MISS HENNIE – GARAGE SALE!

Hi all,

Postingan ini adalah garage sale dari beberapa produk yang saya miliki (baik berupa preloved, like new ataupun masi baru sama sekali)

Untuk MAKEUP dan SKINCARE. Silahkan cek di bawah:

01. Rimmel Moisture Renew Lipstick in 330 – CORAL GARDEN

Formulanya enak, packagingnya cakep banget. Serius, ungunya itu metalic dan full of luxury gitu. But again, namanya beli online dan swatchnya keliatan bagus. Tapi ternyata pas saya pake di bibir, well saya kurang suka dengan warnanya.

Detail: http://us.rimmellondon.com/products/lips/moisture-renew

02. MUFE Aqua Eyes Pencil Liner

Beli karena ikut-ikutan. Soalnya lagi ngehits. Tapi pas dipake ternyata saya lebih suka finishingnya liquid liner dibandingkan pencil liner. Dengan harga resmi worldwide 19USD (kaliin aja dengan rate sekarang). Maka harga yang ditawarkan sudah murah banget. Btw, bahkan kadang di counter lokal warna ini juga suka OOS.

http://www.makeupforever.com/us/en-us/make-up/eyes/eyeliner/aqua-eyes

http://www.sephora.com/aqua-eyes-P35082

03. Dior Addict Lipstick

Salah satu good deal yang saya berikan adalah dengan melego lipstick ini. Kenapa? Karena counter DIOR sendiri udah gak ada di Indonesia. Kedua, kalau juga mau PO dari seller lain ke Sephora, Nordstrom, Saks dan website sejenisnya. Jatuhnya bisa 400rb -an lebih. Plus pake nunggu sebulan.

Detail: http://www.sephora.com/dior-addict-extreme-lipstick-P305700 – USD 32

04. BNIB The Balm Nude Tude (SOLD OUT. THANK YOU)

Ini adalah deal yang sangat bagus. Karena kalau beli di counter lokal harganya bisa jauh lebih mahal. Kalau PO juga bisa nunggu lebih dari sebulan dengan harga sama atau bahkan lebih mahal. Saya dapet harga bagus ini saat Black Friday Sale (kurs USD to IDR nya juga gak segila sekarang).

Detai: http://www.thebalm.com/nude-tude.html

05.  Covergirl Outlast Stay Fabulous  in Buff Beige (SOLD OUT. THANK YOU)

Foundie ini sebenernya amat bagus untuk kulit yang cenderung berminyak (oily). Di awal pemakaian, hasil yang diberikan adalah matte. Tapi lama kelamaan, karena kulit berminyak maka hasilnya berubah menjadi dewy. Saya pribadi sangat suka dengan tekstur (teksturnya lebih ringan dibandingkan foundie lain, apalagi BBC korea yang ujung-ujungnya malah bikin jerawatan. coveragenya juga lumayan untuk produk dengan harga segini). Kenapa saya jual? Nama beli online, ternyata shadesnya kurang cocok di saya.

Detail: http://www.covergirl.com/beauty-products/face-makeup/foundation-makeup/outlast-stay-fabulous-foundation

06.  Borjouis Blush on Rose D’or

Kalau kamu suka blush on pink segar dengan efek shimmer yang gak lebay dan harga gak menguras kantong. Maka produk Borjous ini adalah pilihan yang tepat. Staying powernya cukup lama, jatuhnya di kulit lebih natural, shimmernya yang gak berlebihan bikin hasilnya seolah-olah emang pipi asli kita bersemu-semu dari dalam. Sayangnya, saya diberi kado dengan warna yang sama dengan ini tapi merk tetangga (Make Up Forever). Karena pipinya cuma sepasang, takut ini keburu expired sebelum abis, makanya saya jual murah saja

Detail: http://www.bourjois.co.uk/catalog/make_up/complexion/blush/little_round_pot_blush

Beberapa info:

1. Untuk detail, bisa direquest. Sedangkan untuk swatch, silahkan googling dulu

2. Saya gak jual barang KW or Fake or Abal dan sejenisnya. Jadi bisa dipastikan semua barang ini adalah ASLI dan hampir semua dateng dari USA. Kalau ada yang nanya dan email saya pake nanya “Ini barangnya asli gak sis?”. Tenang saja, gak akan saya jawab. Kalo gak percaya, gak usah beli. AS SIMPLE AS THAT.

3. Barang dikirim dari Jakarta melalui TIKI/JNE. Dari saya, pasti akan dipacking seaman-aman dan serapih-rapihnya (saya akan bubble-wrap dengan penuh perasaan). Setelah dibayar, baru barang akan saya kirimkan. Resi menyusul. Selebihnya, silahkan tracking melalui website resmi TIKI/JNE.

4. Pembayaran hanya melalui BCA. Jangan ditanya rekening lain.

5. Harga PASS. No NEGO dan NO Free Ongkir. Kecuali diborong semua

6. Yang minat, boleh komen di blog ini atau e-mail ke hennie_debski@hotmail.com (id LINE or Whatsapp akan diberikan jika serius)

Untuk fashion, bisa klik link berikut:
http://kask.us/hCcDq

Dijamin harga murah dan bersahabat.
Happy shopping and thank you

 

 

Penting: Gimana sih antri di ATM itu?

