe geluti. biasanya seorang pemimpin punya sekelompok bayangan yang membencinya, tapi itu jarang terjadi di loe karena loe punya kemampuan menarik hati dan bersimpatik dengan orang lain.

loe jg tipe orang yang suka mencoba hal-hal yang baru atau suka tantanga, itu terbukti dengan kubus yg bisa dibongkar pasang, karena loe gak mao gitu2 aja. dan loe itu mungkin cenderung cepet bosen. terkadang loe juga ngerjain segala sesuatu itu maonya cepet beres aja, dengan kata laen terkadang loe itu sedikit ceroboh orangnya.

trus, loe tipe orang yang lumayan tertutup, loe ga kasih sembarang orang masuk dalem kehidupan loe, pasti temen loe banyak yang curhat ama loe, tapi loe jarang curhat ke mereka, bener kan? yah mungkin loe jadi begitu karena kebiasaan, or karena faktor lingkungan juga or pengalaman yang kurang menyenangkan dimasa lalu juga.
dan juga, biasanya kalo dapet informasi baru, loe kayanya cenderung skeptis, skeptis itu maksudnya ga langsung maen percaya aja, loe simpen dulu bae-bae, dan ga cerita kebanyak orang kecuali ama temen2 terdekat loe aja. nah kelebihan loe nih, orangnya cukup bisa jaga rahasia, karena loe ga bocor hehehe

elo mungkin ga sadar, but loe itu strict banget dalem soal friendship, mau ini mau itu tapi ga pernah bilang ama temen-temen loe, maunya mereka langsung tau maunya loe, dan mungkin juga loe bisa inget beberapa kejadian elo keilangan sahabat, tapi loe nyadar itu pas udah jauh.
tapi gue bisa liat loe jg orangnya hangat, ramah, sekalipun orang laen biasanya anggep loe sebaliknya, apalagi kalo belon kenal.

dan juga dalem soal relationship ama cowo, sekalipun loe bukan tipe cw yg bukan pengen cepet2 serius, tapi loe juga bukan tipe yang sembarang asal pilih alias cukup selektif buat nentuin cowo yg jadi pasangan loe

nah gimana? semua itu kalo dari skala 1-10, benernya berapa? 1 itu ga ada yg bener, 10 itu bener semua.”

Note: thanks drac for the review


Jomblo Sejati VS Jomblo Munafik

Sebelum saya mulai membagikan isi artikel kali ini kepada Anda, mari kita sejenak kembali ke masa lalu.

Saya teringat beberapa tahun yang lalu ketika saya masih duduk di bangku kuliah di semester akhir. Di saat Filsafat Glossy sedang merasuk hangat di setiap tindakan saya. Saat itu saya memiliki sekelompok teman akrab dalam satu geng.

Di tahun-tahun itu, di setiap Sabtu pagi SMS dan HP saya akan berbunyi. Mereka akan sibuk merencanakan bagaimana cara menghabiskan weekend. Apakah akan pergi nonton? Bilyard? Dugem? Ngafe? Atau main Playstation di rumah salah satu dari kami?

Tujuh orang pria, hobby yang nyaris mirip, gaya bahasa yang mirip, ‘ras’ yang sama, dan tentu saja JOMBLO SEJATI.

Kami bertujuh adalah jomblo-jomblo dengan kegiatan rutin di malam minggu, atau boleh dibilang setiap malam. Di antara kami belum ada yang memiliki partner, bahkan teman dekat wanita pun bisa dihitung jari. Apalagi teman wanita yang CANTIK.

Beberapa di antara kami memang rajin online untuk mencari wanita lewat situs-situs pertemanan, Friendster, Myspace, MSN, etc yang ujung-ujungnya selalu berakhir dengan senyum pilu penolakan manis dari sang wanita.

Tetapi di antara penolakan-penolakan tersebut dengan bangga kami menyebut dan mengklaim diri kami sebagai Jomblo Jomblo Bahagia. Atau di masa itu disebut JOJOBA karena tidak butuh Wanita. Karena kami sudah bahagia dengan kegiatan-kegiatan rutin kami. Dan tidak lama kemudian, saya baru menyadari salah satu letak kesalahan yang bisa diperbuat seorang Pria.

