you belong to me


Dengan setengah keberanian yang kuciptakan sejak seminggu lalu, akhirnya tibalah hari ini. Saat aku merasa logikaku jauh menggungguli perasaanku. Kekuatan yang terbesar dalam diriku. Dengan suara yang pelan dan nyaris ditelan angin aku berkata

“Saya sudah lelah, Don. Kita sampai di sini saja”

Pria di ujung sana, dengan format yang sama setiap kedapetan selingkuh selalu memandangku dengan tatapan iba dan bersalah. Inilah alasan kenapa aku tidak ingin menangis malam ini. Aku sudah lelah memanfaatkan airmataku untuk tetap mendekapnya untuk tidak beranjak. Aku sudah muak dicintai oleh karena rasa iba. Aku sudah capek untuk tetap berpura-pura bahwa ini cuma mimpi semata. Aku sudah jijik dengan segala bentuk kemunafikan ini. Saatnya aku berpikir dengan logika, bukan cuma hati dan perasaan. Lagi-lagi kuingatkan diriku.

“Ehm, kita tidak boleh begini sayang. Lima tahun kita sudah jalani. Aku tahu kamu masih sayang amaku, dan jujur aku juga masih sayang ama kamu.”

Jika dulu aku masih bergetar dengan kata sayang itu, sekarang kata itu terdengar seperti sampah yang saatnya untuk dibuang dan dilebur sampai benar-benar hancur. Dia seperti kehilangan makna. Sebelumnya aku melihat kata itu begitu indah dan sakral, tetapi sekarang ingin sekali aku menyuruh manusia – yang dulunya aku sayang, sampai sekarang juga perasaan itu tidak berubah – untuk berhenti berkata-kata dan menerima kenyataan bahwa inilah yang terindah yang dapat kami lakukan.

“OK, aku akuin. Aku itu kemaren salah. Aku jalan dengan dia dan sampai berapa kali sms dan teleponan. Tapi udah … Cuma itu doang. Gak lebih kok sayang”

Sekali lagi pembelaan itu keluar dari bibirnya. Bahkan kata sayang terakhir di kalimat itu seakan mengambang di awan, tidak mampu membuka pintu hatiku seperti yang terjadi selama ini. Gantian aku yang menatap pedih ke arahnya. Sedetik saja aku melupakan pengkhianatan itu, bisa dipastikan aku akan mendatangi dia dan menyentuh rambutnya, mengatakan

“Happy April Mop, sayang. Ini Cuma bercanda”

Tapi kami tahu, ini adalah September, bukan April. Semilir angin yang semakin dingin menandakan akan berakhirnya keganasan musim panas dan digantikan dengan musim hujan. Mungkin akan menjadi musim hujan pertamaku yang akan kulewatkan sendiri dalam lima tahun terakhir.  Tidak akan ada film lucu yang akan kami tonton bersama dengan segelas penuh susu coklat panas dan kaki saling selonjoran dan bertaut untuk coba saling menghangatkan. Tidak akan ada dia, yang akan memperbaiki letak syalku saat kucoba kutautkan seadanya di leherku dan tentu saja tidak akan ada Natal dan pertukaran kado yang menjadi agenda rutin. Dadaku tercekat membayangkan kenyataan yang akan terjadi.

“Ngomong donk sayang. Kita baikan lagi ya”

Kembali dia memohon, mencoba mencairkan kebekuan yang terjadi di antara kami. Kembali aku menatap dia lurus setelah sebelumnya aku membuang pandanganku kemana-mana. Di tengah temaramnya lampu kafe, aku coba melihat sosok dia mungkin untuk terakhir kalinya dengan kadar intim – walau pun menyakitkan seperti ini. Diam-diam aku mengakui ketampanan, postur tubuh dan suaranya. Yah … dia memang selalu tampan dan mempesona.

