Category Archive
The following is a list of all entries from the Life category.
friend + enemy ?
Bila kebetulan disini ada yang jadi penggemar serial Sex and The City maka dalam salah satu episodenya adalah Frenemies. Nah lho … istilah apa lagi itu?. Frenemies itu berasal dari dua kata, Friend dan Enemies. Artinya kadang di depan kita dia berlagak seperti sahabat, tapi di luar itu kita belum tentu tau hatinya kepada kita. Dalam situasi yang sangat ekstrem, kadangkala ketika kita membutuhkan sahabat buat berbagi hepi, eh malah dia gak seneng dan kadang malah jadi nyela.
Contoh kasus nih, mungkin cerita saya bisa menjelaskan sedikit.
Awal saya pindah kerja ke perusahaan sekarang, bisa dibilang sedikit mimpi ya. Kalo ditanya jujur sih, saya gak berani ngarep macem-macemlah. Yang ada di pikiran saya waktu itu. Tiap wawancara kerja ya sudah didatengin saja, gimana imej perusahaan kan ntar ketauan juga pas saya wawancara dengan mereka. Kadang awal kita gak sreg di suatu perusahaan, giliran interview kerja eh malah jadi berubah pikiran. Nah kembali ke pekerjaan saya. Thanks God, ternyata mereka menerima saya.
Dengan kebahagiaan menurut cara saya sendiri, saya cerita kepada teman saya soal ini. Emang sih awalnya dia bilang selamat akhirnya saya keterima bekerja di sana, tapi …. *tetep ada tapinya nih ...*
dia ngomong begini ke saya
“eh … tapi setau gue yah di perusahaan itu gak ada namanya software developer lho. Temen saya pernah cerita kalo itu perusahaan selalu outsource kalau kebetulan butuh programmer gitu. Jadi, tanpa mengurangi kebahagiaan elu, mending tanya dulu deh apa elu karyawan di sana bener2 apa cuma jadi pegawai outsource atau bahkan cuma magang beberapa bulan doang. Kan gak seru juga jadinya. Masa sih elu cuma jadi pegawai magang ?”
lain lagi dengan cerita teman saya *yang tentu saja saya tidak akan sebutkan namanya di sini*. Kebetulan dia sudah menikah dan saya bisa bilang mereka pasangan yang berbahagia. Di hari jadi yang kesekian beberapa bulan lalu, hubby nya kasih dia kado sebuah liontin emas berhiaskan berlian kecil-kecil di pinggirannya. Maka sebagai teman, di suatu kesempatan saat kita mengadakan “lady’s day out”. Dia bercerita dengan senangnya soal kado yang diterima dari suaminya. Teman yang lain malah nyeletuk
“Bagus sih kalungnya, tapi apa elu rasa ini kalung kagak kemahalan ? jaman sekarang lagi resesi begini, ditambah lagi elu juga meritnya baru. masa sih elu tega minta kalung beginian ama suami ? sayang duitnya. mending buat dipake nyicil rumah aja”.
Saya kurang mengerti maksudnya bagaimana, murni mo kasih petuah kepada teman-saya-yang-berbahagia-dengan-liontinnya atau mau nyela temen saya karena dianggap memorotin harta suami tanpa aware dengan kondisi finansial orang sekarang yang emang kadang gak jelas gara-gara resesi. Toh setau saya, teman saya ini bukan tipe orang yang manja dan harus selalu diturutin keinginannya atau bahkan memelas dengan sedikit tampang memaksa kepada suaminya untuk membelikan kado yang mahal.
Emang benar, punya sahabat itu anugerah atau beberapa orang menyebutkan punya seribu teman tak akan cukup tapi punya satu musuh sudah terlalu banyak atau pepatah lain mengatakan bahwa sahabat tidak akan menyembunyikan apapun dan selalu berkata jujur kepada kita. Tapi, dengan apa yang pernah saya alami, saya jadi memikirkan bahwa tidak semua sahabat itu adalah baik dan konon katanya mendukung dan menerima kita apa adanya. Sahabat yang baik itu akan memberikan kita nasehat tanpa terkesan menghakimi. Dia akan selalu ada di sana memberikan dukungan saat kita sedang mengalami hari yang tidak menyenangkan. Dia selalu ada saat kita senang dan sedih, karena dia sadar sepenuhnya kalo hidup itu gak seperti lagu india, bernyanyi riang di taman ditemani kupu-kupu dan bunga aneka warna dan diiringi ratusan penari alias hepi trus …
you belong to me
Dengan setengah keberanian yang kuciptakan sejak seminggu lalu, akhirnya tibalah hari ini. Saat aku merasa logikaku jauh menggungguli perasaanku. Kekuatan yang terbesar dalam diriku. Dengan suara yang pelan dan nyaris ditelan angin aku berkata
“Saya sudah lelah, Don. Kita sampai di sini saja”
Pria di ujung sana, dengan format yang sama setiap kedapetan selingkuh selalu memandangku dengan tatapan iba dan bersalah. Inilah alasan kenapa aku tidak ingin menangis malam ini. Aku sudah lelah memanfaatkan airmataku untuk tetap mendekapnya untuk tidak beranjak. Aku sudah muak dicintai oleh karena rasa iba. Aku sudah capek untuk tetap berpura-pura bahwa ini cuma mimpi semata. Aku sudah jijik dengan segala bentuk kemunafikan ini. Saatnya aku berpikir dengan logika, bukan cuma hati dan perasaan. Lagi-lagi kuingatkan diriku.
