just when I take a positive respond


Miss hennie punya cerita baru lagi ? bukan Cuma saya, mungkin orang-orang lain juga akan punya hal yang sama jika masih bernapas. Beberapa hari yang lalu, saya mengikuti acara natal alumni. Yang namanya alumni bisa jadi dari angkatan berapa saja donk dengan catatan yang bersangkutan sudah menyelesaikan masa studi.

Notabene kampus pertama saya masih tergolong baru, maka Cuma ada 6 angkatan yang mengikuti acara. Ketemu teman-teman yang walaupun domisili di jabodetabek dan sekitarnya tapi karena alasan pekerjaan maka jadi jarang ketemuan. Mulai dari acara panggil hi jarak jauh, pandangan mata takjub dan kangen yang kadang dibuat-buat, sekedar basa-basi yang sebenarnya nyaris basi atau sebagian emang benar-benar pengen ketemu teman-teman lama dengan satu event alias all-in-one.

Beberapa dari undangan yang hadir itu saya kenal, sebatas kenal doang dan tanpa ada pertemuan intens. Syukur-syukur pas ada acara natal begini, baru saya ketemuan dengan mereka. Beberapa komen yang saya terima

“wah, kok jerawatmu semakin banyak ?”

“kok rambutmu semakin tipis ?”

“kok gemukan ?”

“kok kurusan ?”

Dan beberapa jenis lainnya juga. Parahnya beberapa basa-basi itu dilakukan setelah habis salaman tanpa ada acara ‘say hi’. Trus gimana donk kesan saya ? sebagai pribadi yang cenderung cuek, saya tidak ambil pusing dengan hal demikian. Pada faktanya, yang bersangkutan bukan temen dekat dengan saya dan sayangnya, saya jamin bahwa mereka tidak cukup kenal dekat dengan saya juga dan mengenal saya dengan baik seperti saya juga tidak mengenal mereka dengan baik. Saya sangat begitu mengagumi orang yang dengan itikad baik mereka menghitung jumlah bintik jerawat di wajah saya, menghitung helai rambut saya, menghitung setiap lebar lemak saya dan sebagainya.

Intinya apa ? apa saya mau bilang kalau saya benci mereka dan tidak menghargai pendapat mereka? I don’t mean it. Seperti saya bilang sebelumnya, saya begitu menghargain mereka dan pendapat mereka. Bagaimana respon saya dengan pendapat itu sudah pasti ada dalam jangkauan saya sendiri. Hey remember, no one can feel it for you if you don’t let it. Jika memang saya terlalu dipusingkan dengan pendapat demikian, bisa dipastikan keesokan harinya saya akan menghabiskan waktu seharian mencari pakar estetika kecantikan yang bisa melenyapkan jerawat saya sekejap layaknya seorang pesulap menghilangkan burung merpati dari sangkarnya, saya akan ke salon dan melakukan penanaman rambut dadakan demi menambah helai rambut saya atau bahkan jika memang saya gemukan maka setiap makan di mana saja saya akan membawa timbangan kalori dan meyakinkan bahwa asupan harian saya sesuai dengan anjuran diet dari dokter. Menghabiskan waktu dengan minum air putih segalon tiap hari dan bahkan sangat merasa berdosa untuk setiap kepingan biskuit oreo yang masuk ke dalam mulut saya.

Sadar atau tidak, kita sering mendapati hal demikian dalam hidup kita sehari-hari. Saat seseorang yang sebenarnya tidak mengenal kita dengan baik, alias hanya tau kulit arinya doang itu juga Cuma setengah memberikan pendapat yang bisa membuat kita down, mereka dengan suksesnya bisa merusak hari-hari kita. Ada baiknya jika kita dalam situasi demikian, saat si ‘sok kenal’ ini kasih komentar negative then say thanks for their so adorable attention and then act positive for that. Don’t take yourself too deep for a useless comment from someone who doesn’t know you well. Kadang kala, mereka juga gak betul-betul bermaksud demikian lho, alias sekedar asal-bunyi. Tapi jika anda seorang attention-whore mungkin ada baiknya sih mempertimbangkan hal sekecil ini. Mau cari perhatian di mana saja berada, masa dalam keadaan tidak menarik ? hahahaha …

Jadi gimana, masih mau pusing-pusing dan ribet dengan hal begituan ?. Saya harap tidak. Finally, strawberry juice with jelly anyone?

4 thoughts on “just when I take a positive respond

  1. nich says:

    hmm..
    ..rambut, enggak ada..
    ..jerawat, gak ada juga..
    ..gemuk? enggak juga
    kaya’nya itu bukan komentar dari abang yah :p

    aku sadar, aku ini bukan orang yang menaruh perhatian dengan tampilan fisik seseorang.. makanya sang mantan selalu protes gara-gara gak pernah kutanggapi apa pun yang dipresentasikannya =))

    • miss hennie says:

      yupe .. you’re right bro … jarang sih cowo sampe memperhatikan se-detail itu. i think i had fun with you at the celebration.

      ngemeng-ngemeng soal ‘ex’.
      apa ini menuju kepada miss ‘s’ ? *opssss ….*

  2. dona says:

    really love your story k,,,:)

    kmrn ada jg yg kata”nya agak2 mirip dgn yg kk ceritain diatas,,tp di ‘iya’ kan ajalah smua biar cepat..haha

    *again, getting a new view after reading your story..*

    • miss hennie says:

      heheh … thanks for loving my story. bener sih, bukan tujuan mencela ini. cuma mo bantu bentuk respon kita ajah klo dapet kasus beginian. toh kenyataan emang masi banyak kaum wanita yang masih dipusingkan dengan komentar dari golongan orang yang ‘sok-dekat’ gitu.

      iyakan ajah .. biar cepet trus jangan lupa say thanks and act yang menurut kita baek😀. people can say anything what they want but we-ourselves keeps the responsibility for that.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s