made of honor


So fellaz, a few days ago in my very boring time, then I picked up an old movie from my DVD Case. Not reallly old movie, it was 2008 and entitled “made of honour”.

made of honor

Jadi, cerita ini berkisah tentang Tom dan Hannah yang memutuskan bersahabat sejak dari jaman kuliah. Persahabatan yang dimulai karena kesalahpahaman Hallowen Night ternyata berlanjut terus sampai keduanya mulai bekerja. Nice friendship relationship I think. Si cowok, buaya darat yang walau buaya tapi tetap dikerubungin begitu banyak wanita (the term of “dikerubungin” here refers to Tom always has different girl to be slept with almost everynight. Cowok lain pasti mikir “what a lucky man !”).

Singkat cerita, temen jadi demen. Karena dari semua cewek yang pernah dia ajak tidur, hannah bukanlah salah satu dari mereka. Cewek yang memiliki prinsip “never slept with a man that she loves”. Di suatu malam yang indah, saat Tom merasa yakin bahwa dia hanya menginginkan Hannah untuk menjadi wanita terakhir dari hidupnya, Hannah mengumumkan pernikahannya dengan Collin dan meminta TOm menjadi pendamping pengantin…

Kadang memang cinta memang tidak saling memiliki, Tapi kalau pada akhirnya tidak saling memiliki, lebih baik diikuti dengan tidak saling memandang dan bertatap muka. Bah ! ini malah mau diminta jadi pendamping pengantin lagi. Dengan sisa ketegaran hati yang dia miliki (namanya juga pelem, segala sesuatu jadi mungkin). Tom membiarkan dirinya menjadi pendamping pengantin, menemani Hannah menghabiskan hari terakhir lajangnya sebelum akhirnya mengakhiri sisa hidup dengan seorang pria, yang tentu saja bukan dirinya.

Ending yang sangat ketebak, Happy Ending ! Pada akhirnya Tom dengan sisa kepercayaan diri dan nyali yang dia miliki jujur dengan perasaannya di hadapan Hannah dan (sekali lagi, namanya pelem) Hannah memutuskan untuk membatalkan pernikahannya dengan Collin di depan altar dan memilih Tom.

Apa moral dari cerita ini?
Film yang bernuansa komedi romantis ini diinspirasi oleh hal yang menurut saya sangat umum dan sering terjadi dalam kehidupan kita. saat kita bersahabat dengan seorang lawan jenis dan ternyata perasaan yang timbul semakin berkembang dari sayang seorang sahabat menjadi rasa sayang kepada seorang kekasih, adalah hal yang wajar. Ada beberapa yang beruntung menyadarinya sebelum sahabat diembat orang, tapi ada juga yang kurang beruntung hanya bisa gigit jari saat sahabat memilih orang lain dan bukan kita. Bukan karena kita enggan mencoba, tapi terkadang kita hanya membawa asumsi sendiri “dengan selalu jalan bareng dengan dia, sering sms gue yakin dia udah tau kalau gue tulus sayang ama dia”. Seperti cerita ini, Hannah tahu dan menyadari sepenuhnya kalau Tom itu sahabat yang baik dan selalu ada buat Hannah. Ditelpon tengah malem juga, Tom gak pernah marah. Diminta tolongin ini itu juga, Tom tetap membantu. Begitu pulak sebaliknya. But ! pengakuan berupa perkataan itu penting. Not all the people can read our mind perfectly, so better speak up before get losing !

 

Movie Quote:

“Nobody in the world makes me laugh the way you do. You’re my best friend. I just wanna be with you.”

One thought on “made of honor

  1. nich says:

    ehem..

    But ! pengakuan berupa perkataan itu penting.

    kaya’nya ketahan tombol shift di angka 1 ya, Pes?

    Berhubung gak ada spoiler alert alhasil kubaca lah bagian happy ending itu, dan jadi teringa ingat aku akan petuah dari Pak Tennov, “janur kuning juga masih bisa patah koq” :p

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s