learned from cockroach (kecoa)


 

Akibat kelalaian saya tadi malem (lupa tutup jendela) sebelum tidur, berkunjunglah seekor kecoa dan hinggap dengan manisnya di televisi. Sejujurnya, saya mending disuruh hadapin client/user di kantor daripada disuruh face-to-face dengan kecoa. Walau saya yakin, kecoa itu juga gak kalah takutnya disuruh hadapin saya.

Karena panik, saya buru-buru keluar dan ambil sapu buat ngusir kecoa tersebut. Saya coba usir pake sapu, eh itu kecoa gak kalah panik dan malah terbang ke atas lemari. Perjuangan belum selesai, saya coba usir lagi dari atas lemari dan kecoanya malah terbang dan masuk ke rak buku. Saya masi tetep berjuang dan ambil pengharum ruangan spray dan nyemprotin itu kecoa (gak punya stok baygon, baunya gak enak). Kecoanya terhuyung-huyung keluar dari rak buku. Saya kirain dia bakalan pingsan, tetapi lagi-lagi saya salah, kecoanya sempat pusing sebentar terus kabur lagi ke atas kulkas dan masuk ke dalam kantung kresek.

(courtesy:http://themetapicture.com/)(courtesy:http://themetapicture.com/)

Perjuangan berakhir, kantung kreseknya buru-buru saya bawa keluar dan buang di tempat semestinya beserta dengan kecoa yang saya yakin pasti lagi kecapean tingkat nasional (cape banget). Proses ini memakan waktu hampir 30 menit. Artinya, dengan suksesnya si kecoa mengurangi jam tidur saya selama 1/2 jam (Sialan… 1/2 jam itu di weekday adalah berkah).

Tapi setelah dipikir-pikir, kecoa itu adalah pejuang tangguh demi hidupnya. Walau bolak-balik dibombardir ama sapu ijuk bahkan cairan pembersih ruangan beracun (Gimana gak beracun, jarak semprotnya cuma 20cm). Mungkin kecoa perlu sesekali berkunjung ke rumah sutradara sinetron stripping Indonesia, jadi mereka bisa belajar. Seekor kecoa yang dianggap cuma sampah aja bisa berjuang demi hidup. Gimana bisa seorang manusia yang dikaruniai akal budi dan pikiran bisa gak punya daya juang buat hidup? Dan salahnya, hal itu dipertontonkan ke sebuah bangsa dengan penduduk 200 juta jiwa.

NB: bagi yang belum tau maksudnya, coba tonton salah satu sinetron stripping di televisi swasta Indonesia dan perhatikan tingkah laku pemeran utamanya (protagonis).

One thought on “learned from cockroach (kecoa)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s