facebook : the social network


It’s been long time that I did not made any movie review. Bukan  berarti saya udah berhenti dari hobby saya ini lho. Menonton bagi saya udah kayak candu, setelah membaca. Nah, film terakhir yang saya tonton adalah “The Social Network”. Asal muasal facebook (apa itu facebook ? hareee geneee gak tau dan gak punya facebook. Orang boleh gak punya duit, gak punya pacar, gak punya kerja, tapi haram jadah kalau sampe gak punya facebook). Begitulah pendapat teman saya beberapa belas bulan silam, setelah saya rada terbelakang memiliki account di jaringan pertemanan raksasa ini.

Saya bekerja di bidang IT selama lima tahun belakangan ini. Selama itu pula saya masih terkagum-kagum dengan jutawan-jutawan IT yang memulai bisnis raksasa mereka dengan mengetik bahasa-super-aneh yang setelah kuliah saya tahu bahwa itu adalah sintaks-program. Kekaguman itu termasuk juga kepada Mark Zuckerberg, yang kebetulan memilik persamaan dengan saya yaitu usia dan bidang pekerjaan. Kecuali kenyataan pahit, bahwa dia sekarang sudah menjadi CEO dengan penghasilan ratusan juta dollar (camkan ! ratusan juta US dollar setiap tahun) sedangkan saya masih tertatih-tatih dan untuk sementara waktu harus cukup puas bekerja sebagai seorang consultant di perusahaan Yahudi.

 

this is facebook buddy !

Dari segi jalan cerita, film ini memiliki jalan cerita standart. tipikal pahlawan gitu. Kebenaran akan selalu terkuak di akhirnya dan tentu saja sang jagoan akan muncul sebagai pemenang, walau dalam film ini pemeran antagonis tidak merenggang nyawa di ujung pistol sang jagoan. Cerita yang diawali pertengkaran mark dengan teman kencannya dan diakhiri kenyataan pahit bahwa he was dumped by a girl (saya gak tau apakah erica itu  bener-bener ada, dan kalau dia bener ada saya yakin sejuta kali yakin kalau dia menyesal pernah membuang seorang Mark). Untuk membalasa sakit hati karena udah dicampakkan, dia kembali ke asrama dan berniat balas dendam. He started to revenge by ranking the university girls over the states (yang jaringannya lemah, sehinngga dengan gampang dibobol oleh mark).

Respon terhadap website tersebut ternyata di luar dugaan dan diakses oleh ribuan mahasiswa dalam semalam. (Hal ini juga sangat hebat. Mark bisa bikin web yang bisa diakses ribuan user dalam satu waktu tanpa membuat aplikasi tersebut crash – i thought that they coded it on perl under linux, please CMIIW -. Aplikasinya gak bermasalah.. yang bermasalah adalah jaringan Harvard). Barang sejenis facebook ini bukanlah hal baru, sebelumnya telah ada aplikasi yang duluan ngetop di pasaran. Ada friendster dan myspace ( I have got account in both sites), jadi ketika si kembar Winklevoss menawarkan ide ini Mark tentu saja kepikiran pada kedua web tersebut dan sejujurnya dia sedikit pesimis. But he loves to code and loves the idea, akhirnya mark menyetujui ide tersebut. I don’t think and don’t see either, dimana mereka mulai diskusi, bikin blue-print atau tahap-tahap lainnya, tapi karena emang dasarnya udah seneng coding, theFacebook ini pada akhirnya diselesaikan oleh Mark sendiri dan investasi awal serta sosialisasi ke orang-orang dibantu oleh Eduardo Savirin.

Karena responnya bagus, maka Mark dan temannya mulai menawarkan web yang awalnya diberi nama “TheFacebook”  kepada kampus-kampus yang ada di negara bagian lain di US. Ibarat kata pepatah, pucuk dicinta ulam pun tiba. Ternyata web itu diterima dengan baik di beberapa kampus dan seperti yang udah bisa ditebak, theFacebook menjadi candu baru bagi mahasiswa-mahasiswa di sana. Jadi efek candu facebook yang ada saat ini ternyata udah bawaan lahir. Bahkan ada salah satu dialog yang saya anggap lucu di film tersebut :

Marylin Delpy: What are you doing?
Mark Zuckerberg: Checking in to see how it’s going in Bosnia.
Marylin Delpy: Bosnia. They don’t have roads, but they have Facebook.
[Mark says nothing]
Marylin Delpy: You must really hate the Winklevosses.
Mark Zuckerberg: I don’t hate anybody. The “Winklevii” aren’t suing me for intellectual property theft. They’re suing me because for the first time in their lives, things didn’t go exactly the way they were supposed to for them.

Dalam perkembangannya sampai seperti sekarang ini, Mark dan Eduardo dibantun oleh Sean Parker (a man who invented Napster) yang memperkenalkan web ini pada seorang pemegang saham. Walau pada akhirnya, mereka ini menjadi musuh Mark. Eduardo keluar dari Facebook karena porsi kepemilikan sahamnya berkurang dari 30% menjadi 0.3% sedangkan Sean tersandung masalah kokain. (if you don’t have time to watch this movie, you can find the whole story by accessing wikipedia. It will tell you more).

Saya merasa film ini masuk dalam kategori “must be watched !”. Kenapa ? :
1. Mark is inspiring. Gimana dia dengan umur semuda itu, dengan kreatifitas dan kerja keras bisa menghasilkan (says money) dan kesuksesannya sendiri. Hari gini masih ngarep warisan bokap/nyokap ?. I think you can put him as your role model.

2. Skenarionya keren. Most of them are reasonable scenario. Dialog favorit saya adalah :
“Gage: Mr. Zuckerberg, do I have your full attention?
Mark Zuckerberg: [stares out the window] No.
Gage: Do you think I deserve it?
Mark Zuckerberg: [looks at the lawyer] What?
Gage: Do you think I deserve your full attention?
Mark Zuckerberg: I had to swear an oath before we began this deposition, and I don’t want to perjure myself, so I have a legal obligation to say no.
Gage: Okay – no. You don’t think I deserve your attention.
Mark Zuckerberg: I think if your clients want to sit on my shoulders and call themselves tall, they have the right to give it a try – but there’s no requirement that I enjoy sitting here listening to people lie. You have part of my attention – you have the minimum amount. The rest of my attention is back at the offices of Facebook, where my colleagues and I are doing things that no one in this room, including and especially your clients, are intellectually or creatively capable of doing.
[pauses]
Mark Zuckerberg: Did I adequately answer your condescending question?

3. I love the wardrobe dan tentu saja sangat mudah dan murah untuk ditiru (anyway, you’ll only hear words “prada” but you won’t find it here. Intinya : pakaian and all the clingy things itu faktor yang gak penting banget. You won’t find people who had breakfast with a sun glasses like racing car).

4. International rating buat film ini juga bagus (last time i saw, 8.5 out of 10 – IMDB.com).

5. Film ini menggugah selera saya tentang facebook dan “software” canggih di belakangnya. Dan tentu saja om google memberikan semuanya.

PS : ini hanya berupa review sekilas doang. kalo mau tau komplitnya boleh dateng ke link ini !

One thought on “facebook : the social network

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s