Sebelum saya mulai membagikan kesalahan ini kepada Anda, mari kita sejenak kembali ke masa kini.

Beberapa hari yang lalu saat saya sedang menikmati Capit Kepiting Saus Padang di Bandar Jakarta bersama keluarga saya. Saya melihat beberapa kelompok pria yang mengingatkan saya kepada geng saya di atas. Sekitar 5-6 orang mereka makan dan berbicara dengan seru.

Saya menggeser tempat duduk saya, berusaha untuk mendengarkan apa yang sedang mereka bicarakan. Setelah beberapa saat memperhatikan saya mulai melihat sesuatu yang menarik di antara mereka.

Tanpa disadari setiap dari mereka sering melihat atau menengok HP mereka dalam selang diantara percakapan. Ada yang terus memegang HP, ada yang sedikit-sedikit menekan tombol untuk menyalakan HP-nya, ada yang sibuk membalas SMS dengan berpikir. Yang pasti HP tersebut menjadi daya tarik tersendiri di antara pembicaraan mereka yang memanas.

Tanpa saya sadari saya tersenyum lebar saat itu, benar-benar lebar. Percakapan dan tindakan mereka mengingatkan saya akan apa yang pernah saya kerjakan dan ucapkan beberapa tahun silam.

Entah kenapa saya tahu kalau apa yang mereka bicarakan pasti masih seiring dengan apa yang selalu menjadi bahan pembicaraan utama geng saya dulu. Dan saya benar. Kesalahan yang sama yang masih signifikan di masa kini dan akan terus berulang. Setidaknya sampai hari dimana Anda membaca artikel ini.

Sebelum saya mulai membagikan kesalahan tersebut kepada Anda, mari kita sejenak memahami apa yang akan saya tulis di bawah.

Saya tidak tahu dan tidak mau tahu darimana asal kata Jomblo berasal. Yang saya tahu kata Jomblo mulai terkenal di tahun 2000-an, dan makin terkenal beberapa tahun lalu saat sebuah buku berjudul ‘Jomblo’ diangkat ke layar kaca dengan judul yang sama. Film yang mengangkat nama Ringgo ke jajaran artis-artis berbakat dan yang membuat dirinya terstigma sampai sekarang untuk terus memainkan tokoh yang Jomblo.

Sebelum saya semakin jauh dari topik dan membahas Ringgo, Jomblo sendiri adalah sebuah kata yang menggambarkan seorang Pria ataupun Wanita yang tidak memiliki kekasih. Atau dalam bahasa Inggris, seorang Pria atau Wanita yang SINGLE.

Jomblo adalah sebuah status bersama-sama status lain seperti In Relationship, Divorced, Married, Friends only, ataupun Complicated (Yang dengan semena-mena di-TradeMark-kan oleh Friendster). Status yang menggambarkan atau mengkotakkan hubungan antara dua lawan jenis yang berbeda.

Jika Anda jomblo / single berarti Anda tidak memiliki kekasih atau tidak terikat tanggung jawab dalam bentuk apapun kepada siapapun. Yang berarti Anda bebas pergi dengan siapa saja, kemana saja, kapan saja, melakukan apa saja yang ingin Anda kerjakan dan tentu saja Wanita jauh dari pikiran anda karena toh anda sibuk mengembangkan diri anda sendiri.

Terdengar seru dan fun bukan? Oleh karena itu term atau idiom baru muncul melengkapi satu kata Jomblo. Yaitu kata BAHAGIA atau dalam bahasa Inggris Happy atau lebih tepatnya FUN!

Namun entah darimana, Jomblo juga memiliki arti yang tidak lagi FUN. Jika Anda jomblo / single, berarti Anda akan kesepian di malam minggu. Berarti juga Anda merupakan pria yang tidak laku. Anda kesulitan mendapatkan teman nonton. Anda selalu terganggu saat teman geng Anda membatalkan acara karena sedang PDKT dengan targetnya. Anda kesal melihat teman-teman se-geng Anda memiliki pasangan. Anda ngarep sengarep-ngarepnya pada Wanita yang baru saja dikenalkan oleh teman. Anda mulai tenggelam dalam ilusi pria yang pemilih. Anda mulai kalap saat teman-teman Anda sibuk di malam minggu, menyebabkan Anda harus sendirian di malam minggu.

