love & release


Saya bersumpah untuk tidak cepat jatuh cinta kepada lawan jenis. Hubungan bertahun-tahun yang saya bina dengan seseorang dan saya gadang-gadang akan menuju pelaminan ternyata harus kandas juga. Mungkin kelihatan terlalu sinetron, tetapi hati saya hancur berkeping-keping. Saya mengingat semua waktu, tenaga dan pengorbanan untuk hubungan ini ternyata bukan jaminan menjaga hati seseorang selalu tertuju kepada kita. Setidaknya saya merasakannya saat ini. Beberapa teman memberikan penghiburan dengan mengatakan mantan saya itu adalah bajingan sejati, heart killer, manusia tidak tau diri dan segala caci maki yang mereka bisa pikirkan saat itu dengan satu tujuan pasti, yaitu “menghibur saya”.

love hurts !

Saya berterima kasih untuk semua cacian itu walaupun sebenernya pihak yang tersakiti hanyalah saya sendiri dan bukan mereka. Tetapi seperti yang pernah saya dengar dari seorang teman, salah satu cara ampuh untuk melupakan sang mantan adalah dengan memikirkan kejelekan dan keburukan mereka serta mengingat hal positif yang kita punya serta menilai betapa bodohnya mereka bisa meninggalkan seseorang yang baik seperti saya. Saya tidak ingin membohongi diri saya, saya terluka, saya benar-benar merasa terjatuh dan dikhianati. Pada akhirnya saya mendapati diri saya bahwa saya butuh menangis, berteriak atau hanya berkata kepada diri saya sendiri di sebuah cermin untuk meluapkan emosi saya yang menurut saya harus segera dikeluarkan sebelum saya mendapati diri saya meledak dan berpencar ke segala arah.

Selain saya kelihatan semakin payah, setidaknya begitulah teman-teman memberikan penilaian terhadap penampilan fisik saya. Saya juga harus mengikhlaskan beberapa kg bobot tubuh saya menyusut. Untuk hal ini saya boleh senang sedikit, setidaknya saya bisa menghemat beberapa koin dari penghasilan saya untuk membayar iuran fitness (Memang dasar oportunis, bisa-bisanya saya melihat keuntungan dari sakit hati yang masih mencoba untuk sembuh).

Saat saya memandang diri saya ke cermin di kamar saya, akhirnya saya menyetujui pendapat rekan kantor, teman nongkrong dan manusia lain yang mengenal saya bahwa saya dalam keadaan payah yang mungkin dalam beberapa minggu lagi jika dibiarkan berkepanjangan maka saya akan menjelma menjadi manusia payah bin konyol. Setelah berubah menjadi manusia payah, maka teman-teman saya mulai akan meninggalkan saya karena saya memilih terpuruk dengan kisah cinta konyol saya. Manusia cenderung tidak ingin berteman dengan manusia payah, karena friends for benefit itu selalu ada walau dalam bentuk kecil sekalipun.

Akhirnya saya menyadari, saya tidak ingin berakhir payah seperti ini. Apalagi setelah saya melihat sang mantan kelihatan baik-baik saja dengan kekasih barunya, menikmati hari-hari bersama mereka seakan saya menjadi sebatang rumput di pinggir jalan yang nasibnya selalu diabaikan. Dia tidak merasa berdosa atau terganggu dengan perubahan saya menjadi manusia payah. Saya selalu mengatakan setiap manusia bertanggung jawab terhadap perasaannya dan takdirnya kelak. Tapi kenapa saya sekarang malah mengingkarinya ? do i turn to be a hypocrite?

Saya memutuskan saya harus bangkit lagi. Saya tidak bisa mengelak kalau saya patah hati, hancur dan nyaris menjadi manusia payah. Segala cerita kegagalan cinta saya itu harus segera dibuang dan saya menyadari bahwa sebenarnya saya punya sumber untuk keluar dari situasi ini. Saya tidak ingin dengan berakhirnya hubungan saya dengan dia, saya semakin menyimpan cinta itu jauh masuk ke dalam hati dan hidup saya sehingga membentuk monumen batu di dalamnya. Saya harus mulai belajar melepaskan karena itulah satu-satunya cara untuk menghilangkan sakit hati saya. Walau saya yakin ini akan menjadi berat, tapi saya tidak akan pernah tahu apakah saya sanggup atau tidak sebelum mencobanya. Melepaskan dan membuat ruang kosong di hati saya untuk diisi kembali. Semua orang punya cerita sedih dan tragedi. Tapi setelah saya pikir-pikir, ternyata putus cinta itu bukan tragedi yang harus dikenang sepanjang sejarah saya menjadi manusia dan anak cucu saya kelak akan mengingat saya sebagai “korban patah hati berkepanjangan”.

Lagi pula, tampang saya juga gak jelek-jelek banget serta karir saya juga masih panjang. Saya yakin bahwa di luar sana, akan ada cinta lain yang sejati buat saya. Yang perlu saya lakukan adalah stay charming dan membuka pintu hati saya selebar-lebarnya untuk semua kemungkinan. Seperti salah satu teman saya pernah katakan kepada saya :
“Hidup di dunia ini sangat singkat dan masing-masing dari kita memiliki hak dan kewajiban. Mencari kebahagiaan adalah salah satu tugas kita di kehidupan yang singkat ini. Kita harus menemukannya walau dalam bentuk paling kecil sekalipun”

finding the one !

7 thoughts on “love & release

  1. nich says:

    kita hari ini adalah kita hari kemarin

    dan bisa disimpulkan juga, kita hari besok ditentukan dari kita hari ini (setuju yah?)

    Jadi jangan habiskan hari ini dengan meratapi hari kemarin, tapi persiapkan hari esok dengan menjadi pribadi yang lebih baik saat ini jugaπŸ˜‰

    Lagian kan, katanya, kandasnya satu hubungan merupakan pondasi buat kesempatan berikutnyaπŸ˜€

    • miss hennie says:

      ah love this quote so much ….:-*
      setuju banget bro, hidup terlalu singkat digunakan untuk meratapi hal yang sudah berlalu.

      terkadang kita bertemu dengan beberapa manusia brengsek sebelum menemukan seseorang yang klop dengan kita. Dengan demikian, we’ll be so thankful when we meet her/him.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s