Life is a bitch … so why so serious ?


ada apa dengan gw?

Salah satu sifat gw yang mungkin di beberapa orang bilang terlalu dewasa, terlalu tua ato sejenisnya adalah gw itu tipikal orang yang punya target dalam menjalani sesuatu. Jadi gw usahakan walo kadang gw terliat nyantai, tapi gw masih tetep tertuju pada target gw. Orang sukses bilang (jiah … gaya banget gw ya? tapi gpp kan boleh donk gw berfilosofi). Target itu bisa bantu kita buat tentuin tujuan idup yang pastinya ngaruh ke segala tindakan dan cara berpikir kita.

Bulan-bulan ini bisa dibilang salah satu bulan yang terindah yang udah gw jalanin sejak resmi memasuki kalender 2009. Gw harap bulan-bulan ke depannya bakalan lebih indah. Ceritanya diawali di awal bulan ini gw udah liat hasil akhir dari kuliah gw. Thanks GOD … IPK yang gw dapet over-targetted dalam artian IPK gw melebihi dari nilai yang gw targetin. Seneng banget .. dan masih tetep gak percaya (soalnya overnya juga gak dikit kok, kelebihan 0.22). Beberapa hari kemudian gw liat hasil transkrip nilai gw (gabungan nilai kelas ekstensi gw di binus dengan nilai D3 gw). Masih tetep tidak percaya klo nilainya juga sesuai dengan target (walo gw gak masuk dalam cum laude, karena itu bukan target gw). Keesokan harinya gw ditelpon oleh salah satu perusahaan inceran gw bahwa gw diterima bekerja di perusahaan mereka.

Sumpah, ini gw sampe speechles dan seakan-akan cuma gw doang yang senyum di dunia ini (kedengaran norak? bodo amat … namanya gw lagi seneng.Suka-suka orang yang lagi hepi donk gimana …).Dipanggil test aja kmaren udah 1/2 mimpi, apalagi kepikiran mo keterima (duh … jauh pak !). Walo kisaran gaji yang gw minta ke mereka gak dimauin, tapi kurangnya juga gak banyak kok dan tetep .. gw diterima kerja di sana.

Beberapa minggu lalu juga gw seneng, beberapa orang yang cuma gw kenal dari ID mereka di sebuah forum yang gw ikutin ato dari tampang narsis mereka di fesbuk akhirnya kopi darat. Ini masuk dalam target besar gw dalam tiap memasuki tahun baru. Gw pengen nambah temen setiap tahunnya. Gw seneng kenal banyak orang dan berteman dalam mereka. Ada saatnya mereka itu bener-bener bisa jadi obat manjur klo kita lagi keki, walau kadang mereka juga bikin kita keki. Ya namanya manusia kaga ada yang sempurna.

Hmmm… what happen next ya? moga-moga di tulisan gw berikutnya gw bisa bagi ‘good news’ lagi … (makanya rajin tongkrongin blog gw ya ….)


pagiku dulu …

family

Ayam jantan itu masi berkokok seperti biasa dengan waktu biasa yang seakan-akan itu adalah rutinitas si ayam dengan umur baru menginjak setahun. Mungkin suara ayam lebih mengena di telinga sang nyonya rumah daripada sebuah weker dengan nada yang variatif. Sulit memang untuk mengubah kebiasaan di umur yang sudah tidak muda lagi.

Bergeliat sebentar dan meluruskan tangan ke arah suami yang masih terlelap tidur, dan mata sedikit mengintip. Ada sebuah kebahagiaan kecil yang terselip di sudut bibir seakan berkata
“Pria ini telah melewatkan malamnya dengan setia di sebelahku. Akankah dia kulihat terus setiap pagi tetap dengan aroma tubuh yang sama ?”
Adegan itu hanya sampai di situ, segera dia sadar ada 2 malaikat kecil yang harus pergi ke sekolah. Sarapan pagi nasi goreng dan telur ceplok serta segelas susu akanlah sempurna menemani pagi mereka sebelum berangkat sekolah.

Kadang terlintas dalam pikiran sang bunda
“inikah surga dan neraka saat kuputuskan diriku dipersunting ?”. Di satu sisi dia harus merelakan beberapa kerjaan yang semasa gadis dia sukai, tetapi di sisi lain dua malaikat dengan kulit berbeda memberikan warna baru, tujuan hidup baru dan tentu saja kebahagiaan baru.

Suara gaduh yang seketika muncul di sebuah dapur sempit tetapi masih tetap setia mengepul menjadi sebuah himne pagi yang jika tidak kedengeran malah akan terdengar aneh.Tak lama kemudian, bau sedap dan asap muncul dari makanan. Dengan senyum dan suara kencang tapi terdengar indah dia memasuki kamar malaikat kecilnya, tetap dengan himne pagi dalam versi lain dia mulai bernyanyi
“hen … ika … bangun, mandi yuk … kan mau sekolah”

Suara sang bunda selalu terdengar indah bahkan sekalipun mereka belum cuci muka atau gosok gigi. Bayangan hukuman akan telat ke sekolah daripada sang ibu akan marah ternyata jadi motivasi besar bagi si anak untuk bangun pagi. Mandi pagi, sarapan pagi dan doa pagi yang selalu dibawain sang bunda menjadi sebuah momen yang akan tidak terlupakan oleh sang anak kelak … berlalu dalam waktu setengah jam lebih.

Saatnya untuk sekolah …
Sang bunda melihat kepergian sang anak dengan tatapan lembut diselipi sedikit khawatir “akankah mereka jajan sembarangan di sekolah atau akankah ada pengemudi gila yang mungkin akan melukai mereka”. Tetapi semua kekhawatiran itu hanya di simpan dalam hati dengan satu keyakinan Maha Kuasa dengan mata langit yang besarnya sulit diungkapkan akan senantiasa menjaga malaikatnya

note: kebiasan pagi saat gw masih duduk di bangku sekolah dasar. I miss my mom … :D