“Ehm, kita tidak boleh begini sayang. Lima tahun kita sudah jalani. Aku tahu kamu masih sayang amaku, dan jujur aku juga masih sayang ama kamu.”
Jika dulu aku masih bergetar dengan kata sayang itu, sekarang kata itu terdengar seperti sampah yang saatnya untuk dibuang dan dilebur sampai benar-benar hancur. Dia seperti kehilangan makna. Sebelumnya aku melihat kata itu begitu indah dan sakral, tetapi sekarang ingin sekali aku menyuruh manusia – yang dulunya aku sayang, sampai sekarang juga perasaan itu tidak berubah – untuk berhenti berkata-kata dan menerima kenyataan bahwa inilah yang terindah yang dapat kami lakukan.
“OK, aku akuin. Aku itu kemaren salah. Aku jalan dengan dia dan sampai berapa kali sms dan teleponan. Tapi udah … Cuma itu doang. Gak lebih kok sayang”
Sekali lagi pembelaan itu keluar dari bibirnya. Bahkan kata sayang terakhir di kalimat itu seakan mengambang di awan, tidak mampu membuka pintu hatiku seperti yang terjadi selama ini. Gantian aku yang menatap pedih ke arahnya. Sedetik saja aku melupakan pengkhianatan itu, bisa dipastikan aku akan mendatangi dia dan menyentuh rambutnya, mengatakan
“Happy April Mop, sayang. Ini Cuma bercanda”
Tapi kami tahu, ini adalah September, bukan April. Semilir angin yang semakin dingin menandakan akan berakhirnya keganasan musim panas dan digantikan dengan musim hujan. Mungkin akan menjadi musim hujan pertamaku yang akan kulewatkan sendiri dalam lima tahun terakhir. Tidak akan ada film lucu yang akan kami tonton bersama dengan segelas penuh susu coklat panas dan kaki saling selonjoran dan bertaut untuk coba saling menghangatkan. Tidak akan ada dia, yang akan memperbaiki letak syalku saat kucoba kutautkan seadanya di leherku dan tentu saja tidak akan ada Natal dan pertukaran kado yang menjadi agenda rutin. Dadaku tercekat membayangkan kenyataan yang akan terjadi.
“Ngomong donk sayang. Kita baikan lagi ya”
Kembali dia memohon, mencoba mencairkan kebekuan yang terjadi di antara kami. Kembali aku menatap dia lurus setelah sebelumnya aku membuang pandanganku kemana-mana. Di tengah temaramnya lampu kafe, aku coba melihat sosok dia mungkin untuk terakhir kalinya dengan kadar intim – walau pun menyakitkan seperti ini. Diam-diam aku mengakui ketampanan, postur tubuh dan suaranya. Yah … dia memang selalu tampan dan mempesona.
“Keputusanku sudah bulat. Aku bukan mau menghukummu dengan ini. Aku hanya melepaskanmu sesuai dengan yang kamu mau. Setelah ini, kamu bisa mendekati cewe mana pun tanpa merasa takut akan tertangkap basah olehku”
Kata-kata itu mengalir, mencoba mencairkan kebekuan dalam beberapa menit terakhir. Aku harus meyakinkan hatiku sendiri sehingga kata-kata yang keluar juga akan sama meyakinkannya. Aku ingin terlihat tegas dan tanpa air mata. Aku merasakan kemenangan dalam jiwaku sendiri. Akhirnya kata-kata terakhir itu mengalir lancar dari tenggorokanku dan bersama dorongan udara sampai juga kepada pria di seberang meja.
Dengan sisa-sisa nyali yang masih aku punyai, aku berjalan menghampirinya. Memeluknya untuk terakhir kali dan merasakan kehangatan serta detak jantungnya. Setelah menit ini, semuanya tidak akan pernah sama lagi.
“Aku pulang dulu. Jangan coba antar aku, hari ini aku ingin pulang naik taxy saja. Jaga dirimu baik-baik”.
Dia hanya terpaku di sana, tidak bergeming atau bahkan berusaha memelukku balik. Mungkin itu lebih baik, untuk tetap menjaga malam ini tetap begini dan tidak kehilangan makna.
“See the pyramids along the nile
Watch the sunrise on a tropic isle
Just remember, darling, all the while
You belong to me”
Aku tersenyum dan ikut menyanyi dalam hati. Entah itu disengaja atau kebetulan, para penyanyi kafe mendendangkan lagu tersebut. Mungkin itu akan menjadi terakhir kalinya aku mendengarnya, lagu yang dengan semena-mena aku dan Donni klaim sebagai lagu kebangsaan cinta kami.
“Lebih baik memiliki cinta dan kehilangan …”,
pepatah itu melintas cepat melewati pelupukku. Aku tidak pernah menyesali pertemuan dan kenangan yang ada di antaranya. Pun aku tidak menyesali perpisahan ini juga, mungkin ada saatnya aku melepasmu untuk membuktikan bahwa sebenarnya aku sangat mencintaimu.