            Hari gini, apalagi di kota besar kayaknya udah hampir semua orang punya kartu debit (atau biasa disebut kartu ATM). Bahkan beberapa orang, bisa jadi punya lebih dari satu. Makanya gak heran, hampir setiap sudut kota (terlebih Jakarta) gampang ditemukan ATM. Tapi, walaupun begitu terkadang banyaknya ATM ini gak menjamin juga semua transaksi bisa dilakukan dengan cepat. Tetap aja terlihat antrian panjang di beberapa tempat (apalagi pusat perbelanjaan dan sebangsanya). Saya pribadi nih, sebenarnya paling males antri di ATM. Cuma untuk tarik tunai, daripada antri di bank saya masi tetep milih ATM. Saya yakin, banyak orang juga kayak saya. Males antri di ATM.

Sepanjang pengamatan saya, masih banyak orang yang kurang paham aturan dalam menggunakan ATM. Mulai dari antri sampai selesai transaksi. Sebagai sesama pengguna ATM yang notabene mau cepet, saya punya beberapa tips dan aturan dalam menggunakan mesin ATM dalam keadaan antri

1. Saat menunggu orang selesai bertransaksi di ATM, ada baiknya kita udah mulai mempersiapkan kartu ATM yang akan kita gunakan. Bukan cuma sekali dua kali lho, saya ngeliat orang rempong abis di depan mesin ATM cuma untuk mengeluarkan kartu ATM doang.

2. Jika kita ada di antrian nomer 1 (tinggal seorang doang yang lagi transaksi). Please, jaga jarak! Saya paling gak suka diintipin ama orang kepo yang mau tau saldo saya berapa, yang mau tau tagihan kartu kredit saya berapa, atau hal-hal kepo lainnya. This is so annoying lho! Anda juga pasti gak senang kan kalau lagi transaksi diintipin ama orang yang tidak dikenal.

3. Jika mau melakukan transaksi lain selain tarik tunai, please persiapkan segala hal yang mau dibutuhkan. Misalnya nih, kalau mau transfer duit tolong udah dipersiapkan catetan (bisa di kertas kek, ponsel kek, tablet kek atau apapun) yang dibutuhkan. Jadi, sampe mesin ATM gak gratak-grutuk cari kertas, buka ponsel, tablet dan sebangsanya. Kasus ekstrimnya, saya pernah ketemu seseorang yang mau transfer duit baru nelepon orang lain buat nanya nomor rekening tujuan. Sukur-sukur masih sekali dial langsung diangkat dan dikasi tau nomer rekeningnnya. Yah kalo kagak? ampun dijeh deh. Atau kalau mau lebih simple, hari  gini gitu lho. Di setiap sudut orang udah make smartphone. Transaksi via mobile banking atau internet banking malah lebih nyaman, asik dan lebih cepet. Kalau udah tau make browser, facebook-an, twitteran dan sebangsanya, transaksi bank via mobile or internet is just a piece of cake.

4. Beberapa kali di mesin ATM, ada orang yang mungkin nyuekin struk transaksi (bukti transfer, bukti penarikan tunai yang menampilkan sisa saldo). Udah dicuekin gitu, saya kirain ya orang lain akan berlaku hal yang sama. Eh ternyata, ada juga beberapa orang yang hobi kepo mau tau saldo orang lain dengan ngeliatin struk-struk tersebut. Ampun deh!

5. The most important thing is JANGAN PERNAH NYELA ANTRIAN! Please, ini penting banget. Berapa kali antrian ATM saya disela oleh orang-orang gak jelas. Kalau orangnya minta ijin karena tingkat urgensi transaksinya penting sih mungkin saya akan kasih (tapi ini masih mungkin lho), tapi ada beberapa orang pasang tampang super bloon maen nyela antrian. Ehmm..no.. no semua butuh cepet dan kalau mau sama-sama cepet, biasakan antri!

Dari poin-poin saya di atas sih sebenernya hal ini gak susah dilakuin. Makanya biar sama-sama enak, yuk mari belajar dan melakukan transaksi di ATM dengan baik, benar dan sopan.

learned from cockroach (kecoa)

 

Akibat kelalaian saya tadi malem (lupa tutup jendela) sebelum tidur, berkunjunglah seekor kecoa dan hinggap dengan manisnya di televisi. Sejujurnya, saya mending disuruh hadapin client/user di kantor daripada disuruh face-to-face dengan kecoa. Walau saya yakin, kecoa itu juga gak kalah takutnya disuruh hadapin saya.

Karena panik, saya buru-buru keluar dan ambil sapu buat ngusir kecoa tersebut. Saya coba usir pake sapu, eh itu kecoa gak kalah panik dan malah terbang ke atas lemari. Perjuangan belum selesai, saya coba usir lagi dari atas lemari dan kecoanya malah terbang dan masuk ke rak buku. Saya masi tetep berjuang dan ambil pengharum ruangan spray dan nyemprotin itu kecoa (gak punya stok baygon, baunya gak enak). Kecoanya terhuyung-huyung keluar dari rak buku. Saya kirain dia bakalan pingsan, tetapi lagi-lagi saya salah, kecoanya sempat pusing sebentar terus kabur lagi ke atas kulkas dan masuk ke dalam kantung kresek.

