single and very happy


Bingung mo nulis topik apa di blog saya tercinta ini. Padahal ratingnya udah mulai naik lho, sejak saya tampilkan dimana saja yang menjadi siggy pribadi saya dan sejak seorang promotor yang baik hati memperkenalkannya di sebuah millis. Thanks a lot, I really mean it. Mo nulis soal pelecehan seksual. Kok ntar blog saya malah isinya pelecehan. Mau cerita soal pria gagah yang dengan suksesnya senyum cengengesan di busway sementara seorang wanita dengan bawaan super berat menahan beban berdiri dan bergelantungan di busway, kesannya cliché banget. Alias udah basi. Setiap hari ada sekitar 938.743 kasus serupa terjadi di Jakarta. Sebenarnya gak segitu sih, saya cuma pengen bilang udah sering banget.

Walaupun saya tidak dalam status single, tapi lama kelamaan dipikir ternyata hidup single itu tidak selamanya buruk lho, malah terkadang saya pikir ada enaknya juga. Menjadi seorang wanita single di kota metropolitan ini banyak keuntungannya. Tidak percaya, mari perhatikan ”advantages of being single in this rocking town”.

  • Anda bisa dengan bebas memberikan nomor telepon anda kepada pria single mana pun. Itu artinya bisa ngecengin sebanyak mungkin pria tanpa perlu merasa takut akan ketangkap basah oleh siapa pun. Single gitu lho … so what ?
  • Bisa pergi dengan pria single mana pun. Mau sekedar nongkrong gak jelas di café atau restoran cepat saji 24 jam juga tidak akan ada yang keberatan. Tidak perlu jaim dan tidak perlu merasa ada yang kurang.
  • Lebih bisa menjadi diri sendiri. Inget lho life too short for being somebody else. Be yourself ajah, even if you’re nobody.  Sebenarnya ini sih bukan hal umum, tapi berdasarkan kacamata pengamatan seorang saya pribadi. Bukan sekali atau dua kali saja saya menemui teman wanita saya menjadi gatot kaca alias berubah setelah mereka berpacaran. Jika berubah kearah positif sih, saya gak masalahin. Yang ada malah kadang dia mendadak seperti penasehat, menjadi pendiam di depan saya seperti lidahnya digigit kucing dan bahkan sangat susah sekali diajak jalan. Menanggapi beginian sih saya hanya berdoa semoga hubungannya dengan pacarnya langgeng. Kalo balik lagi ke hidup single, saya tidak yakin dia akan memiliki teman masa-single-dulu kembali.
  • Lebih banyak waktu untuk melakukan hobi sendiri.Cerita soal hobi yang mendadak berubah setelah pacaran itu bukan isapan jempol belaka. Saya pernah memiliki seorang teman yang mendadak jadi  tahu soal motor gede setelah pacaran dengan seorang pencinta motor gede. Padahal setau saya sih dulu, dia lebih senang menonton dan baca. Tetapi sekarang, kalau ada saja waktu luang. Sudah bisa dipastikan dia ada di bengkel bersama sang kekasihnya. Jadi selama single, lakukan hobi sepanjang yang dimau. Gak jarang lho hobi malah jadi hoki alias mendatangkan uang.
  • Fashion ? why not …Dengan hidup single, maka kita bisa memakai baju yang disuka. Walo ini gak umum sifatnya, tapi bukan juga berarti gak pernah. Sebut saja nama temen saya ini Anita. Dulu dia itu berpakaian sih casual dan yang menurut dia nyaman. Belakangan sejak pacaran dengan Bayu, dia mendadak saya liat menjadi seperti tante-tante dandanannya. Usut punya usut, tepatnya setelah saya tanya dia. Dia bilang bahwa Bayu akan sangat menyayangi dia jika berpenampilan barongsay seperti itu. Bahkan saya pernah lihat dengan mata kepala saya sendiri kalau ternyata Bayu bahkan mendikte Anita bagaimana berpakaian yang baik. Padahal setau saya Bayu itu bukan fashion editor atau stylist. Oh Tuhan ! Bayu mau pacaran ama Anita atau ama bajunya ?. Tanya aja deh ke dia … hahahah …
  • Nah point ini mengingatkan saya pada percakapan antara seorang project manager dengan seorang consultant lain di kantor saya. Karena kebetulan perusahaan tempat saya bekerja sekarang lagi baik banget perkembangannya, udah pasti donk ekspansi ke daerah-daerah lain. Guess what, salah satunya adalah Bali. Dari cara PM itu cerita, sepertinya bekerja di bali dengan gaji Jakarta belum lagi tunjangan kerja-luar-kota plus tiket pesawat PP dua kali dalam setahun itu jadi menarik. Sayangnya, bukan saya yang ditawari. Kembali ke masalah negosiasi, temen saya ini sebut saja namanya Bobby sepertinya rada berat untuk menerima tawaran itu. Bukan karena Bali itu tidak menarik bagi dia, tapi  dia dan pacarnya tidak bisa tinggal berjauhan. Hahaha … alasan romansa, alasan klasik tapi masih tetap punya pengaruh kuat.

Tulisan ini bukan berarti saya menjunjung tinggi nilai kemandirian dan betapa inginnya saya menjadi seorang single terus. Bukan donk. Siapa orang yang mau sendirian sampai akhir hayat ? hahaha … pepatah yang ada itu everyone, sometimes, needs to be alone but no one wants to be lonely. Syukurnya pacar saya sekarang bukan tipe yang terlalu banyak mendikte dan atur sana-sini. Dia memberikan saya kebebasan melakukan apa saja selama masih dalam lingkaran yang acceptable. Dia benar-benar seorang sahabat yang baik.

9 thoughts on “single and very happy

  1. popon says:

    nimbrung.
    cewe yg mau2nya dandan menjadi yg bukan dirinya demi si pacar =dodol.emangnya kalo udah kawin, teken kontrak, apalah, bakal pake itu semua prentilan ke kasur, ke dapur, ato pas lagi nyerok eek dogi piaraan? lain lagi kalo emang punya asisten dan bisa kipas2 sambil manikuran sepanjang hari.

    oh eniwei, ini Jakarcha…all about image dan perdjoeangan antar gender mencari pasangan yg seimbang (entah itu motivasinya murni cuman sebatas ‘biar enak partnershipnya’ ato numpang manjat social ladder tanpa kerja berdarah2..apa sih yg gak halal? :3

    *kabur sebelum ditimpuk high heels rame2*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s