Dating a married man
Lately, women and all their world are in my mind. Can’t enough think that most of us, sometimes and in a very frequent condition, make our life become more complicated. Life is always simple but it’s a human habits to make it complicated. I have a girlfriend who totally in love with a guy. Nothing wrong with that untill I know that she’s been dating a married man. Obviously, I don’t think that she’s brave enough to confess it in front of me. She’s trying hard to hide it. Hope by reading this blog, she’s gonna know what I want from her and she realizes that she’s gone wrong so far.

A girl, like me, like you (perhaps, who are reading this post), finds that normal thing to date a guy and flirt with them unless they are rude,impolite, do not respect you or a married man. The last one, is a thing that I don’t wanna get involved. It’s such a forbidden relationship. Sure, okay, sometimes people fall out of love, marry the wrong person, are overcome with passion, or make bad choices, all of which can result in an affair. But the fact is quite clear. He’s not in love with you. It’s totally just a temporary happiness. See, if he thinks that you’ll be the only one for him then he finds a way to leave his wife and marry you afterward, not by promising any beatiful bullshit and tell you hundreds time that he loves you. Get a life girl. There’s a plenty good guys out there and you can have one for your own. You can handle this situation for sure: Stop seeing each other, you don’t even have to reply his sms or get his phone call, let him figure out his life. If he ends up staying with his wife, then you would have been the girl who was having an affair with the guy who was never planning on leaving his wife. If he does leave his wife, then you can start a life with him with not based in shame.
Hope you will understand dear
every girl should deserve better !
Ladies … how many of you would be very pleased when a man say ‘I love you and wanna get close to you’ … would you like to raise your hand up?. Tapi tunggu dulu sebelum anda bener-bener membaca kisah saya berikut ini.
Beberapa minggu yang lalu, lupa kapan tepatnya … salah seorang dari masa lalu tiba-tiba datang ke hidup saya yang nyaman. Inti dari percakapan singkat kami adalah bahwa walau pun kami tidak lagi ditakdirkan menjadi sepasang kekasih, tetapi dia merasa kami masih bisa dekat dalam ikatan persaudaraan atau kemungkinan paling minim yang bisa kami tempuh ke depannya adalah berteman. Dalam hati sih sebenarnya saya pengen ketawa, it sounds ridiculous because lately, i can’t even say that we’re friends.We lost our communication.
Intinya dari perkataan dia jika ditelusuri dengan jiwa dan akal sehat adalah … “aku tidak menyukaimu, tetapi aku tidak mungkin mengatakan kepadamu secara gamblang, maka ku merasa bahwa ini adalah cara terbaik untuk mengungkapkannya kepadamu”. Ladies … mungkin di dalam kehidupan nyata kita pernah mendengar versi lain dari kalimat ini seperti :
“sebenarnya kamu cantik, seksi dan menarik … tapi aku merasa aku bukanlah yang terbaik untukmu” atau
“biarlah kita berteman saja dan bisa tetap dekat”
Artinya adalah that man is not into you. Bagi saya pribadi … cinta itu adalah ibarat binary yang cuma mengenal angka ‘1′ dan ‘0′ atau ‘ya’ dan ‘tidak’, ditengahnya tidak ada lagi. Jadi pesan saya, jika anda mendapatkan diri anda terperangkap dalam situasi ini, jangan bertingkah bodoh dan berlaku seakan semuanya baik-baik saja, leave all the bad things behind and see another bright future, you deserve better. Saya rasa anda tidak akan tinggal bersama dan menggantungkan harapan dengan seseorang yang secara implisit tidak mengharapkan anda, lagipula tinggal lebih lama akan menyebabkan ngarep kronis yang berkepanjangan and I hope it won’t take you suicide.
Thanks for Greg and Liz, mungkin di awal kalo saya belum membaca buku itu maka saya akan seperti setengah wanita di dunia yang menganggap tawaran itu menarik, “better than nothing”. Menerima tawaran itu lalu mendapatkan sebuah kepastian dan mencle-mencle karena pengen nanyain ke pia bersangkutan tentang kelanjutan hubungan tersebut tapi takut menyinggung perasaannya karena di awal dia sudah menjelaskan kepada saya bahwa hubungan kami sebatas TTM tanpa sebuah status. Mungkin bagi sebagian orang, status itu tidak penting. Tapi, get a life ajah dech klo kita sebenarnya lama-lama akan jengah juga menjalani hal seperti itu.
Bagi saya pribadi,sama seperti penjelasan di atas. That freaky (i must admit that it was a beatiful) relationship was over a few years ago dan saya rasa gak penting juga bagi saya untuk mencoba bersilahturahmi dengan sang mantan.*selain saya memiliki seorang mantan yang orangnya sedikit ke-GR-an, dalam artian dikasih perhatian sedikit saja sudah merasa bahwa saya pengen balik dengan dia karena menurut dia perasaan dan tubuh saya masih sepenuhnya menginginkannya*, saya juga ingin menata kehidupan saya sendiri tanpa gangguan orang-orang yang menurut saya masuk dalam kategori kurang penting. Ayolah ladies, hidup terlalu percuma untuk dihabiskan dengan orang yang percuma juga. Satu-satunya tugas kita sebagai seorang wanita adalah menjadi sebahagia mungkin, bersikap positif tentang diri sendiri dan tentu saja merasakan berbagai pengalaman luar biasa lainnya.
