Life is a bitch … so why so serious ?


cerita tukang asongan …

Ceritanya ini sih udah seminggu yang lalu dan settingnya di bus mayasari bhakti 507 jurusan pulo gadung – tanah abang (ya udah dech gw jujur ajah, ini bus yang paling gw cintain secara nih bus yang anterin gw pulang – pergi kantor dan kosan). Malem itu gw janjian ama temen gw yang pengen curhat, jadi biar pulangnya gak susah … kita janjian ketemu di atrium. Pas gw mo turun (tau donk tata cara turun di bus di kota jakarta nan sumpek ini, walo lokasi pemberhentian masih 20 m di depan mata, kita udah pada berdiri dolo), di sebelah gw dua orang gelandangan gitu lagi adu argumen .. yang satu pengamen dan yang laennya tukang asongan gitu.

Percakapan mereka yang sebentar itu kira-kira bunyinya begini:
gelandangan I : “Kmaren Pak Amir cerita klo caleg si X (gak boleh sebut nama, karena gw jg gak kenal) itu orangnya baik, kaenya dia bisa bikin kita sejahtera”
gelandangan II : “kata sapa? loe ngomong tuh yang bener “
gelandangan I : ” bener katanya … dia orangnya baek dan suka nyumbang gitu”
gelandangan II : ” eh bro (halah .. ternyata gelandangan pake kata bro juga) loe tuh jangan mao ketipu. Itu mah cuma akal-akalan kampanye dia doank, trus klo dia udah jadi anggota DPR mao gimana? loe kira kita bakalan kaya dan dia inget ama loe. Buktinya selama ini … mo sapa aja anggota DPR tetep aja kita jadi tukang asongan. Udahlah turun .. ngamen lagi .. loe kebanyakan ditipu”

*dalam hati gw pengen ngakak, tapi takut digorok karena nguping pembicaraan orang tanpa ijin. Gw cuma senyum dalam ati dan mikir … tukang asongan ajah bisa jeli liat persaingan caleg yang makin hari makin audjubille mizali gak jelas, apalagi kita yang ngakunya lebih intelek …

(tiba-tiba di kejauhan sontrek pemilu
“pilihlah wakilmu yang dapat dipercaya … ”
semakin lama terdengar semakin nyaring)


Pria Pelit …

Postingan kali ini gue pengen cerita betapa gokil sekaligus menyedihkannya berkencan dengan seorang cowok pelit. Walau mereka sebenarnya bukan pacar kita. Tapi mungkin slogan yang beberapa tahun lalu menjadi ciri khas ‘AXE’, kesan pertama begitu menggoda … (u know it better than me surely) – Selanjutnya terserah anda. latar belakang kenapa gue pengen share topic ini karena beberapa waktu lalu gue baru aja selesai baca buku Why Men Marry Bitches karangan Sherry Argov. (this book is totally recommended, seenggaknya di buku ini diajarin cewek untuk jadi nice girl tanpa berusaha memakai topeng nice girl).

Gue punya pengalaman jelek tapi belakangan kalo gue pikir-pikir itu adalah pengalaman yang lucu dan seenggak-enggaknya nambah kamus hidup gue tentang karakter orang terlebih tentang ‘your opposite sex’.Gue pernah berkencan dengan seorang pria yang pelit (moga-moga gak sampai kikir). Dari awal niat gue baik dan mengeluarkan duit 30rebo untuk membeli 2 tiket nonton yang baru release bukanlah hal besar. Gue masih bisa hidup layak di jakarta ini. Keanehan pertama muncul sejak dia batalin pengen makan malam sebelum nonton. Gue gak ambil pusing dan memilih masuk ke sebuah supermarket untuk beli roti dan minuman (dia juga nitip di sini). Keanehan kedua muncul setelah gue liat dengan keadaan yang mulut baru saja makan. Dari situ perasaan gue gak enak dan sampe akhir nonton dia tidak bahas soal tiket dan minuman buat dia yang tentunya gue beli dengan duit gue sendiri. Itu adalah pengalaman pertama dan terakhir gue dengan dia. Sebuah tiket dan sekaleng minuman emang bukan sebuah nilai yang gede jika diliat dari nilai nominalnya. It’s about the way he treats the lady. Dan itu cukup ngajarin gue untuk gak akan nonton dengan dia lagi.