“Keputusanku sudah bulat. Aku bukan mau menghukummu dengan ini. Aku hanya melepaskanmu sesuai dengan yang kamu mau. Setelah ini, kamu bisa mendekati cewe mana pun tanpa merasa takut akan tertangkap basah olehku”

Kata-kata itu mengalir, mencoba mencairkan kebekuan dalam beberapa menit terakhir. Aku harus meyakinkan hatiku sendiri sehingga kata-kata yang keluar juga akan sama meyakinkannya. Aku ingin terlihat tegas dan tanpa air mata. Aku merasakan kemenangan dalam jiwaku sendiri. Akhirnya kata-kata terakhir itu mengalir lancar dari tenggorokanku dan bersama dorongan udara sampai juga kepada pria di seberang meja.

Dengan sisa-sisa nyali yang masih aku punyai, aku berjalan menghampirinya. Memeluknya untuk terakhir kali dan merasakan kehangatan serta detak jantungnya. Setelah menit ini, semuanya tidak akan pernah sama lagi.

“Aku pulang dulu. Jangan coba antar aku, hari ini aku ingin pulang naik taxy saja. Jaga dirimu baik-baik”.

Dia hanya terpaku di sana, tidak bergeming atau bahkan berusaha memelukku balik. Mungkin itu lebih baik, untuk tetap menjaga malam ini tetap begini dan tidak kehilangan makna.

“See the pyramids along the nile
Watch the sunrise on a tropic isle
Just remember, darling, all the while
You belong to me”

Aku tersenyum dan ikut menyanyi dalam hati. Entah itu disengaja atau kebetulan, para penyanyi kafe mendendangkan lagu tersebut. Mungkin itu akan menjadi terakhir kalinya aku mendengarnya, lagu yang dengan semena-mena aku dan Donni klaim sebagai lagu kebangsaan cinta kami.

“Lebih baik memiliki cinta dan kehilangan …”,

pepatah itu melintas cepat melewati pelupukku. Aku tidak pernah menyesali pertemuan dan kenangan yang ada di antaranya. Pun aku tidak menyesali perpisahan ini juga, mungkin ada saatnya aku melepasmu untuk membuktikan bahwa sebenarnya aku sangat mencintaimu.

16 thoughts on “you belong to me

  1. Strawberry on the shortcake says:

    ciahh..
    ke laut ajh tuh cowok!
    pake acara selingkuh…
    gk jaman euyy…
    sampaikan salamQ pada wanita itu.
    You deserve better lah.
    dan satu lagi, bersyukurlah karena dia ketahuan selingkuh sekarang. Daripada entar udah merrid?
    Bersukacitalah gals. Hidup ini terlalu sayang dibuang utk menangisi cowok bejat kae gitu.
    Siapa dia gt lohkk ;D
    Tp pada akhirnya doakan ajlah dia tahe.
    Bagiku memaafkan dengan mudah itu anugerah lho
    God Bless (^____^)

    • miss hennie says:

      itulah baiknya …. dia tau pas mereka masi pacaran, bukan pas tunangan ato bahkan merit. sayangnya … kisah ini kan sebenarnya nyata tuh, jadi aku terinspirasi ajah. selama ini dia sering maapin … sekarang dia uda capek dan ambil keputusan ini.

      doainlah yg terbaik buat my friend … memaafkan itu kadang mudah, kadang enggak. karena kenyataannya … sampe hari ini aku jg masih sulit maapin seseorang …

  2. Nich says:

    oke, untuk tulisan itu.. two thumbs up😀
    masalah itu kisah siapa yang ditulis siapa, urusan kalian lah royaltinya.

    tapi abang mampir, mau ngasih tau ada award tuh buat mu di tempatku😉

    • miss hennie says:

      moga-moga cerita ini bisa buka mata dia untuk segera mencampakkan pria jahanam itu, mumpung masih pacaran lho statusnya. klo uda nikah panjang urusannya. belum lagi anak dan harta gono-gini … hahaha ~~~

    • miss hennie says:

      hahaha … awalnya tuh gak mau ngaku, temen gue juga gak mencoba berpikir naif klo ada sesuatu yang gak beres. eh .. akhirnya nyadar juga tuh cewe. bener lho … mumpung masi pacaran, klo suami istri malah ribet urusannya. ada anak, harta gono-gini, belum lagi disuruh mediasi, sewa pengacara dan laen-laen. *kok gue jadi panas sendiri ye .. padahal gue jg belum nikah ..*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s