Sebelum saya melanjutkan arti dan definisi dari Jomblo, apakah Anda bisa memahami dua sisi dari jomblo yang bertolak belakang?

Mari saya ulang.

Anda adalah seorang Jomblo, yang harusnya bisa bebas pergi dengan siapa saja, kemana saja, kapan saja, dan sama sekali tidak memikirkan wanita. Hidup Anda penuh dengan Passion untuk diri Anda sendiri.

Namun sayangnya yang sering kali terjadi adalah Anda memang bebas pergi dengan siapa saja, kemana saja dan kapan saja, tapi kemanapun anda pergi, dengan siapapun dan kapanpun, WANITA selalu menjadi topik pembahasan utama Anda.

Di saat Anda sedang bermain bilyard dengan teman-teman, Anda sibuk memikirkan strategi untuk mendekati wanita baru di kantor Anda. Anda sibuk memikirkan apa yang harus di-SMS kepada target baru anda. Anda dan teman-teman melirik ke grup wanita di pojok Kafe dengan penuh harap. Anda sibuk membahas kesalahan teman Anda saat sedang melakukan PDKT. Dan Anda memikirkan BAGAIMANA CARANYA UNTUK LEPAS DARI KEJOMBLOAN ini dan mendapatkan pasangan supaya hidup Anda lebih menarik daripada berkumpul bersama jomblo-jomblo lain dan lama-kelamaan mulai membosankan.

Terdengar familiar? Yang saya jelaskan diatas adalah karakter-karakter yang dimiliki oleh jomblo-jomblo masa kini.

Seorang jomblo sejati harusnya hidup dalam dunia yang fun, free dan penuh dengan passion akan dirinya sendiri. Mereka tidak membutuhkan wanita karena mereka memang MEMILIH untuk menjadi JOMBLO dan mereka tidak pusing atau kalap atau ngarep untuk mendapatkan Wanita sebagai kekasih.

Namun pada kenyataannya Jomblo-jomblo di luar sana adalah pria-pria yang ’sakaw’ akan wanita.

Atau dengan kata lain Jomblo-jomblo dengan kemunafikan tingkat tinggi. Jomblo-jomblo yang tertipu akan ilusi dari Jomblo itu sendiri.

Dan Anda masih dengan bangga menyebut diri Anda sebagai Jomblo Bahagia? Atau Jomblo karena Pilihan? Atau Jomblo sejati? Demi Tuhan, stop sebut diri Anda sebagai Jomblo kalau anda masih sibuk memikirkan wanita daripada diri Anda sendiri.

Saya yakin Anda mulai memahami apa yang saya maksud dengan kesalahan yang saya sadari beberapa tahun silam. Saya yakin Anda engangguk-ngangguk dan paham apa yang saya lihat terjadi dengan kumpulan geng yang saya temui beberapa hari yang lalu. Saya yakin Anda telah memahami apa arti dan definisi dari Jomblo yang seharusnya.

Tetapi jika Anda masih bingung apa yang harus anda lakukan saat ini setelah Anda mengerti kalau ternyata Anda selama ini sedang membohongi diri sendiri dalam topeng Jomblo.

Jangan takut, teman.

Sebelum saya sudahi artikel ini, saya ingin anda memutuskan, apakah Anda ingin terus tercekam, ngeri , suram dalam cengkraman topeng kemunafikan?

Ataukah Anda ingin terbang, lepas, dan bebas dari topeng tersebut.

Pilihan ada di tangan Anda.