(courtesy:http://themetapicture.com/)(courtesy:http://themetapicture.com/)

Perjuangan berakhir, kantung kreseknya buru-buru saya bawa keluar dan buang di tempat semestinya beserta dengan kecoa yang saya yakin pasti lagi kecapean tingkat nasional (cape banget). Proses ini memakan waktu hampir 30 menit. Artinya, dengan suksesnya si kecoa mengurangi jam tidur saya selama 1/2 jam (Sialan… 1/2 jam itu di weekday adalah berkah).

Tapi setelah dipikir-pikir, kecoa itu adalah pejuang tangguh demi hidupnya. Walau bolak-balik dibombardir ama sapu ijuk bahkan cairan pembersih ruangan beracun (Gimana gak beracun, jarak semprotnya cuma 20cm). Mungkin kecoa perlu sesekali berkunjung ke rumah sutradara sinetron stripping Indonesia, jadi mereka bisa belajar. Seekor kecoa yang dianggap cuma sampah aja bisa berjuang demi hidup. Gimana bisa seorang manusia yang dikaruniai akal budi dan pikiran bisa gak punya daya juang buat hidup? Dan salahnya, hal itu dipertontonkan ke sebuah bangsa dengan penduduk 200 juta jiwa.

NB: bagi yang belum tau maksudnya, coba tonton salah satu sinetron stripping di televisi swasta Indonesia dan perhatikan tingkah laku pemeran utamanya (protagonis).

Your love life!

Where your love life really starts – within you !

You simply must TAKE CARE of YOU regularly – because inner happiness is what it takes to get and keep a successful relationship.

When you don’t take care of your own happines, it will take a toll on not just you, but everyone around you – and on your love life too!

One people says, “Happiness attracts. It magnetizes people to you.”

love-love-33115716-500-333

Are you one of those women who goes for days and weeks NOT doing something nice for yourself – such as stopping at your favorite coffee place; taking a long, hot bath; getting your hair or nails looking gorgeous?

What about your body – are you doing things that make it feel and look good, or are you just saving that for later?

There’s so much great FREE information around these days, on the Internet and on TV, and yes, in the library.You can learn so much from the self-help shows on what to wear, how to be more healthy, and how to make your place look great – and so much more.

No time? Then your first job is to simplify your life, right? Sit down and start eliminating everything that is clogging up your time – that doesn’t have to be there. If you don’t make enough time for fun and laughter, and for “treating” yourself, then you’ll soon be a grumpy old hag that no one wants to be around.

When you put yourself first, you’ll be so much better able to help others and enhance their lives and yours too. Everyone in your life will benefit when you take care of YOU.

So control your happiness level by taking good care of yourself and doing things which make you happy – especially when you’re under stress.It’s Sunday – no excuses – make this day a day to rejuvenate YOU – and watch other things start falling into place.

“This world is so hungry and starved for happiness that if you have it, people want to be near you, to let you shine on them.People will feel that you must be special to have a happy life.”

Have a good life, everyone!

sotoy

Karena menikah, bukanlah sebuah prestasi keren …. ~ Tiga Venus by Clara Ng

Well, walau saya tidak menyukai ini tapi terkadang saya menyerah dan menyetujui bahwa terkadang beberapa wanita adalah mahkluk paling lebay di dunia ini. Bukan tidak beralasan juga saya mengungkapkannya. Cerita ini diawali, beberapa hari lalu seorang teman (teman lho, bukan sahabat … artinya teman = hanya kenal seperlunya dan tidak mengetahui detail kehidupan saya. singkat kata, hanya kenal saya sedikit tapi memiliki level sotoy yang luar biasa).

Ok, saya sekarang menyandang status single dan so far, i enjoy my life. It means, kalau saya merasa nyaman dengan hidup saya, saya tidak menuntut terlalu banyak dari orang lain selain hargai saya saja. Nah, kembali ke si teman ini … akhirnya mulailah dia dengan maksud “perjodohan” antara saya dengan seorang kenalan dia (sotoy nomor 1. karena saya tidak pernah meminta dia untuk mengenalkan saya ke seorang pria). Awalnya saya menanggapi dengan baik dan sopan serta tidak menjanjikan apapun kepada dirinya. Bagi saya jika berkenalan dengan orang baru, saya selalu bersikap terbuka dan positif. Jika memang pada akhirnya cocok, maka persahabatan atau masa pacaran terjalin tetapi jika juga pada akhirnya menemui jalan buntu, berteman juga bukanlah pilihan yang buruk.