Disini saya share sebuah link buat download buku yang menurut saya every girl should have … Please take a look at this link
pagiku dulu …

Ayam jantan itu masi berkokok seperti biasa dengan waktu biasa yang seakan-akan itu adalah rutinitas si ayam dengan umur baru menginjak setahun. Mungkin suara ayam lebih mengena di telinga sang nyonya rumah daripada sebuah weker dengan nada yang variatif. Sulit memang untuk mengubah kebiasaan di umur yang sudah tidak muda lagi.
Bergeliat sebentar dan meluruskan tangan ke arah suami yang masih terlelap tidur, dan mata sedikit mengintip. Ada sebuah kebahagiaan kecil yang terselip di sudut bibir seakan berkata
“Pria ini telah melewatkan malamnya dengan setia di sebelahku. Akankah dia kulihat terus setiap pagi tetap dengan aroma tubuh yang sama ?”
Adegan itu hanya sampai di situ, segera dia sadar ada 2 malaikat kecil yang harus pergi ke sekolah. Sarapan pagi nasi goreng dan telur ceplok serta segelas susu akanlah sempurna menemani pagi mereka sebelum berangkat sekolah.
Kadang terlintas dalam pikiran sang bunda
“inikah surga dan neraka saat kuputuskan diriku dipersunting ?”. Di satu sisi dia harus merelakan beberapa kerjaan yang semasa gadis dia sukai, tetapi di sisi lain dua malaikat dengan kulit berbeda memberikan warna baru, tujuan hidup baru dan tentu saja kebahagiaan baru.
Suara gaduh yang seketika muncul di sebuah dapur sempit tetapi masih tetap setia mengepul menjadi sebuah himne pagi yang jika tidak kedengeran malah akan terdengar aneh.Tak lama kemudian, bau sedap dan asap muncul dari makanan. Dengan senyum dan suara kencang tapi terdengar indah dia memasuki kamar malaikat kecilnya, tetap dengan himne pagi dalam versi lain dia mulai bernyanyi
“hen … ika … bangun, mandi yuk … kan mau sekolah”
Suara sang bunda selalu terdengar indah bahkan sekalipun mereka belum cuci muka atau gosok gigi. Bayangan hukuman akan telat ke sekolah daripada sang ibu akan marah ternyata jadi motivasi besar bagi si anak untuk bangun pagi. Mandi pagi, sarapan pagi dan doa pagi yang selalu dibawain sang bunda menjadi sebuah momen yang akan tidak terlupakan oleh sang anak kelak … berlalu dalam waktu setengah jam lebih.
Saatnya untuk sekolah …
Sang bunda melihat kepergian sang anak dengan tatapan lembut diselipi sedikit khawatir “akankah mereka jajan sembarangan di sekolah atau akankah ada pengemudi gila yang mungkin akan melukai mereka”. Tetapi semua kekhawatiran itu hanya di simpan dalam hati dengan satu keyakinan Maha Kuasa dengan mata langit yang besarnya sulit diungkapkan akan senantiasa menjaga malaikatnya
note: kebiasan pagi saat gw masih duduk di bangku sekolah dasar. I miss my mom …
Lowongan “Gatot Kaca”
Di hari-hari yang semakin gak jelas bagi gw … Maka gw mutusin pengen hengkang dari kerjaan gw yang sekarang dan mencari yang baru yang “lebih baik”. Beberapa lowongan kerja itu masuk akal di saya, tapi sayang spesifikasinya gak sesuai dengan ilmu yang gw miliki. Nah di antara beberapa lowongan itu ada juga beberapa yang masuk dalam kategori edan.
Mungkin bisa diperhatikan seperti contoh di bawah ini?

ato gimana pendapat pembaca liat ikaln lowongan yang berikut ?
Udah liat kan lowongannya? Menurut loeorang (apalagi untuk beberapa orang yang melek IT dan mungkin sudah berkecimpung di dalamnya, bahkan tidak jarang sampe mimpi inkeyboard, mouse, ato jeroan komputer lain), berapakah salary yang ditawarkan oleh pekerjaan jenis ini, apalagi tulisan “fresh graduate encouraged to apply”? Menurut logika gw pribadi sebagai orang awam membaca spesifikasi kerja adalah spesifikasi seorang IT profesional yang superman. Jika spesifikasi yang dibutuhkan adalah superman/gatot kaca maka salary yang ditawarkan juga adalah salary superman ato gatot kaca dan bukan salary “niubi”. Jika masing-masing keahlian diberikan salary niubi maka total salary yang “seharusnya” ditawarkan adalah
jumlah keahlian yang diminta * Rp. 1.5 jeti (asumsi salary seorang niubi). Maka total gaji per bulan adalah (kaliin aja dah sendiri).
NB: sangat disayangkan, gw gak boleh ungkapin identitas pemilik perusahaan berskala “nasional” (untuk gambar pertama) atau perusahaan joint-venture yang “konon katanya” berskala “global” yang nulisin lowongan tersebut. Dan fakta yang sering ada di lapang, spesikasi superman gak menjamin kalo salary juga superman …
Pria Pelit …
Postingan kali ini gue pengen cerita betapa gokil sekaligus menyedihkannya berkencan dengan seorang cowok pelit. Walau mereka sebenarnya bukan pacar kita. Tapi mungkin slogan yang beberapa tahun lalu menjadi ciri khas ‘AXE’, kesan pertama begitu menggoda … (u know it better than me surely) – Selanjutnya terserah anda. latar belakang kenapa gue pengen share topic ini karena beberapa waktu lalu gue baru aja selesai baca buku Why Men Marry Bitches karangan Sherry Argov. (this book is totally recommended, seenggaknya di buku ini diajarin cewek untuk jadi nice girl tanpa berusaha memakai topeng nice girl).
