Life is a bitch … so why so serious ?


Lowongan “Gatot Kaca”

Di hari-hari yang semakin gak jelas bagi gw … Maka gw mutusin pengen hengkang dari kerjaan gw yang sekarang dan mencari yang baru yang “lebih baik”. Beberapa lowongan kerja itu masuk akal di saya, tapi sayang spesifikasinya gak sesuai dengan ilmu yang gw miliki. Nah di antara beberapa lowongan itu ada juga beberapa yang masuk dalam kategori edan.

Mungkin bisa diperhatikan seperti contoh di bawah ini?

lowongan

ato gimana pendapat pembaca liat ikaln lowongan yang berikut ?

lowongan_edanUdah liat kan lowongannya? Menurut loeorang (apalagi untuk beberapa orang yang melek IT dan mungkin sudah berkecimpung di dalamnya, bahkan tidak jarang sampe mimpi inkeyboard, mouse, ato jeroan komputer lain), berapakah salary yang ditawarkan oleh pekerjaan jenis ini, apalagi tulisan “fresh graduate encouraged to apply”? Menurut logika gw pribadi sebagai orang awam membaca spesifikasi kerja adalah spesifikasi seorang IT profesional yang superman. Jika spesifikasi yang dibutuhkan adalah superman/gatot kaca maka salary yang ditawarkan juga adalah salary superman ato gatot kaca dan bukan salary “niubi”. Jika masing-masing keahlian diberikan salary niubi maka total salary yang “seharusnya” ditawarkan adalah
jumlah keahlian yang diminta * Rp. 1.5 jeti (asumsi salary seorang niubi). Maka total gaji per bulan adalah (kaliin aja dah sendiri).

NB: sangat disayangkan, gw gak boleh ungkapin identitas pemilik perusahaan berskala “nasional” (untuk gambar pertama) atau perusahaan joint-venture yang “konon katanya” berskala “global” yang nulisin lowongan tersebut. Dan fakta yang sering ada di lapang, spesikasi superman gak menjamin kalo salary juga superman …


Fashion Disaster …

Jadi ceritanya begini nih …
Secara gamblang dan terbuka, boleh gw bilang gw itu tipikal orang yang casual dan chic dalam memilih pakaian … dalam artian gw gak terlalu “trend-minded” dan biasanya gw milih pakaian yang nyaman di gw dan nyaman juga diliat orang. Cara pandang orang boleh donk gw jadiin pertimbangan bagi gw dalam berpakaian, mana sanggup gw jalan di sebuah pusat perbelanjaan di tengah kota dengan tatapan mata menyedihkan dari orang-orang tentang keadaan baju gw yang tak kalah menyedihkan juga. Keadaan yang ada sekarang, gaya berpakaian gw tergolong normal dan it doesn’t need a police fashion to fix it up.

Jadi kembali ke akar permasalah dan lupakan sejenak soal menyedihkan dan sebangsanya …
Fellaz, pernah gak ketemu dengan orang yang merasa dirinya setara dengan Gianni Versace kalo dalam taraf global atau Oscar Lawalata dalam tahap nasional ato … *loe boleh sebut deh nama desainer kondang lainnya. Nah … gw lagi ketemu orang yang beginian. Hampir dari ujung kepala ke ujung kaki kena protes dan komplain dari miss “yang merasa” perfek (kalo dia mah merasa dia ntu miss perfect).

I don’t mean that I’m a very stubborn girl which I automatically ignore what  others say about my style .. itu bukan maksud gw. Kalo dalam kadar itungan jari masih bisa diitung sih mungkin gw masih bisa nerima dan tepa seliro (tiba-tiba inget istilah PMP jaman es de dolo). Tapi yang ini sodara-sodara, kayanya dengan begitu baik dan tanpa tertekan dia udah masukin “hal” tersebut dalam agenda kegiatan rutin nya. Di sisi lain gw merasa terhormat dengan penghargaan ini, tapi di sisi lain gw merasa risih. Lagi juga … klo dari segi kacamata fashionista ini orang bisa masuk itungan sih ya gpp, tapi sayang sekali … the way she puts herself in fashion gak jauh lebih baik dari gw.

Dia kebanyakan harajuku van java (artinya: dia juga sering make baju ala harajuku versi sumedang), tapi untuk kasus ini gw males nanggepin keadaan dia yang hampir masuk dalam taraf “chaos”. Moga-moga ke depannya doi gak sampe dapet predikat “fashion disaster”…

Pernah ada yang dapet kasus kaya gw? boleh deh di-share disini galz ….

katie_holmes_fashion_disasterNB : gambar di atas (see the jeans …. gak banget kan? dah sedikit kuncup di tambah sendal tali dengan motif ular sangar plus stocking yang baru pertama kali gw liat ….). Ini gambar gw dapet dari hasil googling dengan keyword “fashion disaster” ….