friend + enemy ?


Bila kebetulan disini ada yang jadi penggemar serial Sex and The City maka dalam salah satu episodenya adalah Frenemies. Nah lho … istilah apa lagi itu?. Frenemies itu berasal dari dua kata, Friend dan Enemies. Artinya kadang di depan kita dia berlagak seperti sahabat, tapi di luar itu kita belum tentu tau hatinya kepada kita. Dalam situasi yang sangat ekstrem, kadangkala ketika kita membutuhkan sahabat buat berbagi hepi, eh malah dia gak seneng dan kadang malah jadi nyela.

Contoh kasus nih, mungkin cerita saya bisa menjelaskan sedikit.
Awal saya pindah kerja ke perusahaan sekarang, bisa dibilang sedikit mimpi ya. Kalo ditanya jujur sih, saya gak berani ngarep macem-macemlah. Yang ada di pikiran saya waktu itu. Tiap wawancara kerja ya sudah didatengin saja, gimana imej perusahaan kan ntar ketauan juga pas saya wawancara dengan mereka. Kadang awal kita gak sreg di suatu perusahaan, giliran interview kerja eh malah jadi berubah pikiran. Nah kembali ke pekerjaan saya. Thanks God, ternyata mereka menerima saya.

Dengan kebahagiaan menurut cara saya sendiri, saya cerita kepada teman saya soal ini. Emang sih awalnya dia bilang selamat akhirnya saya keterima bekerja di sana, tapi …. *tetep ada tapinya nih ...*
dia ngomong begini ke saya

“eh … tapi setau gue yah di perusahaan itu gak ada namanya software developer lho. Temen saya pernah cerita kalo itu perusahaan selalu outsource kalau kebetulan butuh programmer gitu. Jadi, tanpa mengurangi kebahagiaan elu, mending tanya dulu deh apa elu karyawan di sana bener2 apa cuma jadi pegawai outsource atau bahkan cuma magang beberapa bulan doang. Kan gak seru juga jadinya. Masa sih elu cuma jadi pegawai magang ?”

lain lagi dengan cerita teman saya *yang tentu saja saya tidak akan sebutkan namanya di sini*. Kebetulan dia sudah menikah dan saya bisa bilang mereka pasangan yang berbahagia. Di hari jadi yang kesekian beberapa bulan lalu, hubby nya kasih dia kado sebuah liontin emas berhiaskan berlian kecil-kecil di pinggirannya. Maka sebagai teman, di suatu kesempatan saat kita mengadakan “lady’s day out”. Dia bercerita dengan senangnya soal kado yang diterima dari suaminya. Teman yang lain malah nyeletuk

“Bagus sih kalungnya, tapi apa elu rasa ini kalung kagak kemahalan ? jaman sekarang lagi resesi begini, ditambah lagi elu juga meritnya baru. masa sih elu tega minta kalung beginian ama suami ? sayang duitnya. mending buat dipake nyicil rumah aja”.

Saya kurang mengerti maksudnya bagaimana, murni mo kasih petuah kepada teman-saya-yang-berbahagia-dengan-liontinnya atau mau nyela temen saya karena dianggap memorotin harta suami tanpa aware dengan kondisi finansial orang sekarang yang emang kadang gak jelas gara-gara resesi.  Toh setau saya, teman saya ini bukan tipe orang yang manja dan harus selalu diturutin keinginannya atau bahkan memelas dengan sedikit tampang memaksa kepada suaminya untuk membelikan kado yang mahal.

Emang benar, punya sahabat itu anugerah atau beberapa orang menyebutkan punya seribu teman tak akan cukup tapi punya satu musuh sudah terlalu banyak atau pepatah lain mengatakan bahwa sahabat tidak akan menyembunyikan apapun dan selalu berkata jujur kepada kita. Tapi, dengan apa yang pernah saya alami, saya jadi memikirkan bahwa tidak semua sahabat itu adalah baik dan konon katanya mendukung dan menerima kita apa adanya. Sahabat yang baik itu akan memberikan kita nasehat tanpa terkesan menghakimi. Dia akan selalu ada di sana memberikan dukungan saat kita sedang mengalami hari yang tidak menyenangkan. Dia selalu ada saat kita senang dan sedih, karena dia sadar sepenuhnya kalo hidup itu gak seperti lagu india, bernyanyi riang di taman ditemani kupu-kupu dan bunga aneka warna dan diiringi ratusan penari alias hepi trus …

5 thoughts on “friend + enemy ?

  1. eryrasa says:

    hehehe numpang liwat pes .. ternyata ada blog juga .. orang yang punya blog sep ini pasti rajin .. hahahaha ..

    mau komen ttg petikan diatas “…tidak semua sahabat itu adalah baik dan konon katanya mendukung dan menerima kita apa adanya…” kalo pesta punya sahabat yang ga baik .. ery pastikan itu bukan sahabat pesta .. thats it …😀 … maaf itu hanya pendapat ery ya pes .. ga boleh marah n kalo marah tak jewer… :p

    • miss hennie says:

      oiya donk bang .. lebih lama umur blog ini daripada fesbukku. this is the real me. hihihi … iya kali ya. sahabat cuma label doang donk klo dia gak mendukung dan nerima apa adanya. bener, she/he is not my real friends. ehmm menarik ~~~
      *bang ery, tenanglah .. aku gak akan marah kok ama bang ery …🙂 *

  2. nich says:

    eh, justru aku melihatnya kebalik..

    sahabat itu orang yang kita terima apa adanya, tanpa kita berpengharapan dia bisa seperti apa.
    nah kalau “sahabat” itu juga melihat kita dengan sudut pandang yang sama, berarti sudah terciptalah persahabatan

    yang pasti sahabat itu punya niat saling tolong menolong, walaupun gak harus selalu reliable

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s