Entah setan apa yang merasuki teman saya ini, pada akhirnya saya mendapati diri saya terlalu direcoki terlalu dalam karena dia seakan keberatan dengan ide saya tersebut. Inti di otaknya itu cuma satu “kami harus jadian”, tentu saja saya tidak menyukai ide ini. Saya mikir “siapa lo bisa nge-push gue?”. Mulailah dia mengeluarkan jurus sotoy nomor 3 dengan menyebut saya orangnya susah diajak berteman, terlalu tertutup, terlalu mandiri dan merasa bahwa hidup sendiri itu adalah hal terbaik yang bisa saya dapatkan.

Dengan emosi tertahan saya mengatakan kepada dia untuk tidak terlalu mencampuri urusan saya dan mengeluarkan jurus sotoy berikutnya. Jika dia merasa saya begitu dan susah untuk berkenalan dengan orang lain, harusnya masalahnya simple donk? tinggalkan saja saya dan cari wanita lain yang mungkin mulai memasuki tahap “kebelet nikah”. Kenapa dia harus membuang waktu, tenaga (dan juga pulsa) untuk membujuk saya yang konon katanya “berkepala batu dan berhati baja” ?.

Dia mulai bercerita bagaimana dia merasa terbantu setelah memiliki pacar (red: cowok membacanya: dimanfaatkan). Saat dia sedang lembur, maka cowoknya akan menjemputnya, saat dia ingin jalan-jalan, tentu saja sang pria akan datang untuk mengantar dan menjemputnya. Belum lagi, betapa bahagianya saat cowoknya kadang mentraktirnya atau membelikan sepasang sepatu, dan yang terakhir sepertinya cowoknya benar-benar serius dengannya karena beberapa bulan yang lalu pria tersebut mulai mencicil sebuah apartemen di daerah pinggiran kota.

Setelah merasa cukup lelah dengan caranya, dia mulai mengeluarkan jurus sotoy berikutnya yang mengatakan bahwa “semua temannya (bukan teman gue) yang menikah dan memiliki anak adalah manusia paling bahagia di muka bumi ini”. Sehingga, setiap kali dia menerima undangan pernikahan dia selalu membayangkan alangkah bahagia tak terbatas jika dia segera dilamar, menikah, memiliki anak dan tinggal di sebuah rumah yang asri serta dikelilingi tetangga yang menyenangkan dan ramah luar biasa. Kalau diteruskan mungkin cerita itu akan menjadi begini “kami memiliki villa di puncak dan setiap minggu anak-anak kami akan berlari di taman beserta anjing pudel kesayangan keluarga. dari arah belakang rumah akan tercium bau kambing guling yang menggugah selera serta bla-bla…bla .. !”

Saya tidak ingin memuntahkan teori dan angan-angan dia. Bagi saya hidup adalah apa yang kita rasakan, kita hadapi dan bagaimana respon kita terhadap rangkaian kejadian dalam hidup kita. Menjadi seorang lajang di tengah ibukota jakarta ini bukan menjadi nilai mati bahwa saya tidak pernah bahagia dan menikmati hidup saya. Sebaliknya menjadi seorang istri/suami/ayah/ibu juga bukanlah menjadi nilai mati bahwa mereka selalu bahagia dan tersenyum seakan semesta ini tercipta buat mereka saja. Kita hidup di dunia dengan segala macam permasalahan, rejeki dan komponen-komponen kehidupan lain dalam rentang waktu 1×24 jam, serta siklus 365 hari dan seterusnya. Hal yang baik yang bisa kita lakukan adalah bagaimana setiap hari itu, dengan berbagai cerita dan kemelut di dalamnya, membuat kita menjadi seorang pribadi yang lebih baik lagi dari hari kemarin dan mengajarkan kepada kita hal-hal baik, tanpa memandang apa status sosial dan jenis peran yang kita jalani dalam suatu komunitas.

Terkadang saya tidak habis pikir beberapa orang yang mengaminkan formula seperti ini, SINGLE = VIRUS = MEMATIKAN. Seakan-akan hidup menjadi lajang itu harus segera diakhiri sebelum mulai berkembang dan mewabah. Selama single itu masih mengikuti norma yang berlaku di masyarakat/agama, tidak mengganggu pasangan orang lain maka harusnya dipandang sebagai mana seharusnya dia dipandang.

Bukan berarti tulisan ini saya mengatakan bahwa saya begitu memuja dan mengagungkan hidup melajang, i don’t mean that. Saya masih percaya bahwa suatu hari nanti, dengan caranya sendiri saya akan menemukan seseorang yang disebut “jodoh”. Saya hanya tetap perlu tetap mencari dan membuka hati saya. Dan satu lagi, masalah jodoh seseorang adalah termasuk masalah pribadi seseorang, antara pribadi dia dan pasangannya. Bukan menjadi konsumsi publik. Terkadang ada saatnya juga kita bisa menghargai keputusan seseorang yang enggan membagi cerita romansanya. Terlihat sendiri juga bukan berarti tidak ada pasangan bukan ?