Gue punya pengalaman jelek tapi belakangan kalo gue pikir-pikir itu adalah pengalaman yang lucu dan seenggak-enggaknya nambah kamus hidup gue tentang karakter orang terlebih tentang ‘your opposite sex’.Gue pernah berkencan dengan seorang pria yang pelit (moga-moga gak sampai kikir). Dari awal niat gue baik dan mengeluarkan duit 30rebo untuk membeli 2 tiket nonton yang baru release bukanlah hal besar. Gue masih bisa hidup layak di jakarta ini. Keanehan pertama muncul sejak dia batalin pengen makan malam sebelum nonton. Gue gak ambil pusing dan memilih masuk ke sebuah supermarket untuk beli roti dan minuman (dia juga nitip di sini). Keanehan kedua muncul setelah gue liat dengan keadaan yang mulut baru saja makan. Dari situ perasaan gue gak enak dan sampe akhir nonton dia tidak bahas soal tiket dan minuman buat dia yang tentunya gue beli dengan duit gue sendiri. Itu adalah pengalaman pertama dan terakhir gue dengan dia. Sebuah tiket dan sekaleng minuman emang bukan sebuah nilai yang gede jika diliat dari nilai nominalnya. It’s about the way he treats the lady. Dan itu cukup ngajarin gue untuk gak akan nonton dengan dia lagi.
Gue baca buku ini itu dan gue liat ada beberapa wanita di belahan bumi lain yang ternyata mengalami nasib yang sama dengan gue.
Samantha …
Cerita Samantha yang berkencan dengan seorang lelaki yang sangat pelit. Kami menjuluki lelaki itu Squeaky (saking kikirnya). Sebelum makan malam, lelaki itu berhenti di sebuah ATM dan membiarkan Samantha menunggu di dalam mobil ketika dia mengambil 20 dollar. setelahnya, lelaki itu kembali ke dalam mobil dan meletakkan uang 20 dollar yang diambilnya tadi di atas dashboard seolah-olah memberi tahu Samanth bahwa “hanya segini nih budget kencan kita”. lalu dia mengajak Samantha makan di tempat murahan dan mengusulkan mereka berbagi makanan appetizer yang sangat berminyak itu. mereka pergi dari tempat itu dengan tagihan 20 dollar termasuk tip dan kamu melihat betapa jelas hal itu mengesalkannya. lelaki itu betul-betul butuh minyak 3-in-1 yang ampuh untuk membuka dompetnya.
Cerita lain dari seorang pramugari dan dia bercerita pada saya tentang suatu ketika dia pergi berkencan dengan seorang lelaki ke bioskop. Lelaki itu bertemu dengannya disitu untuk kencan pertama mereka. Ketika dia membeli tiketnya, lelaki itu mengeluarkan tiket 2 for 1 yang artinya si pramugari itu bisa nonton gratis. mereka enggak makan malam dulu karena lelaki itu bilang ‘aku enggak lapar”. Padahal pramugari itu lapar berat, jadi ketika pramugari itu bilang dia pengen hotdog, lelaki itu berkata “kita duduk dulu deh, baru nanti beli makanan”. Setelah mereka duduk di kursi mereka, ternyata laki-laki itu tetap duduk di kursinya. Akhirnya pramugari itu berdiri dan berkata,” aku mau beli hotdog. Loe mau sesuatu gak?”. Lelaki itu menjawab “Oke, aku mau large coke, tunggu dulu …”. Lelaki itu membuka dompetnya sang pramugari mengira bahwa lelaki itu akan memberikan uang pecahan 20 dollar-a n dan eng ing eng … GUBRAK banget !!! karena ternyata pria itu mengeluarkan kupon ONE FREE 32-ounce dan memberikannya kepada wanita itu.
Hal yang berikut malah lebih GUBRAK kuadrat lagi …
(sumbernya tetap juga dari buku yang sama) …
Chloe diajak kencan ke sebuah pertandingan baseball untuk kencan pertama dengan seorang lelaki bernama Joe. Setelah pertandingan usai dan mereka dalam perjalanan pulang, Joe menagih Chloe untuk tiketnya. Chloe bilang dia gak bawa duit pada saat itu dan akan mengirimkan cek untuk Joe. “Tiket kamu harganya 36 dollar.Kamu kasih aku saja 40 dollar karena termasuk biaya bensin. Biar nachos dan hot dogs aku yang bayar”. Chloe membalas
“Uhmm … kamu kan mengundang aku ke pertandingan ini, jadi aku gak siap bawa uang sama sekali nih”. Joe menjawab “Aw, nggak masalah kok. Bayar aja aku minggu depan juga enggak masalah kok”
Minggu berikutnya Joe menelepon Chloe, dan meninggalkan alamatnya di mesin penerima telepon Chloe. Chloe membalas teleponnya dengan berkata “aku sudah mengirim ceknya. Tapi ini aku mengurangi 1.42 dollar untuk biaya telepon ini, 39 sen untuk biaya perangko, dan 25 sen untuk amplop. Karena kamu sangat kikit, aku enggak akan menagihmu untuk biaya tinta, asal kamu janji jangan pernah menelepon ke sini lagi”.
