여보세요 !


Beberapa minggu belakangan ini, walau malu harus mengakui tapi saya lagi tergila-gila dengan drama korea. Bahkan ditengah kegilaan saya ini, saya mulai belajar bahasa korea (yoboseyo !!) sedikit. Namanya film asia, gak jauh-jauh dari unsur drama yang menurut saya kadang malah jadi over-lebay. Tapi walau lebay, tetep tidak mengurangi besarnya rasa cinta saya buat nonton (saat ini sih, besok gak tau trendnya saya bakalan nonton apa lagi? film india kali? who knows).

Terlepas dari lebaynya film ini, kadang saya yang menonton juga jadi ikut-ikutan lebay dan tanpa disadari kadang memaksa saya kembali ke kisah cinta saya (yang udah kandas beberapa tahun yang lalu. petetik banget sih looooo ? terserah😛). Teringat masa pedekate yang begitu cupu. Jaman saya dulu nih, belum kenal namanya ponsel. Benda paling canggih saat itu adalah messenger dengan emoticon ala kadarnya. Pertama kali melihat kecengan “mr.x is available“, senengnya bukan main. Belum lagi kalau dia tiba-tiba menyapa. Serasa di ruangan yang penuh komputer itu cuma ada saya seorang (jaman dulu kan benda yang namanya modem itu belum ngetop atau bahkan belum diciptakan. Jadi warnet termasuk tongkrongan mahal kala itu. Duh bo? gue hidup zaman kapan sih ?).

Setelah melalui tahap pedekate yang menurut saya lumayan lama dan cukup membuat jantung saya pitnes beberapa bulan, akhirnya kita resmi menjadi sepasang kekasih. Ternyata pedekate beberapa bulan itu gak cukup ampuh buat dijadikan indikator kalau suatu hubungan juga akan berjalan lama. Mungkin saya adalah salah satu contoh nyatanya. Kita bubaran gak berapa lama kemudian. Saya menghargain kebersamaan singkat yang ada di antara kami, lelucon yang bener-bener lucu atau lelucon yang sebenarnya bukan lelucon (tapi bagi sepasang kekasih bisa menjadi hal yang super lucu), genggaman tangan, berbotol-botol teh dan hujan yang kami bagi bersama. Saya juga menghargain segala pujian yang dia berikan walau kadang tidak tulus diucapkan, hanya keluar dengan tujuan menyenangkan saya (bagi dia memuji saya seakan merontokkan harga dirinya, karena dia mengganggap bahwa dia adalah manusia paling tampan yang bergerak di bumi yang pernah Tuhan ciptakan).

Walau jika ditanya sekarang apakah saya masih menyimpan rasa buat dia, saya bisa menjawab dengan tegas “TIDAK”. Tapi tetap, kenangan tentang dia akan menjadi salah satu bagian hidup yang melengkapi pribadi saya hingga bisa menjadi seperti sekarang. Saya gak tau pasti apa dia bakalan baca tulisan ini atau enggak (i don’t really care since there is nothing between us), but thanks for ever loved and shared the moments with me.

2 thoughts on “여보세요 !

  1. Munthe Ivonne says:

    Suka di lines yang ini kak

    “Walau jika ditanya sekarang apakah saya masih menyimpan rasa buat dia, saya bisa menjawab dengan tegas “TIDAK” ”

    menyimpan semua kenangan ga berarti masih punya rasa ya kan??😀

  2. miss hennie says:

    yup … emang kalo udah putus mendadak lupa ingatan juga ? biar lupa semua? enggaklah …
    dia masih tetep ada di sana, di suatu tempat dalam memori kita. itu gak akan pernah ilang …

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s