Kembali saya comot kata-kata favorit saya (see my last two posts)
“Setiap kita pribadi hidup di bumi memiliki hak dan kewajiban, sudah menjadi tugas kita untuk mencari kebahagiaan di kehidupan yang singkat ini walau dalam bentuk sekecil apapun”

made of honor

So fellaz, a few days ago in my very boring time, then I picked up an old movie from my DVD Case. Not reallly old movie, it was 2008 and entitled “made of honour”.

made of honor

Jadi, cerita ini berkisah tentang Tom dan Hannah yang memutuskan bersahabat sejak dari jaman kuliah. Persahabatan yang dimulai karena kesalahpahaman Hallowen Night ternyata berlanjut terus sampai keduanya mulai bekerja. Nice friendship relationship I think. Si cowok, buaya darat yang walau buaya tapi tetap dikerubungin begitu banyak wanita (the term of “dikerubungin” here refers to Tom always has different girl to be slept with almost everynight. Cowok lain pasti mikir “what a lucky man !”).

Singkat cerita, temen jadi demen. Karena dari semua cewek yang pernah dia ajak tidur, hannah bukanlah salah satu dari mereka. Cewek yang memiliki prinsip “never slept with a man that she loves”. Di suatu malam yang indah, saat Tom merasa yakin bahwa dia hanya menginginkan Hannah untuk menjadi wanita terakhir dari hidupnya, Hannah mengumumkan pernikahannya dengan Collin dan meminta TOm menjadi pendamping pengantin…

Kadang memang cinta memang tidak saling memiliki, Tapi kalau pada akhirnya tidak saling memiliki, lebih baik diikuti dengan tidak saling memandang dan bertatap muka. Bah ! ini malah mau diminta jadi pendamping pengantin lagi. Dengan sisa ketegaran hati yang dia miliki (namanya juga pelem, segala sesuatu jadi mungkin). Tom membiarkan dirinya menjadi pendamping pengantin, menemani Hannah menghabiskan hari terakhir lajangnya sebelum akhirnya mengakhiri sisa hidup dengan seorang pria, yang tentu saja bukan dirinya.

Ending yang sangat ketebak, Happy Ending ! Pada akhirnya Tom dengan sisa kepercayaan diri dan nyali yang dia miliki jujur dengan perasaannya di hadapan Hannah dan (sekali lagi, namanya pelem) Hannah memutuskan untuk membatalkan pernikahannya dengan Collin di depan altar dan memilih Tom.

Apa moral dari cerita ini?
Film yang bernuansa komedi romantis ini diinspirasi oleh hal yang menurut saya sangat umum dan sering terjadi dalam kehidupan kita. saat kita bersahabat dengan seorang lawan jenis dan ternyata perasaan yang timbul semakin berkembang dari sayang seorang sahabat menjadi rasa sayang kepada seorang kekasih, adalah hal yang wajar. Ada beberapa yang beruntung menyadarinya sebelum sahabat diembat orang, tapi ada juga yang kurang beruntung hanya bisa gigit jari saat sahabat memilih orang lain dan bukan kita. Bukan karena kita enggan mencoba, tapi terkadang kita hanya membawa asumsi sendiri “dengan selalu jalan bareng dengan dia, sering sms gue yakin dia udah tau kalau gue tulus sayang ama dia”. Seperti cerita ini, Hannah tahu dan menyadari sepenuhnya kalau Tom itu sahabat yang baik dan selalu ada buat Hannah. Ditelpon tengah malem juga, Tom gak pernah marah. Diminta tolongin ini itu juga, Tom tetap membantu. Begitu pulak sebaliknya. But ! pengakuan berupa perkataan itu penting. Not all the people can read our mind perfectly, so better speak up before get losing !

 

Movie Quote:

“Nobody in the world makes me laugh the way you do. You’re my best friend. I just wanna be with you.”

Thanks-giving 2010

Baiklah, perayaan thanksgiving udah lewat beberapa hari yang lalu, tapi gak ada salahnya donk saya berbagi what i really thankfull for the this year :

1. To My Great and Mighty God
Seperti yang udah pernah saya posting di post sebelumnya. I believe in a Great God. Thanks a lot for makes me being me.

2. Thanks buat pekerjaan yang saya miliki walau saya masih bekerja bagi orang Yahudi, tapi terima kasih banyak buat nominal yang masih bertambah ke rekening saya di tiap bulannya.

3. Thanks buat orang tua yang masih dalam keadaan sehat dan selalu merindukanku dan menyebutku dalam doa mereka. Walau kita hanya bertemu seminggu penuh dalam setahun penuh. Thanks for my little family (Purba fams … for receiving me with smile and an opened-hand)

4. Thanks for all the people who related to my job. Ada mentor, pm dan orang-orang yang senantiasa memberikan telinga untuk mendengarkan curhatku dan memberikan wejangan saat dibutuhkan. Buat klienku (yang kadang suka marah-marah tanpa memiliki alasan yang cukup kuat. Tapi it’s reasonable dan membuktikan bahwa saya masih bekerja dengan spesies yang disebut manusia. Jika kalian tidak pernah marah, pasti saya udah berpikir bahwa saya bekerja dengan malaikat dan itu berarti bahwa saya udah mati. Remember ! every job has its own risk !)