Ini bukan mo jelasin bahwa betapa semua cewek itu adalah matre dan menjadi generalisasi buat semua mahkluk bergender wanita, but GOD creates you as a man so think and act like a real man esp. in your first date. Kencan/Date gak harus mahal tetapi yang penting bagaimana memperlakukan wanita sebagaimana layaknya wanita. Lagian ada hukum alam, high class woman with high demand … ini bukan penjelasan secara fisik tetapi bagaimana seorang cowok bisa keliatan punya POWER di hadapan lawan jenisnya (*maap om “D”, gue pinjem istilah loe … masalah royalty kita omongin di belakang ya) dan tentu saja tidak harus membagi sama rata biaya kencan yang GUBRAK banget -_-”.Cuma kesan pertama udah bikin gak enak …. dan gw kapok harus coba lagi.
Be happier on 2009
The year 2009 was already comin and I think people, who are like me also have made or even planning in progress to make a better resolution for this year. It must be better than last year. But wait a minute how about if we talked about happiness …
Have you ever caught yourself thinkin’ :
“I’ll never be in shape in shape like those people are”
“I know I’ll never gonna make it”
“I’ll always have a problem that will be the primary thing on my mind everyday”
“I’ll be depressed for the rest of my life”
“bla…bla…bla…” all the things which shows a very deep down sorrow …
I think some of us think this in a very deep down manner than willing to admit it.
Sometimes, especially in very hard condition, we don’t believe that miracles can happen in our life.
Success breed success, happiness breeds happiness …
When you see miracles that can happen in one area, it encourages you to take more areas in your life
and get them handled too.Stop thinking the limiting beliefs, because it’s untrue.
Do you think it’s a hype? I don’t think so, it’s very real …
The next point is stop thinking negative about your ownself.It can be a bad habit which is really hard to change.It only hurts us if we accept the fact and think that we’re never gonna make it.
I got fed up and I try to refuse to ever think anything negative about myself. I refuse to talk to myself in a harsh way that I would not address a friend. Instead,I will be kind and understanding of myself. If I think about something I regret, I will recognize that my actions were based on my wisdom/ability to love others at that time.
Life is short and negative beliefs limit us so much. Once you put yourself on the road to change, you will find out that you’re gonna make it.When you make the effort, at some point, the change becomes a part of you. Letting go of self-criticism -it will make you so much happier.
Happy New Year …
I’m gettin’ older dude !
Thanks GOD, akhirnya tanggal 5 kemaren dengan bangga gue umumkan bahwa umur gue bertambah satu lagi. Gue masih dalam keadaan baik dan sehat tidak kurang suatu apapun. Dengan bertambahnya usia gue, gue berharap masalah kebijaksanaan dalam berpikir, bersikap dan bicara bisa juga dewasa seiring dengan berjalannya waktu. Terima kasih buat temen yang udah kirim sms, ada yang kasih komen dari FS, ada juga yang kirim message dari FS, sms, buat broQ yang selalu menjadi orang terakhir nelepon (you do it twice bro …), makasih buat temen-temen kantor yang kasih selamet keroyokan dari email (maklum sang pelaku tidak dateng ke TKP di hari berbahagia), makasih juga buat oline yang niat ajakin gue dugem dan ngeceng semalaman sampe ajakin temen-temennya (gue pengen say … tapi selain gue gak suka dugem, pan paginya gue kudu ke kampus …*nasib mahasiswa), makasih juga buat temen yang udah kasih kado buat gue (hey finally they give me anya bag …). Dan gak lupa juga gue minta maap karena seharian kemaren gue matiin hape gue. The reason was: gue cuma pengen satu hari dalam setaon yakni hari gue buat renungin dan mikirin apa yang udah gue lakuin, apa target gue selanjutnya dan hal-hal apa aja yang perlu gue pertahankan, tingkatkan, dan ubah. Orang-orang sakti bilangnya “semedi”.
Dari hasil semedi ala miss hennie …
pertama sekali yang pasti gue syukur buat Tuhan, buat apa yang udah DOI kasih selama ini buat gue baik yang gue sadarin ato kagak sadari. Makasih buat pekerjaan yang udah gue dapet dan akhirnya salah satu target gue buat kuliah bisa terwujud juga. Now, I’m trying hard to finish my final project … dan salah satu wish gue adalah gue bisa selesaikan kuliah dan sidang dengan akhir yang baek dan quit an existing job and get another better one. Gue juga pengen lebih baik lagi dan seperti motto tahunan gue, gue pengen selalu bertemu orang baru dan nambah jumlah temen setiap tahunnya. Thanks juga buat KG, walo gue tergolong niubi yang baru ajah join tapi gue dah punya beberapa temen yang bisa diajakin share mulai dari cerita super konyol (ala om jack …*maap ya om jack, kali ini namanya gue bajak dalam blog gue) sampe cerita super serius yang penuh celaan (ala niki … maap juga nik, cuma kadang gue aneh aja kok postingan elo selalu dapet kritikan pedas), ato cerita penuh petuah (ala draculy dengan hitman systemnya …). Sejauh ini gue masih punya temen-temen yang baik di sekitar kosan gue, di kantor, di kampus, temen-temen alumni yang beberapa kali ketemu gak sengaja dan beberapa temen di dunia maya.
