andai ia tahu


Kembali malam ini kita duduk dalam remang, tertelan temaramnya lampu café. Kamu, duduk di seberang sana dengan baju santai yang masih sanggup membuat tenggorokanku tercekat. Tanganmu terjulur di atas meja, seakan ingin menggapaiku. Ingin kuraih tangan itu dan menempatkannya di hatiku, di tempat dimana dia seharusnya berada. Walau dalam lima detik kemudian, aku menyadari bahwa itu hanya sebuah fantasiku saja. Dengan lunglai kamu berucap

“Dia menolakku. Semua pengorbananku sia-sia. Dia memilih pria lain”

Di sudut hati yang paling dalam aku melonjak kegirangan. Itu artinya aku masih bisa merasakan tawamu, berbagi kecewaan denganmu, memilikimu lebih lama lagi walau semuanya dalam label “sahabat”. Tapi di sudut lain aku juga merasakan rasa sedih, mencoba berempati dengan pria ini yang belakangan ini selalu menghiasi mimpiku. Benar kata orang, mimpi mengurangi kualitas tidur. Tapi seperti mekanisme mesin, kamu selalu datang tanpa diminta di setiap mimpiku. Setiap malam !.

“Kenapa kemaren dia menerima kado yang kuberikan ? kenapa seminggu lalu dia juga mau diajakin nonton ?”

Aku hanya tetap terdiam. Terdiam melihat dia dan segala bentuk kesedihannya. Dentingan piano mengalun sendu. Sembilan puluh detik berlalu dalam diam. Lidahku kelu. Sulit menjadi munafik saat aku dihadapkan antara cinta dan persahabatan.

“Aku capek dan benar-benar merasa bodoh. Dua tahun berjalan percuma !”

Bagimu dua tahun percuma, bagiku dua tahun penuh keindahan dan kenangan. Walau kau terkadang mengingatku saat kau menginginkan semangkuk bakso panas dan sebotol teh dingin. Bukan menginginkan saat hari kasih sayang tiba, bukan wanita yang akan kau hadiahkan sejuta mawar putih.

andai ia tahu ...

Kembali pikiranku dibawa kepada suatu Minggu indah dua tahun lalu. Aku bertemu dengannya di gereja. Dia seorang anak pindahan dari kota lain dan mendaftarkan diri jadi jemaat. Dari pertama aku menatap matanya, perasaanku sudah tidak karuan. Dia seakan-akan menjadi oase di hatiku yang nelangsa. Sayang, dia bukannya balik menatapku seintim aku ingin menatapnya. Dia tidak berkedip sedikit pun dari gadis di sebelahku. Dia menyukai sahabatku. Ada pepatah mengatakan “saat engkau jatuh cinta, engkau bisa menjadi konyol dan mencari seribu satu cara untuk tetap berdekatan dengannya”. Itulah aku, peran mak comblang menjadi mediaku untuk bisa selalu bersama dengannya.

“Jadi kamu sekarang mau bagaimana ?”

Demikianlah ciri khas curhat antara aku dan dirinya. Jangan pernah memberi nasihat panjang lebar saat seorang menderita patah hati. Biarkanlah dia tuangkan semua isi hatinya dan tetaplah setia di sisinya sebagai pendengar. Aku tahu, kamu sudah tahu berbuat apa sebagaimana kamu selalu tahu isi hatimu sendiri, pikiranmu, kebahagiaan dan kesenanganmu. Kamu hanya butuh kalimat tanya untuk memecah keheningan malam.

“Diam dan menata kembali hidupku ! tidak ada lagi usaha macam-macam. Aku tahu akan ada seseorang di luar sana yang sanggup mencintai aku dan menyayangi aku apa adanya”

Pesanan kami diantar oleh pramusaji. Seraya mengatakan terima kasih kepada pramusaji dia menyodorkan minuman kepadaku dan mulai mengangkat gelas

“Untuk cinta lain yang lebih baik lagi, Cheers !”

Sesuatu dalam ucapan itu terlalu menyakitkan hatiku. Entah karena cuaca malam yang semakin dingin, entah karena dentingan piano yang serasa menyayat, entah karena minuman ini mendadak jadi pahit di lidahku, entah karena kamu yang terlalu tuli untuk bisa mendengar atau terlalu buta untuk bisa melihat.

“Kamu sakit ?”

“Oh tidak, aku baik-baik saja. Mungkin karena baru pertama kali aja aku coba minuman seperti ini”

Kembali dia tersenyum dan asik dengan makanannya…

Kembali kutatap dia dengan kekuatan hati yang kumiliki

Kembali sudut di ruang hatiku berujar

“Seorang malaikat ada di depanmu, kamu tak pernah tahu. Kamu hanya terus menanti manusia biasa yang seakan turun dari surga…”

5 thoughts on “andai ia tahu

    • miss hennie says:

      hi ste …. cewek donk, kan ada gini nih teksnya
      “… bukan wanita yang akan kau hadiahkan sejuta mawar putih”
      dan ini pak …
      “Dia tidak berkedip sedikit pun dari gadis di sebelahku. Dia menyukai sahabatku. Ada pepatah mengatakan ”

      eh tukeran blogroll yuk !~

      • ste says:

        hooo,
        gw bingung aja bacanya mau menempatkan diposisi mana,
        tapi justru di situ menariknya, sampe harus gw baca berkali-kali, hahaha

        gw udah jarang nge-blog lagi pes, cuma sekedar blogwalking doang😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s