5. Thanks buat marketing-marketing kartu kredit dan asuransi yang sering memberikan tawaran-tawaran “menarik” dari telepon. Walau kadang mengganggu saat saya sedang konsentrasi dari program yang saya kerjakan. Walau sedikit  menyebalkan, tapi hal tersebut mengijinkan mata saya berkedip lebih banyak dari sebelumnya. dan hei ! tidak ada manusia yang berbicara selembut dan sehalus para marketing kartu kredit dan asuransi. Thanks for that soft and tender voice !

6. Thanks buat antrian busway yang sepanjang anakonda di sungai amazon. Bermacam-macam aroma dan bau keringat yang saya temui membuktikan kepada saya betapa ajaibnya benda yang bernama cologne dan parfum, serta menunjukkan kepada saya bahwa mp3 player adalah benda yang paling menghibur untuk menghindari rasa bosen.

7. Thanks juga buat copet-copet di jakarta. Dengan adanya kalian, saya belajar “self-defence” dan menjaga setiap barang-barang yang saya beli pakai duit saya (hey fuckin’ thieves ! don’t ever play a game with me…)

8. Thanks internet dan google
Dengan adanya benda ajaib ini, maka saya tahu banyak (termasuk lelucon jorok yang sering dilontarkan oleh teman-teman pria saya. Sumpah !history search engine saya diisi oleh beberapa kata tidak senonoh, porn-star dan yang lain-lain. Udah rahasia umum, saat mereka melontarkan lelucon hanya 1 dari 10 pria yang akan menjelaskan ulang tentang lelucon mereka kepada wanita dalam bahasa yang bisa dimengerti sedangkan selebihnya hanya cengengesan atau bahkan ketawa nyablak !)

9. Finally, thanks for all the readers yang masih setia baca blog saya … (sounds narcism ? i know .. tapi ya namanya blog gue .. suka-suka gue donk !)

kali ini benar-benar terakhir … Happy Thanksgiving Day folks !

여보세요 !

Beberapa minggu belakangan ini, walau malu harus mengakui tapi saya lagi tergila-gila dengan drama korea. Bahkan ditengah kegilaan saya ini, saya mulai belajar bahasa korea (yoboseyo !!) sedikit. Namanya film asia, gak jauh-jauh dari unsur drama yang menurut saya kadang malah jadi over-lebay. Tapi walau lebay, tetep tidak mengurangi besarnya rasa cinta saya buat nonton (saat ini sih, besok gak tau trendnya saya bakalan nonton apa lagi? film india kali? who knows).

Terlepas dari lebaynya film ini, kadang saya yang menonton juga jadi ikut-ikutan lebay dan tanpa disadari kadang memaksa saya kembali ke kisah cinta saya (yang udah kandas beberapa tahun yang lalu. petetik banget sih looooo ? terserah 😛). Teringat masa pedekate yang begitu cupu. Jaman saya dulu nih, belum kenal namanya ponsel. Benda paling canggih saat itu adalah messenger dengan emoticon ala kadarnya. Pertama kali melihat kecengan “mr.x is available“, senengnya bukan main. Belum lagi kalau dia tiba-tiba menyapa. Serasa di ruangan yang penuh komputer itu cuma ada saya seorang (jaman dulu kan benda yang namanya modem itu belum ngetop atau bahkan belum diciptakan. Jadi warnet termasuk tongkrongan mahal kala itu. Duh bo? gue hidup zaman kapan sih ?).

Setelah melalui tahap pedekate yang menurut saya lumayan lama dan cukup membuat jantung saya pitnes beberapa bulan, akhirnya kita resmi menjadi sepasang kekasih. Ternyata pedekate beberapa bulan itu gak cukup ampuh buat dijadikan indikator kalau suatu hubungan juga akan berjalan lama. Mungkin saya adalah salah satu contoh nyatanya. Kita bubaran gak berapa lama kemudian. Saya menghargain kebersamaan singkat yang ada di antara kami, lelucon yang bener-bener lucu atau lelucon yang sebenarnya bukan lelucon (tapi bagi sepasang kekasih bisa menjadi hal yang super lucu), genggaman tangan, berbotol-botol teh dan hujan yang kami bagi bersama. Saya juga menghargain segala pujian yang dia berikan walau kadang tidak tulus diucapkan, hanya keluar dengan tujuan menyenangkan saya (bagi dia memuji saya seakan merontokkan harga dirinya, karena dia mengganggap bahwa dia adalah manusia paling tampan yang bergerak di bumi yang pernah Tuhan ciptakan).

Walau jika ditanya sekarang apakah saya masih menyimpan rasa buat dia, saya bisa menjawab dengan tegas “TIDAK”. Tapi tetap, kenangan tentang dia akan menjadi salah satu bagian hidup yang melengkapi pribadi saya hingga bisa menjadi seperti sekarang. Saya gak tau pasti apa dia bakalan baca tulisan ini atau enggak (i don’t really care since there is nothing between us), but thanks for ever loved and shared the moments with me.

rumput tetangga kelihatan lebih hijau

You can’t be fuelled up by bitterness. it can eat you up but it cannot drive you – benazir bhutto-

