Jomblo Sejati VS Jomblo Munafik


Sebelum saya mulai membagikan isi artikel kali ini kepada Anda, mari kita sejenak kembali ke masa lalu.

Saya teringat beberapa tahun yang lalu ketika saya masih duduk di bangku kuliah di semester akhir. Di saat Filsafat Glossy sedang merasuk hangat di setiap tindakan saya. Saat itu saya memiliki sekelompok teman akrab dalam satu geng.

Di tahun-tahun itu, di setiap Sabtu pagi SMS dan HP saya akan berbunyi. Mereka akan sibuk merencanakan bagaimana cara menghabiskan weekend. Apakah akan pergi nonton? Bilyard? Dugem? Ngafe? Atau main Playstation di rumah salah satu dari kami?

Tujuh orang pria, hobby yang nyaris mirip, gaya bahasa yang mirip, ‘ras’ yang sama, dan tentu saja JOMBLO SEJATI.

Kami bertujuh adalah jomblo-jomblo dengan kegiatan rutin di malam minggu, atau boleh dibilang setiap malam. Di antara kami belum ada yang memiliki partner, bahkan teman dekat wanita pun bisa dihitung jari. Apalagi teman wanita yang CANTIK.

Beberapa di antara kami memang rajin online untuk mencari wanita lewat situs-situs pertemanan, Friendster, Myspace, MSN, etc yang ujung-ujungnya selalu berakhir dengan senyum pilu penolakan manis dari sang wanita.

Tetapi di antara penolakan-penolakan tersebut dengan bangga kami menyebut dan mengklaim diri kami sebagai Jomblo Jomblo Bahagia. Atau di masa itu disebut JOJOBA karena tidak butuh Wanita. Karena kami sudah bahagia dengan kegiatan-kegiatan rutin kami. Dan tidak lama kemudian, saya baru menyadari salah satu letak kesalahan yang bisa diperbuat seorang Pria.

Sebelum saya mulai membagikan kesalahan ini kepada Anda, mari kita sejenak kembali ke masa kini.

Beberapa hari yang lalu saat saya sedang menikmati Capit Kepiting Saus Padang di Bandar Jakarta bersama keluarga saya. Saya melihat beberapa kelompok pria yang mengingatkan saya kepada geng saya di atas. Sekitar 5-6 orang mereka makan dan berbicara dengan seru.

Saya menggeser tempat duduk saya, berusaha untuk mendengarkan apa yang sedang mereka bicarakan. Setelah beberapa saat memperhatikan saya mulai melihat sesuatu yang menarik di antara mereka.

Tanpa disadari setiap dari mereka sering melihat atau menengok HP mereka dalam selang diantara percakapan. Ada yang terus memegang HP, ada yang sedikit-sedikit menekan tombol untuk menyalakan HP-nya, ada yang sibuk membalas SMS dengan berpikir. Yang pasti HP tersebut menjadi daya tarik tersendiri di antara pembicaraan mereka yang memanas.

Tanpa saya sadari saya tersenyum lebar saat itu, benar-benar lebar. Percakapan dan tindakan mereka mengingatkan saya akan apa yang pernah saya kerjakan dan ucapkan beberapa tahun silam.

Entah kenapa saya tahu kalau apa yang mereka bicarakan pasti masih seiring dengan apa yang selalu menjadi bahan pembicaraan utama geng saya dulu. Dan saya benar. Kesalahan yang sama yang masih signifikan di masa kini dan akan terus berulang. Setidaknya sampai hari dimana Anda membaca artikel ini.

Sebelum saya mulai membagikan kesalahan tersebut kepada Anda, mari kita sejenak memahami apa yang akan saya tulis di bawah.

Saya tidak tahu dan tidak mau tahu darimana asal kata Jomblo berasal. Yang saya tahu kata Jomblo mulai terkenal di tahun 2000-an, dan makin terkenal beberapa tahun lalu saat sebuah buku berjudul ‘Jomblo’ diangkat ke layar kaca dengan judul yang sama. Film yang mengangkat nama Ringgo ke jajaran artis-artis berbakat dan yang membuat dirinya terstigma sampai sekarang untuk terus memainkan tokoh yang Jomblo.

Sebelum saya semakin jauh dari topik dan membahas Ringgo, Jomblo sendiri adalah sebuah kata yang menggambarkan seorang Pria ataupun Wanita yang tidak memiliki kekasih. Atau dalam bahasa Inggris, seorang Pria atau Wanita yang SINGLE.

Jomblo adalah sebuah status bersama-sama status lain seperti In Relationship, Divorced, Married, Friends only, ataupun Complicated (Yang dengan semena-mena di-TradeMark-kan oleh Friendster). Status yang menggambarkan atau mengkotakkan hubungan antara dua lawan jenis yang berbeda.