Catatan: postingan ini gue dapet dari salah seorang temen gue di KG (dan ini juga gue posting disini atas seijin si om – gue yakin dia pasti marah klo gue panggil om, seperti biasa )


catatan : jerawat dan erha clinic

Sesama manusia tuh harus saling menolong. betul ? nah pasti semua udah pada tau.Postingan kali ini gue cuma mo sharing sapa tau temen-temen ada yang butuh infonya. It’s all about “acne” dan “erha”

Sebulan lalu gue dapet kucuran dana dari salah seorang dermawan gak pengen namanya disebutkan. Kenapa dia kasih duit itu ke gue ? ya kenaikan harga BBM dan sejenisnya bikin gue mikir kalo mo “spend money”, walo dari dulu niat gue pengen banget untuk melakukan hal ini. Dia cuma pengen gue keliatan lebih baik dari biasanya. Jadi di sabtu pagi yang indah nan cerah, gue jalan ke salah satu klinik dermatologi yang ada di jakarta ini, tepatnya erha clinic. Denger-denger dari beberapa temen sih, dia itu punya obat manjur buat orang-orang seperti gue (wajah ditempelin oleh benda yang gak pengen gue dapet si “jerawat”). Kliniknya sih buka jam 10 pagi .Pas gue konsultasi kemaren, jadwal untuk “acne consultation” itu ama dr. Dian Pratiwi (pasti cewe nih batin gue dalam hati .. walo sebelumnya gue ngarep ketemu dokter tampan yang imut nan lucu … bukan buat dijadiin kecengan sih, gue cukup tau diri dalam hal ini. Tapi ya mbok … namanya anugerah dipagi hari itu jangan ditolak)., Tapi gue dateng jam 8 pagi. Soalnya kata orang-orang yang udah pernah ke sana, sabtu itu antriannya bisa panjang banget terlebih dalam pengambilan obat. Sempat celingak-celinguk sebentar (rada gengsi nih gue ceritanya nanya ke orang .. ntar kliatan banget klo gue niubi) buat cari mesin pengambilan antrian konsultasi. Akhirnya dapetlah gue nomer “29″ walo sebelumnya gue ngarep dapet 1-10. Tapi gpplah ! masih nomer kecil batin gue dalam hati. Kesan pertama yang gue dapet dari klinik itu adalah “cozy”. Yup … klinik itu nyaman dan bersih. Interior design dan pemilihan furniture dia ciamik … warnanya bikin adem, trus sofanya juga empuk (ini terbukti … orang-orang yang antri kaya gue ada yang nonton or baca majalah beberapa kali nguap dan bahkan ada yang sampe bobo). Di sana juga disediakan internet gratis (ada 3 komputer), ada taman bermain anak, dan parkirannya juga lumayan luas.

Abis nomer antrian di lantai 1 dan urusin administrasi, ruang konsultasi ada di lantai 2. Dokternya cakep dan ramah. karena ini masi kunjungan perdana gue, yang pertama kali dilakukan itu foto dulu … kata temen gue yang udah pernah ke sini sih tujuannya buat “trace” perkembangan wajah gue, jadi keliatan gimana tampang gue pertama kali konsultasi dan setelah mengikuti treatment.Trus .. bla. .bla ..bla (sensored – ini omongan antara gue dan dokternya) dan resep dibuat.Tapi ini sedikit bikin bete. Napa galz? soalnya asisten dokternya itu lama banget nganter map konsultasi gue, bisa kebayang gak nama gue dipanggil tapi resep belum sampe di bagian apotiknya? akhirnya dengan berat hati gue ikhlasin ke pasien yang lain sambil nunggu map gue diterusin ke bagian apotiknya.(kayanya bagian ini perlu gue komplain dech ke erha, karena ternyata kejadian ini udah gak cuma sekali terjadi tapi udah cukup sering – info ini gue dapet dari salah satu forum yang gue ikutin)