Gue baca buku ini itu dan gue liat ada beberapa wanita di belahan bumi lain yang ternyata mengalami nasib yang sama dengan gue.
Samantha …
Cerita Samantha yang berkencan dengan seorang lelaki yang sangat pelit. Kami menjuluki lelaki itu Squeaky (saking kikirnya). Sebelum makan malam, lelaki itu berhenti di sebuah ATM dan membiarkan Samantha menunggu di dalam mobil ketika dia mengambil 20 dollar. setelahnya, lelaki itu kembali ke dalam mobil dan meletakkan uang 20 dollar yang diambilnya tadi di atas dashboard seolah-olah memberi tahu Samanth bahwa “hanya segini nih budget kencan kita”. lalu dia mengajak Samantha makan di tempat murahan dan mengusulkan mereka berbagi makanan appetizer yang sangat berminyak itu. mereka pergi dari tempat itu dengan tagihan 20 dollar termasuk tip dan kamu melihat betapa jelas hal itu mengesalkannya. lelaki itu betul-betul butuh minyak 3-in-1 yang ampuh untuk membuka dompetnya.

Cerita lain dari seorang pramugari dan dia bercerita pada saya tentang suatu ketika dia pergi berkencan dengan seorang lelaki ke bioskop. Lelaki itu bertemu dengannya disitu untuk kencan pertama mereka. Ketika dia membeli tiketnya, lelaki itu mengeluarkan tiket 2 for 1 yang artinya si pramugari itu bisa nonton gratis. mereka enggak makan malam dulu karena lelaki itu bilang ‘aku enggak lapar”. Padahal pramugari itu lapar berat, jadi ketika pramugari itu bilang dia pengen hotdog, lelaki itu berkata “kita duduk dulu deh, baru nanti beli makanan”. Setelah mereka duduk di kursi mereka, ternyata laki-laki itu tetap duduk di kursinya. Akhirnya pramugari itu berdiri dan berkata,” aku mau beli hotdog. Loe mau sesuatu gak?”. Lelaki itu menjawab “Oke, aku mau large coke, tunggu dulu …”. Lelaki itu membuka dompetnya sang pramugari mengira bahwa lelaki itu akan memberikan uang pecahan 20 dollar-a n dan eng ing eng … GUBRAK banget !!! karena ternyata pria itu mengeluarkan kupon ONE FREE 32-ounce dan memberikannya kepada wanita itu.

Hal yang berikut malah lebih GUBRAK kuadrat lagi …
(sumbernya tetap juga dari buku yang sama) …
Chloe diajak kencan ke sebuah pertandingan baseball untuk kencan pertama dengan seorang lelaki bernama Joe. Setelah pertandingan usai dan mereka dalam perjalanan pulang, Joe menagih Chloe untuk tiketnya. Chloe bilang dia gak bawa duit pada saat itu dan akan mengirimkan cek untuk Joe. “Tiket kamu harganya 36 dollar.Kamu kasih aku saja 40 dollar karena termasuk biaya bensin. Biar nachos dan hot dogs aku yang bayar”. Chloe membalas
“Uhmm … kamu kan mengundang aku ke pertandingan ini, jadi aku gak siap bawa uang sama sekali nih”. Joe menjawab “Aw, nggak masalah kok. Bayar aja aku minggu depan juga enggak masalah kok”

Minggu berikutnya Joe menelepon Chloe, dan meninggalkan alamatnya di mesin penerima telepon Chloe. Chloe membalas teleponnya dengan berkata “aku sudah mengirim ceknya. Tapi ini aku mengurangi 1.42 dollar untuk biaya telepon ini, 39 sen untuk biaya perangko, dan 25 sen untuk amplop. Karena kamu sangat kikit, aku enggak akan menagihmu untuk biaya tinta, asal kamu janji jangan pernah menelepon ke sini lagi”.

Ini bukan mo jelasin bahwa betapa semua cewek itu adalah matre dan menjadi generalisasi buat semua mahkluk bergender wanita, but GOD creates you as a man so think and act like a real man esp. in your first date. Kencan/Date gak harus mahal tetapi yang penting bagaimana memperlakukan wanita sebagaimana layaknya wanita. Lagian ada hukum alam, high class woman with high demand … ini bukan penjelasan secara fisik tetapi bagaimana seorang cowok bisa keliatan punya POWER di hadapan lawan jenisnya (*maap om “D”, gue pinjem istilah loe … masalah royalty kita omongin di belakang ya) dan tentu saja tidak harus membagi sama rata biaya kencan yang GUBRAK banget -_-”.Cuma kesan pertama udah bikin gak enak …. dan gw kapok harus coba lagi.