Jika Anda jomblo / single berarti Anda tidak memiliki kekasih atau tidak terikat tanggung jawab dalam bentuk apapun kepada siapapun. Yang berarti Anda bebas pergi dengan siapa saja, kemana saja, kapan saja, melakukan apa saja yang ingin Anda kerjakan dan tentu saja Wanita jauh dari pikiran anda karena toh anda sibuk mengembangkan diri anda sendiri.

Terdengar seru dan fun bukan? Oleh karena itu term atau idiom baru muncul melengkapi satu kata Jomblo. Yaitu kata BAHAGIA atau dalam bahasa Inggris Happy atau lebih tepatnya FUN!

Namun entah darimana, Jomblo juga memiliki arti yang tidak lagi FUN. Jika Anda jomblo / single, berarti Anda akan kesepian di malam minggu. Berarti juga Anda merupakan pria yang tidak laku. Anda kesulitan mendapatkan teman nonton. Anda selalu terganggu saat teman geng Anda membatalkan acara karena sedang PDKT dengan targetnya. Anda kesal melihat teman-teman se-geng Anda memiliki pasangan. Anda ngarep sengarep-ngarepnya pada Wanita yang baru saja dikenalkan oleh teman. Anda mulai tenggelam dalam ilusi pria yang pemilih. Anda mulai kalap saat teman-teman Anda sibuk di malam minggu, menyebabkan Anda harus sendirian di malam minggu.

Sebelum saya melanjutkan arti dan definisi dari Jomblo, apakah Anda bisa memahami dua sisi dari jomblo yang bertolak belakang?

Mari saya ulang.

Anda adalah seorang Jomblo, yang harusnya bisa bebas pergi dengan siapa saja, kemana saja, kapan saja, dan sama sekali tidak memikirkan wanita. Hidup Anda penuh dengan Passion untuk diri Anda sendiri.

Namun sayangnya yang sering kali terjadi adalah Anda memang bebas pergi dengan siapa saja, kemana saja dan kapan saja, tapi kemanapun anda pergi, dengan siapapun dan kapanpun, WANITA selalu menjadi topik pembahasan utama Anda.

Di saat Anda sedang bermain bilyard dengan teman-teman, Anda sibuk memikirkan strategi untuk mendekati wanita baru di kantor Anda. Anda sibuk memikirkan apa yang harus di-SMS kepada target baru anda. Anda dan teman-teman melirik ke grup wanita di pojok Kafe dengan penuh harap. Anda sibuk membahas kesalahan teman Anda saat sedang melakukan PDKT. Dan Anda memikirkan BAGAIMANA CARANYA UNTUK LEPAS DARI KEJOMBLOAN ini dan mendapatkan pasangan supaya hidup Anda lebih menarik daripada berkumpul bersama jomblo-jomblo lain dan lama-kelamaan mulai membosankan.

Terdengar familiar? Yang saya jelaskan diatas adalah karakter-karakter yang dimiliki oleh jomblo-jomblo masa kini.

Seorang jomblo sejati harusnya hidup dalam dunia yang fun, free dan penuh dengan passion akan dirinya sendiri. Mereka tidak membutuhkan wanita karena mereka memang MEMILIH untuk menjadi JOMBLO dan mereka tidak pusing atau kalap atau ngarep untuk mendapatkan Wanita sebagai kekasih.

Namun pada kenyataannya Jomblo-jomblo di luar sana adalah pria-pria yang ‘sakaw’ akan wanita.

Atau dengan kata lain Jomblo-jomblo dengan kemunafikan tingkat tinggi. Jomblo-jomblo yang tertipu akan ilusi dari Jomblo itu sendiri.

Dan Anda masih dengan bangga menyebut diri Anda sebagai Jomblo Bahagia? Atau Jomblo karena Pilihan? Atau Jomblo sejati? Demi Tuhan, stop sebut diri Anda sebagai Jomblo kalau anda masih sibuk memikirkan wanita daripada diri Anda sendiri.

Saya yakin Anda mulai memahami apa yang saya maksud dengan kesalahan yang saya sadari beberapa tahun silam. Saya yakin Anda engangguk-ngangguk dan paham apa yang saya lihat terjadi dengan kumpulan geng yang saya temui beberapa hari yang lalu. Saya yakin Anda telah memahami apa arti dan definisi dari Jomblo yang seharusnya.

Tetapi jika Anda masih bingung apa yang harus anda lakukan saat ini setelah Anda mengerti kalau ternyata Anda selama ini sedang membohongi diri sendiri dalam topeng Jomblo.

Jangan takut, teman.