Gue juga renungin kembali ke kehidupan romansa gue yang emang gak hoki seenggak-enggaknya sampai saat ini. Bisa dibilang hampir dari semua wish baik dalam bentuk sms, email, ato telepon yang masuk ke gue selalu mempertanyakan status “melajang” gue yang sepertinya betah di suatu titik. I know, you told me because you love me, tapi gimana juga gue gak mau terlalu maksain diri buat pacaran selagi gue belum nemu yang cucok … (bukan gue gak pengen, tapi namanya pacaran pan kudu cocok dulu dalam hal ngomong … alias gak tekdung ato telmi. makanya jangan cuma dingomongin donk … ya mbok gue dikenalin gitu ama orang-orang yang kira-kira bakalan nyambung ke gue).
Dalam masalah karir,
“everything will fall into places” itu jelas-jelas hanya pemikiran sementara gue di saat gue baru selesaikan D3 gue, dalam artian klo konteks tersebut gak berlaku dalam karir. Must work harder, tapi gue gak yakin tempat gue sekarang adalah tempatnya. Ada beberapa intrik yang lebih baik dihindari dan gak perlu disikapi dengan tindakan heroik abal-abal. Just waste time and energy, yang ada kita adalah menjadi wrong man in the wrong place. Moga di hari jadi gue taon depan, masalah karir bisa menjadi lebih baek lagi.
Dari segi keluarga,
Gue juga pengen hubungan gue dengan sesama anggota keluarga lainnya makin akur. Sorry Mom for the last fight … gue cuma pengen cerita, tapi responnya elo kmaren berlebihan and I’m quite of shocking. Moga kedepannya hal kayak gini gak terulang lagi. Gue cuma pengen kita bisa saling percaya aja ma … (tapi tenang sodara-sodara kita sudah berdamai kok … walaupun sempat dua mingguan pake acara gencatan senjata).
di akhir perenungan itu juga gue memiliki tujuan-tujuan hidup baru yang pengen gue capai tapi saat ini gue putusin gak usah posting di blog ini, gue cuma minta doa dan dukungannya.
Thanks buat semuanya
Why to move ….
Tulisan berikut ini bukan buah pikiran gue dalam artian gue comot dari salah seorang temen yang forward ke millis gue dan sumber otentiknya juga gue udah sertain di dalam tulisan ini. Boleh jadi renungan buat kita yang niat mo resign atau mengundurkan diri atau mungkin dari pembaca sekalian ada yang berprofesi sebagai atasan.
Tulisan ini sedikit banyak lagi gambarin kondisi gue di perusahaan tempat gue sekarang bekerja … Ladies and gentlemen, please take a look
Mengapa karyawan meningggalkan perusahaan (atau paling tidak sering ngedumel)? Berikut ini petikan dari bukunya Haris Priyatna yang berjudul Azim Premji, “Bill Gates” dari India (terbitan Mizania 2007).
Azim Premji adalah milyuner muslim dari India yang telah menyulap Wipro, dari sebuah perusahaan minyak goreng menjadi konglomerasi perusahaan dengan salah satunya adalah Wipro Technologies yang merupakan ikon kebangkitan industri teknologi informasi di India . Dia urutan ke-21 orang terkaya di dunia versi Forbes 2007. Azim dikenal sebagai milyuner yang bergaya hidup sederhana.
Berikut ini pandangan Premji tentang mengapa karyawan betah dan tidak betah dengan perusahaan. Wipro sendiri memiliki tinkat turn-over (kepindahan) karyawan yang sangat rendah, padahal gajinya tidak lebih tinggi dibandingkan perusahaan sejenis seperti Infosys dan TCS.
Mengapa KARYAWAN meninggalkan perusahaan?
Banyak perusahaan yang mengalami persoalan tingginya tingkat pergantian karyawan. Betapa orang mudah keluar-masuk perusahaan itu. Orang meninggalkan perusahaan untuk gaji yang lebih besar, karier yang lebih menjanjikan, lingkungan kerja yang lebih nyaman, atau sekedar alasan pribadi. Tulisan ini mencoba menjelaskan persoalan ini.
Belum lama ini, Sanjay, seorang teman lama yang merupakan desainer software senior, mendapatkan tawaran dari sebuah perusahaan internasional prestisius untuk bekerja di cabang operasinya di India sebagai pengembang software. Dia tergetar oleh tawaran itu. Sanjay telah mendengar banyak tentang CEO perusahaan ini, pria karismatik yang sering dikutip di berita-berita bisnis karena sikap visionernya. Gajinya hebat. Perusahaan itu memiliki kebijakan SDM ramah karyawan yang bagus, kantor yang masih baru, dan teknologi mutakhir, bahkan sebuah kantin yang menyediakan makanan lezat.
Sanjay segera menerima tawaran itu. Dua kali dia dikirim ke luar negeri untuk pelatihan. “Saya sekarang menguasai pengetahuan yang paling baru”, katanya tak lama setelah bergabung. Ini betul-betul pekerjaan yang hebat dengan teknologi mutakhir. Ternyata, kurang dari delapan bulan setelah dia bergabung, Sanjay keluar dari pekerjaan itu. Dia tidak punya tawaran lain di tangannya, tetapi dia mengatakan tidak bisa bekerja di sana lagi. Beberapa orang lain di departemennya pun berhenti baru-baru ini.