Obat yang gue kudu beli itu ada beberapa jenis … ada yang diminum dan ada yang dioles (ada facial wash, toner, moisturizer, foundation dan lotion – gue belum dikasi pake bedak), so gak usa kaget klo liat gue rada-rada “item” dari biasanya. Nah ternyata … pengambilan obat itu termasuk hal yang makan waktu lama. Dan sedikit tips … jangan lupa ambil nomer antrian obat di mesin pencetak nomer antrian … karena ada juga orang yang dateng ke sini bukan buat konsultasi tapi buat beli obat doang. Mungkin ada yang pengen beli obatnya doang, tapi kalo gue bole kasi rekomendasi mending konsultasi dulu karena jenis kulit dan tingkat keparahan jerawat tiap orang beda, gitu juga dengan obat yang digunakan. Seperti gue nih contohnya: waktu di sana gue ada ngomong ama mbak2 yang mo konsultasi gitu (gue lupa sapa namanya), cuma kita duduk di sofa yang sama pas antri obat … ternyata obat yang harus digunakan ama dia itu beda dengan yang diresep ama gue.

Gue gak tau bagaimana kelanjutan kisah antara gue dengan erha ,cuma … so far sih temen-temen kantor gue bilang dah sedikit mendingan walaupun masi ada pe-er gue buat benerin scar yang ada (taulah warisan si “j”).Gue butuh konsultasi beberapa kali lagi sampe keadaan wajah gue masuk dalam kategori “aman”. Kita liat aja ke depannya, gue hanya pengen pengorbanan gue (termasuk waktu, energi dan duit) itu bisa worth it dengan hasil yang gue dapet.


Tampil Beda

Nah lho .. seru kan liat topiknya? Istilah ini gak asing lagi ama kita terlebih bagi mereka yang tinggal di daerah metropolitan. Bahkan tidak jarang beberapa orang mengatasnamakan tampil beda menjadi salah satu syarat agar diterima dalam pergaulan. Bagaimanakah tampil beda itu dalam arti sebenarnya? apakah itu sebatas masalah fashion dan life-style yang diikuti oleh sebagian fashionista? atau orang awam juga patut mengikuti gaya hidup yang umum lekat dengan konteks “elite” dan “berduit”
Pemirsa .. . inilah insert investigasi … !!
(*halah .. lagi-lagi obsesi presenter ….-_-” !)

tidak sedikit kalangan selebritis baik domestik maupun internasional menerapkan prinsip ini dalam keseharian mereka.sebut saja nama Maia Estianty beserta rekannya May Chan ato Agnes Monica yang menerapkan Harajuku … fashion ala Jepang yang cukup berani mix and match baju .. walo dalam kacamata orang mata tuh baju gak nyambung banget. (klo gw pake baju itu pasti dikatain gelo ato over pede, tapi karena seleb yang make .. jadilah gaya itu dikatain “keren” dan sangat fashionable).

Kalangan awam kaya kita?
tetep juga ada yang menerapkan prinsip ini … (i’m not in … gw cenderung menggunakan chic and casual dalam memilih baju, yang penting nyaman aja gw makenya). Nyinggung masalah tampil beda?
Well, gw inget beberapa saat lalu saat iseng ngiterin Carrefour dan singgah sebentar di stan buku dan majalah .. sedikit rada2 penasaran ama artikel yang gak jauh beda dari tulisan ini … salah satu sobat wanita (duh gitu dech kira2 majalah itu nyebut ….) mencoba tampil beda dengan bleach rambut dengan menggunakan warna kuning terang (blonde abis … ). Menurut pengakuan dia, emang awalnya rada malu … why? pasti donk … karena salah satu ciri khas kita orang yang ada di negeri timur ini adalah rambut item. Jadi tampil blonde dan beda di antara yang lain mungkin terasa geli di awalnya. singkat cerita, soal ke”blonde” jadi-jadian dia itu emang bikin dia gampang dikenalin … gak hanya di antara temen-temen anak dia di sekolahan – soalnya doski anterin anaknya ke sekolah saban pagi … tapi di antara tukang ojek yang sering mangkal di perempatan deket rumahnya. Dia juga memiliki nama yang unik dengan penampilan barunya tersebut. Ada yang katain dia “bule celup”,”pirang menyala” ato “mama naruto”. (gw juga gak tau kenapa rambutnya bisa se-pirang itu … apa karena kelamaan “diungkep” atau emang komposisi dari pewarna tersebut yang ditambah dari formula yang dianjurkan di petunjuk penggunaan).