Sebelum saya sudahi artikel ini, saya ingin anda memutuskan, apakah Anda ingin terus tercekam, ngeri , suram dalam cengkraman topeng kemunafikan?

Ataukah Anda ingin terbang, lepas, dan bebas dari topeng tersebut.

Pilihan ada di tangan Anda.

Catatan: postingan ini gue dapet dari salah seorang temen gue di KG (dan ini juga gue posting disini atas seijin si om – gue yakin dia pasti marah klo gue panggil om, seperti biasa )

21 thoughts on “Jomblo Sejati VS Jomblo Munafik

  1. sahatmrt says:

    ah… saya ga mau munafik … saya emang jomblo dan saya tidak bangga dengan kejombloan saya, malah jujur ajah ….. saya emang sakaw wanita… ah.. emangnya mbak hennie ga ngerasa ya? saya kan sedang pdkt ama anda? kok ga ngerasa sih๐Ÿ˜ฎ suwer deh mbak! aku sedang pdkt nih! coba liat betapa coolnya daku 8) iya kan?

    nb: artikelnya menarik nih:mrgreen:

  2. Manik says:

    Keknya semua ini akan berulang-ulang dibahas tanpa ada Solusi sama sekali๐Ÿ˜€

    Sebaiknya, mulailah berpikir dr sekarang, bagaimana cara keluar dari yg namanya JOMBLO ini…

    ada Amen..??๐Ÿ˜›

  3. mshennie says:

    @sahat
    Thanks klo situ suka artikel gue … salam kenal !

    @kochu
    ya udah chu … kapan mo maen ke kos?

    @manik
    ada amin ?
    ada dunk … get yourself out of single condition as you want to

    @gandhim
    horas pak gandhi. Nice term “jomblo farisi”
    wwakakakakak .. adong-adong sajah๐Ÿ˜€

  4. mshennie says:

    @thunderbiru
    pak … udah baca semua artikelnya gak? kan dibawah gue kasih tau sourcenya. Ckckck ….
    Ini juga gue comot atas ijin temen gue anak hitman juga si”draculy” … (nick di KG).
    eniwei … thanks udah mampir

  5. Pinkan says:

    JOMBLO itu fun lagi!!
    tp yg soal lagi ngumpul2 pd suka pegangin HP dgn “gaya” yg ber-beda2 itu bener banget!! (soalnya aku sndr suka gini) hahaha๐Ÿ˜›

  6. ADY Q3A08 says:

    apakah seorang jomblo itu seharusnya terus berdiam diri ataukah tidak boleh berkomunication dengan seorang perempuan(bila laki – laki),dan seorang laki – laki (bila perempuan).menurut saya seorang jomblo itu harus optimis dalam artian bahwa tidak boleh mengiri terhadap orang lain (sedang pacaran). jomblo itu indah namun problemnya sangat menekan jiwa seseorang.Tipsnya harus apabila sedang berbicara dengan seorang perempuan or laki – laki kita harus menatap matanya,berbicara yang serius jangan berbohong dan semestinya harus saling percaya antara yang 1 dengan yang lain.jika tipsnya anda laksanakan maka,hari kemenangan akan segera menaNTI ANDA..

  7. mshennie says:

    nope …
    bukan berarti jomblo harus berdiam diri, tapi banyak jomblo yang munafik ngaku2 gak mau pacaran padahal sebenarnya dia ngarep …
    pake berbagai alasan basi
    gw jomblo? opkorss … tapi klo orang tanyain napa gw jomblo? gw jawab simple ajah
    “belum ada yang cucok …”
    as simple as it is …

    eniwei, thanks for visiting๐Ÿ™‚

  8. anas says:

    hanya orang yang bisa menghargai dirinya yg memilih untuk jomblo, disini maksud kata memilih adalah bahwa disana dia bisa memilih utk tdk menjomblo, namun karena dia bisa menghargai dirinya, dia memilih jomblo. harga diri, satu hal yg sering jatuh krn pemiliknya sendiri, krn hanya sang pemilik yg bisa menjatuhkan, bukan orang lain..

  9. roni saputra says:

    mungkin bwt gw jomblo itu sakit…karena gw ngejomblo itu disebabkan gk mau nyakitin perasaan cwek yang paling gw sayang…gw mau ajarin dia sebuah ilmu hati dlm kesendirian…gw sayang bgt ma dia,suatu saat nanti gw akan kembali bwt dia…i wiil forever love you my fairy.

  10. mshennie says:

    [roni]
    yang sakit elu apa cewenya elu ya bro? klo mang sama2 suka ya kenapa kudu disimpen2? … eh ati2 lho… ntar dia malah diembat ama orang lagi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s