Sang CEO pusing terhadap tingginya tingkat pergantian karyawan. Dia pusing akan uang yang dia habiskan dalam melatih mereka. Dia bingung karena tidak tahu apa yang terjadi. Mengapa karyawan berbakat ini pergi walaupun gajinya besar ? Sanjay berhenti untuk satu alasan yang sama yang mendorong banyak orang berbakat pergi. Jawabannya terletak pada salah satu penelitian terbesar yang dilakukan oleh Gallup Organization. Penelitian ini menyurvei lebih dari satu juta karyawan dan delapan puluh ribu manajer, lalu dipublikasikan dalam sebuah buku berjudul First B reak All the Rules.
Penemuannya adalah sebagai berikut:
Jika orang-orang yang bagus meninggalkan perusahaan, lihatlah atasan langsung/tertinggi di departemen mereka. Lebih dari alasan apapun, dia adalah alasan orang bertahan dan berkembang dalam organisasi. Dan dia adalah alasan mengapa mereka berhenti, membawa pengetahuan, pengalaman, dan relasi bersama mereka. Biasanya langsung ke pesaing. Orang meninggalkan manajer/direktur anda, bukan perusahaan, tulis Marcus Buckingham dan Curt Hoffman penulis buku First Break All the Rules.
Begitu banyak uang yang telah dibuang untuk menjawab tantangan mempertahankan orang yang bagus – dalam bentuk gaji yang lebih besar, fasilitas dan pelatihan yang lebih baik. Namun, pada akhirnya, penyebab kebanyakan orang keluar adalah manajer. Kalau Anda punya masalah pergantian karyawan yang tinggi, lihatlah para manajer/direktur Anda terlebih dahulu. Apakah mereka membuat orang-orang pergi? Dari satu sisi, kebutuhan utama seorang karyawan tidak terlalu terkait dengan uang, dan lebih terkait dengan bagaimana dia diperlakukan dan dihargai. Kebanyakan hal ini bergantung langsung dengan manajer di atasnya.
Uniknya, bos yang buruk tampaknya selalu dialami oleh orang-orang yang bagus. Sebuah survei majalah Fortune beberapa tahun lalu menemukan bahwa hampir 75 persen karyawan telah menderita di tangan para atasan yang sulit.
Dari semua penyebab stres di tempat kerja, bos yang buruk kemungkinan yang paling parah. Hal ini langsung berdampak pada kesehatan emosional dan produktivitas karyawan. Pakar SDM menyatakan bahwa dari semua bentuk tekanan, karyawan menganggap penghinaan di depan umum adalah hal yang paling tidak bisa diterima. Pada kesempatan pertama, seorang karyawan mungkin tidak pergi, tetapi pikiran untuk melakukannya telah tertanam. Pada saat yang kedua, pikiran itu diperkuat. Saat yang ketiga kalinya, dia mulai mencari pekerjaan yang lain. Ketika orang tidak bisa membalas kemarahan secara terbuka, mereka melakukannya dengan serangan pasif, seperti: dengan membandel dan memperlambat kerja, dengan melakukan apa yang diperintahkan saja dan tidak memberi lebih, juga dengan tidak menyampaikan informasi yang krusial kepada sang bos.
Seorang pakar manajemen mengatakan, jika Anda bekerja untuk atasan yang tidak menyenangkan, Anda biasanya ingin membuat dia mendapat masalah. Anda tidak mencurahkan hati dan jiwa di pekerjaan itu. Para manajer bisa membuat karyawan stres dengan cara yang berbeda-beda: dengan terlalu men gontrol, terlalu curiga, terlalu mencampuri, sok tahu, juga terlalu mengecam. Mereka lupa bahwa para pekerja bukanlah aset tetap, mereka adalah agen bebas. Jika hal ini berlangsung terlalu lama, seorang karyawan akan berhenti – biasanya karena masalah yang tampak remeh. Bukan pukulan ke-100 yang merobohkan seorang yang baik, melainkan 99 pukulan sebelumnya. Dan meskipun benar bahwa orang meninggalkan pekerjaan karena berbagai alasan, untuk kesempatan yang lebih baik atau alasan khusus, mereka yang keluar itu sebetulnya bisa saja bertahan, kalau bukan karena satu orang yang mengatakan kepada mereka, seperti yang dilakukan bos Sanjay: Kamu tidak penting. Saya bisa mencari puluhan orang seperti kamu.
Meskipun tampaknya mudah mencari karyawan, pertimbangkanlah untuk sesaat biaya kehilangan seorang karyawan yang berbakat. Ada biaya untuk mencari penggantinya. Biaya melatih penggantinya. Biaya karena tidak memiliki seseorang untuk melakukan pekerjaan itu sementara waktu. Kehilangan klien dan relasi yang telah dibina oleh orang tersebut. Kehilangan moril sejawat kerjanya. Kehilangan rahasia perusahaan yang mungkin sekarang dibocorkan oleh orang tersebut kepada perusahaan lain. Plus, tentu saja, kehilangan reputasi perusahaan. Setiap orang yang meninggalkan sebuah korporasi akan menjadi dutanya, entah tentang kebaikan atau keburukan.
Demikian pesan Azim Premji. Bagaimana pendapat Anda (sebagai bawahan maupun atasan) ?