APPRECIATION – PENGHARGAAN


Di dunia ini ada lebih banyak yang lapar cinta dan penghargaan daripada yang lapar roti – Mother Teressa (Pemenang Nobel Perdamaian)

Aku belum pernah bertemu orang, setinggi apapun statusnya, yang tidak bekerja lebih baik dan berusaha lebih keras dengan dorongan persetujuan dibanding dengan dorongan celaan.

Dari pengalaman yang saya dapatkan sampai saat ini, ada beberapa alasan orangΒ  buat pindah kerja. Ada alesan uang, teman kerja, gak dihargain dan sebagainya. Yang setelah saya pikir-pikir ternyata yang paling gede itu adalah masalah PENGHARGAAN. Sebagai manusia, saya jamin pasti semua pengen dihargain walo bentuknya gak harus selalu disanjung ke setiap orang. Ada banyak hal-hal kecil yang ternyata berupa penghargaan kepada kita.

appreciation

Contohnya nih bagi saya sendiri. Beberapa bulan yang lalu dalam pekerjaan, saya punya masalah yang belum nemu solusinya. Udah coba pake segala macem cara, errornya masih tetep betah disitu. Ya pasti betahlah, orang belum disolved. Nah, dengan perjuangan berat dan disertai cucuran keringat dan air mata *lebay*, akhirnya kita bisa solved. Saya pribadi seneng banget, ternyata klo ada usaha pasti ada jalan. Kasus itu selesainya hari Jumat, Sabtu – Minggu kebetulan saya libur. Senin saya kembali bekerja, dan betapa bahagianya saya ternyata ada beberapa email baru (termasuk dari presdir kantor saya) yang nulis Say thanks for our great effort. Walaupun cuma berupa email dan bukan traktiran makan siang, saya bener-bener senang sekali. Itu berarti dia peduli kepada saya dan kerja keras saya dan temen setim saya.

Beda lagi dengan kasus temen se-tim saya. berhubung dia ada kerja di kota lain, maka saya handle klien saya sendirian. Beberapa hari kemudian kita tergabung lagi dalam tim dan dia membawakan saya cookies coklat sebagai tanda ucapan terima kasih. cookies berapa sih harganya ? gak mahal lho … tapi cara dia menghargain saya melalu sebuah cookies itu pasti gak akan saya lupakan.

Ibu saya juga pernah punya cerita demikian, setiap saya melakukan isi ulang pulsanya, dia pasti sms saya begini
“Makasih ya sayang, pulsanya udah sampe. Selamat bekerja ya, Tuhan berkati”.

Saya juga kerap melakukan hal yang demikian kepada ibu saya. Jika saya kebetulan mudik, dia pasti akan masak macem-macem makanan kesukaan kita. Untuk menghargain usahanya, saya memeluknya dan bilang
“Ehmm … makanannya enak lho ma, makasih ya “

Ada banyak cara menghargain orang yang mungkin gak bisa dibeberin satu-satu. Kalo saya beberin disini *lengkap dengan studi kasusnya*, bisa jadi saya harus bikin account wordpress atau provider-blog-free yang lain. Tapi pada intinya, cara menghargain orang itu ada macem-macem. Jangan pernah pikirin kalo orang yang ingin kita hargain itu gak akan tau, yang penting kita memberi secara ikhlas dan bukan paksaan. Secara umum, memberikan penghargaan itu dibagi dalam tiga bagian besar yaitu auditori, visual dan kinestetik.Semuanya merupakan tiga cara berbeda otak menyerap informasi, dan semua orang punya jenis yang paling dominan.

Orang auditori harus mendengar, orang visual harus melihatnya dan kinestetik harus merasakannya. Orang visual cenderung menyukai penghargaan berupa benda yang bisa diliat, ditempelkan di kulkas ato lemari mereka. Mereka menyukai surat, kartu, sertifikat, bunga, plakat, foto, dkk. Mereka bisa menyimpan selamanya. Orang-orang kinestetik perlu merasakannya, misalnya melalui pelukan, jabat tangan, tepukan di punggung. Sedangkan orang auditori lebih cenderung menyukai dihargai dengan cara diucapkan. Misalnya dengan mengatakan “terima kasih, pekerjaan anda sungguh baik sekali. saya tahu, saya bisa mengandalkan anda”.

So, susahkah buat menghargain orang ?

2 thoughts on “APPRECIATION – PENGHARGAAN

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s