Waktu ada arisan keluarga juga terjadi kelucuan …salah seorang keponakannya yang lagi demen benda-benda bersinar dan nerapin konsep fluoresence nanyain ke dia
“tante … itu rambutnya apa glow in the dark ya?” Hahahah … pertanyaan polos dari seorang anak kecil yang cukup menggelitik. Glow in the dark ?!! (yaollo astapillo … mang senter ?!)

Tampil beda bukanlah dosa dan tidak akan menimbulkan penyakit norak kronis selama kita masih bisa menimbulkan kenyamanan bagi diri sendiri dan orang-orang sekitar kita. Tampil beda juga bukan melulu hanya diliat dari segi fisik dan penampilan sajah, walo pada dasarnya doktrin bahwa tampil beda ditunjukkan dengan emang totally tampil beda dari segi fashion. Mungkin kita ingat iklan A-Mild yang emang dari jaman dulu gk ada matinya … sekumpulan orang berenang menuju sebuah pulau toga (ini istilah gw doang karena itu pulau ada topi toganya). Tiba-tiba dari sekumpulan perenang itu ada yang lari jalur, pindah ke sebuah pulau dengan sebuah nyiur melambai …(dia kepikiran untuk bikin pulau itu jadi komersil dengan menjadikannya island boat). (untuk vote silahkan buka di http://www.pilihangue.com, note: only for : 18+). Si perenang “lajur” (lari jurusan tersebut) bisa juga dikatakan tampil beda, saat orang-orang capek-capek ngejar gelar akademik, dia merasa puas dengan usaha barunya sebagai penyewa “island boat”. Pilih profesi yang jarang dilakukan orang pada umumnya juga adalah salah satu bentuk tampil beda (buat referensi dan mikir-mikir loe pengen beralih profesi unik tapi menjanjikan, gw rekom loe tonton acara Jakarta Profesi yang ada di O-Channel). Salah satu bintang tamu yang pernah nongkrong disitu adalah tante Avantine (designer kebaya yang tersohor, gw sampe mimpi nih apa pas my big-day gw sanggup ya nempahin kebaya gw ke sanah – any volunteer?), Christopher Abimanyu (sopranos yang suaranya mirip2 ama Luciano Pavarotti). Klo emang dah niat pengen tampil beda, setidaknya kita itu harus pede, optimis dan berani taking risks.

Nah dari situ … mungkin bisa diambil contoh tindakan yang masuk “tampil beda” tanpa merusak diri sendiri dan orang sekitar. Any idea ?


Be Happy …

Life is beatiful even for a very simple reason. Lebih dari 20 tahun gw hidup di dunia ini dan melihat banyak hal. Menjadi janin, lahir sebagai bayi, balita, tumbuh dengan manis di sekolah, menginjak masa remaja, dewasa, menjadi tua dan pada akhirnya menghadap Sang Khalik.Here I am now … gw dalam tahap transisi dari seorang remaja menjadi wanita dewasa dengan segala bentuk kematangan fisik dan mental yang gw telah maupun akan miliki.

Orang tua hidup di kota kecil dengan segala gosip kampung yang cepat menyebar dari satu telinga ke telinga lainnya seakan membuat semua orang harus tau atau setidaknya pernah dengar. Apalagi kabar sukacita yang sangat dicita-citakan orang tua. Kebahagiaan orang tua adalah jika semua anak yang dimilikinya telah menikah dan memiliki anak. Gw sendiri gak tau sapa yang mempopulerkan hal semacam ini. Apakah ini nge-trend sejak peradaban manusia memasuki abad 20? ato sabda Ilahi yang dalam kepercayaan yang gw yakini dituliskan dalam Kitab Suci “Beranak cuculah dan penuhilan bumi seperti pasir di pinggir pantai ” (stop !! jangan hitung dan bayangkan seberapa jumlahnya) yang telah dituliskan ribuan tahun lalu? Tapi satu yang pasti .. konsep berkeluarga dan memiliki anak sudah ada dari bumi ini pertama kali diciptakan. Menjadi seorang wanita yang telah mendapatkan akil balig beberapa tahun silam, mengubah sedikit komunikasiku dengan orang tua dan beberapa kenalan ke arah yang lebih “dewasa dan serius”. Sebut saja .. “siapa pacarmu ?”,”masa belum ada pacar ?”, “si A udah merit lho? belum ada niat nyusul nih ?”.
Menanggapi hal beginian, emang rada2 susah ngeles … apalagi klo kita dihadapkan di depan situasi konferensi hakim agung keluarga – sebut saja arisan keluarga atau salah satu acara keluarga lainnya. Hal terbaik yang bisa dilakukan hanyalah … senyum sedikit dan dengan suara pelan menjawab “hehhe .. tenang aja, ntar klo ada pasti dikabarin. Tunggu aja tanggal mainnya !” (kata gw ngeles kaya bajaj !)