Pada hakikatnya manusia itu memiliki sifat pembosan. Kalau kita udah kerja beberapa lama, ada saat pekerjaan kita melewati “rough period”, “masa jenuh” dan sebagainya. Di titik ini, beberapa cari pelampiasan, ada yang inisiatif ambil cuti, pindah divisi, dan kadang ada yang malah jadi pindah kerja.

rumput bo ~

Di masa kayak gini, mulai deh kita berfantasi macem-macem soal kerjaan kita. Mulai membanding-bandingkan pekerjaan kita dan pekerjaan orang lain. Kadang diakhiri dengan menarik napas panjang “seandainya gue bisa kayak gitu ya”. Lalu mulailah kita menghitung hal-hal yang menjadi cacat perusahaan dan segala kejelekan mereka yang tentunya menurut versi kita. Di  sini baru keliatan kalo rumput tetangga lebih hijau yang kalo kata orang Solo “the grass is greener on the other side“. Tapi pernah gak kepikir kenapa rumput tetangga lebih hijau ? Jawabannya simpel, ya karena tetangga yang menanam, memberi pupuk, menyiram dan merawatnya.

A big thing starts from the little thing, once you make then it all will come to you. Sadar ato enggak, kadang kita tidak memperhatikan pekerjaan kecil dalam pekerjaan karena kita anggap “itu kan gak penting. Gak akan dicek ama si boss”. Padahal aslinya, kita bisa melakukan hal-hal kecil, dengan sendirinya hal besar akan datang kepada kita. Kalo dikasi pekerjaan kecil aja kita udah gak berhasil, ya gimana bisa boss percaya kalo dikasi pekerjaan yang gede kita bisa lakuin ?. Kalo anda di posisi boss, pasti setuju deh dengan pendapat saya. Beberapa hari yang lalu, saya messenger-an dengan salah seorang teman saya. Dia cerita kalo dia punya proyek, trus dia tanya apa saya mau join sebagai seorang developernya. Dengan keadaan pekerjaan saya yang sekarang ini, saya tentu saja tidak mengiyakan. Alesannya takut keteteran. Sebagai sahabat yang baik, saya rekomendasiin temen kita yang lain buat jadi partner dia. Tapi olala, ternyata udah ditawarin duluan ama temen saya ini. Dan dia harus kecewa karena si sahabat saya ini juga gak mao. Alesannya “Proyeknya kecil, gue ogah maen di proyek yang kecil-kecil”. Padahal menurut saya lingkup proyek itu lumayan gede lho. Hello ! tipikal manusia tidak sadar diri. Karena setau saya, sekalipun ini orang emang gak pernah terlibat dalam proyek menengah (apalagi yang gede). Padahal jika dia mau coba dan hasilnya memuaskan, saya yakin the bigger project will come easily. It takes effort honey. Seseorang bisa mencapai posisi tertinggi dalam perusahaan, pasti dia udah melakukan sesuatu yang berarti dan menggebrak bagi perusahaan tersebut (beda kasus, kalo dia itu Ardie Bakrie – jelas donk itu namanya jatah keluarga).  Kalo mau yang ekstrim, mungkin bisa dicontoh tuh Mark Zuckerberg (co-founder Facebook).

Membandingkan rumput tetangga tipe lain adalah saat melihat seseorang di perusahaan lain dikasih gaji yang jauh lebih gede dari posisi sekarang. Tapi pernah gak sih mikir, yang dia bisa lakukan untuk perusahaannya apa sebanding dengan apa yang juga udah kita kasih ke perusahaan kita ? Kalo dicontohin ke kehidupan saya sebagai seorang IT Consultant itu gini nih

“Gue jadi programmer .net tapi cuma dikasih duit segini. Kok dia temen gue yang lulus sama ama gue, gajinya dobel dari gue ?”. Pernah coba mikir gak, si temen-gaji-dobel ini udah pernah get involved dalam proyek apa aja, dia ngerti .net ini udah sampai level mana, belajarnya gimana ? Gak mungkinlah seorang tau .net sekedar simpel-db-programming disamain dengan orang yang ngerti BI di .netnya. Coba dipikir kalo kita seorang boss, punya 2 pegawai dengan tipikal : satu orang kerjanya cuma sebatas job-desk yang dikasih ama boss, pulang teng-go, buka internet buat hal-hal gak penting dan paling gak suka kalo lembur. yang satunya lagi, walo gak disuruh boss ngerjain begitu, tapi diliat perlu ama dia, dia bakalan inisiatif bikin sendiri, lembur juga dijabanin dengan suka cita. Again, it takes effort to be paid higher. Kalau ceritanya kita cuma pengen segala sesuatu tapi gak pake usaha, ujungnya semuanya akan diakhiri label ‘M’. Pekerjaan Mimpi, Gaji mimpi, kedudukan mimpi … dan segala mimpi-mimpi lainnya yang gak bakalan terealisasi.

Kebiasaan selalu melihat rumput tetangga yang konon katanya lebih hijau ini gak jarang membuat orang jadi kerja ogah-ogahan di kantor dan cari celah buat membenarkan diri akan niatnya buat pindah kantor dengan motif pengen lebih baik dari segala sisi.Syukur kalo kantornya emang kurang ajar dan gak menghargain karyawan. Pembenaran diri akan didukung oleh pembenaran dari orang lain. Tapi klo nyatanya pindah ke kantor lain *dengan gaji yang lebih gede* tapi kerjaan bak superman dan boss kerjanya suka marah-marah.