Memiliki seorang pasangan, menikah dan kemudian memiliki anak adalah cita-cita yang diinginkan orang tua terhadap anaknya selain kesuksesan yang ingin diraih si anak dalam bidang karir. Ada 7 milliar orang di dunia ini yang memiliki perspektif berbeda dalam memaknai hidup bahagia dan menjadi seorang berarti. Gak sedikit dari manusia mengorbankan keinginan sendiri demi kebahagiaan orang lain. Ini bukan sekedar gambaran klise yang ditampilkan dalam serial tivi atau pertunjukkan opera yang bertujuan menghibur penonton dan dibalik sekelumit embel-embel “ada makna di balik setiap cerita”. Istilah “perawan tua” dan “lajang tua” seakan menjadi momok yang menakutkan apalagi jika usia semakin mendekati kepala 3. Gak sedikit orang semakin melihat dan menyalahkan kepribadian kita yang dinilai kurang baik dan kurang terbuka. The point is: memiliki pasangan bukanlah menjadi hal umum yang menentukan ukuran kebahagiaan seseorang. Tuhan menciptakan manusia dengan sempurna dilengkapi dengan kemampuan berpikir rasional dan diberikan sesuatu yang disebut dengan tanggung jawab. Manusia bertanggung jawab mengendalikan nakhoda kehidupannya ke arah yang dia anggap baik. Walaupun suatu saat kompas manusia salah dan menyebabkan dia jatuh, itu akan menjadi hubungan spesial antara manusia dan Sang Pencipta di hari penghakiman.

Tulisan ini bukan bermaksud menunjukkan kalo gw pendukung hidup selibat, hidup sendiri dengan segala bentuk kemandirian yang gw miliki. Gw juga masih memiliki secercah harapan akan datangnya “Prince Charming” yang akan nemenin gw dan menghabiskan sisa hidup di dunia ini yang hanya sekilas seperti asap .. muncul sebentar lalu hilang dan bergabung dengan udara. Ada sebagian yang bilang gw pemilih, sedikit “aneh” dan alasan-alasan lain yang mungkin menyebabkan gw dalam status melajang (bahasa formal dari single). Gw menghargain semua pendapat orang tentang gw. Orang bisa berkata apa-apa tapi pada akhirnya gw yang tetep akan memegang tanggung jawab terhadap diri gw sendiri. Tiap orang hidup dengan pendapat berbeda yang mengatasnamakan kebenaran. It’s totally normal my friends. Mengutip one of my favorite actress “Angelina Jolie” yang mengatakan

Lebih baik hidup sendiri dan menikmati segala yang ada daripada memiliki seseorang tetapi dia tidak sepenuhnya menjadi milikmu.

Butuh komitmen dan pengorbanan yang besar untuk memutuskan kita hidup dengan seseorang dan posisi gw sekarang masih dalam tahap pencarian. Pray for me so I can make it :) .

Pada akhirnya, ini kembali ke masing-masing pribadi dalam memutuskan menjadi bahagia dalam hidup dan menjadi pribadi super dan berarti bagi diri sendiri dan orang lain.
Apakah memiliki pasangan ataupun menikah menjadi jawabannya? May be yes … may be No …