Pengen balik ke kantor lama, udah tengsin duluan. Walo ada beberapa yang memberanikan diri buat balik lagi ke kantor lama *ada tuh kasus kayak gini yang pernah saya dengar dari seorang kenalan saya di perusahaan sekarang*. Maksud saya, jangan secepat itu menjudge perusahaan. Baru sebulan kerja udah bilang “nih perusahaan jelek banget, saya harus pindah secepatnya”. Saya punya satu kebiasaan jika sedang melalui tahap wawancara pekerjaan. Biasanya sih, abis interviewernya nanya calon karyawan pasti dia tanya balik ke kita “ada pertanyaan ?”. Nah disitu baru saya tanya ke dia seperti “perusahaan ini udah berapa lama ?”, “karyawannya banyak gak ?”,”fasilitas apa yang saya dapatkan jika seandainya saya keterima ?”, dan macem-macem lagi deh selama pertanyaan itu masih normal buat ditanyakan. Tujuannya biar saya kenal perusahaan itu gimana dan nentuin apa saya merasa sreg di perusahaan ini atau enggak. Toh walo akhirnya kita keterima di sana, tetep hak kita mau ambil pekerjaan itu atau enggak. Kalau tengsin mo tanya, kan ada internet tuh … Tinggal googling ajah deh, pasti ditampilin identitas dari perusahaan itu.

Tapi tulisan ini bukan berarti lho, dengan gitu anda kerja sekeras-kerasnya tapi ternyata atasan tetep gak peduli atau udah ada penjilat duluan yang ambil jatah (penjilat ini sih udah jadi kutu umum di setiap perusahaan. Walo gak semuanya terlihat blak-blakan, ada juga yang cerdik dengan pakai cara halus). Kita juga punya limit donk. Kalau kita merasa kita kerja udah maksimal tapi kok berasa kayaknya karir kita cuma jalan di tempat, then it’s a good choice to move on. Say goodbye to it with grace and dignity. Ada banyak perusahaan di luar sana yang saya yakin bisa menghargai karyawan yang bekerja keras dan bukan menjilat keras.

touch up

Pengen cerita sedikit soal wanita dan pernak-perniknya. Makeup itu udah pasti jadi bagian keseharian wanita kantoran. Walo emang gak semua bagian wajah kena dempul si makeup, minimal tiap cewe itu pake pelembap dan bedak. Lainnya sih itu tergantung orangnya, mo tambahin eyeshadow, blush-on, dan kru-krunya.

Apakah kita akan bahas item ini satu persatu ? tentu saja bukan. Saya gak jago soal makeup (jujur dari relung hati yang paling dalam dan dalam keadaan sadar sepenuhnya). Saya seorang IT konsultan yang kerjaannya mobile, beberapa bulan bisa berada di perusahaan A, bulan berikutnya di perusahaan B, dan sebagainya. Sekarang juga posisi saya masih tetap di klien. Jadi, karena saya punya sindrom tidak-bisa-menahan-pipis, saya sering ke toilet. Dari seringnya frekuensi sering ke toilet ini, ternyata ada sindrom lain yang saya lihat di kalangan beberapa wanita, yaitu “dempul-sesering-mungkin”. Di klien saya ini, saya sering melihat (sebut wanita ini bernama Bunga) ternyata 1/2 dari waktu kerjanya dipake buat touch-up doang (baca: dempul). Bahkan dalam tingkat paling parah saya pernah pura-pura nelepon di toilet selama 30 menit, dia masih tetep di depan cermin dengan segala perabot make-upnya.Jam makan siang saya singgah ke toilet, masih tetep juga bunga yang siap-siap makeup buat makan siang, abis makan siang juga gitu, pas mo pulang, tetep touch up juga.

Gak ada yang salah dengan cara dia touch-up sesering mungkin walau kadang buat moles bibir dia butuh 15 menit. Hanya saya jadi mikir nih istilah yang sering diungkapkan oleh lawan jenis kita “Wanita taunya apa sih ? taunya kan cuma dandan doang”. Kalau denger begini, beberapa merasa panas di hati dan merasa selevel lebih rendah dari kaum pria. Gerakan feminisme dan emansipasi seakan jadi tameng buat memuntahkan teori kalau cewe taunya cuma dandan melulu. Tapi kalo udah kaya si bunga ini kejadiannya ? ya mau gak mau diaminin juga dalam hati. Saya gak bermaksud generalisasi kalau semua cewe begitu. Saya percaya masih banyak cewe yang bisa survive, berkarir dan bergaul lebih OK tanpa modal touch-up-sesering-mungkin. Ada juga kok yang suka touch-up, tapi kalau emang dirasa perlu doang (dibaca: jarang). Touch-up boleh dan disarankan (seperlunya) biar wajah keliatan seger dari pagi-sore, cuma jangan jadi alesan buat lama-lama di toilet, lama-lama pake wastafel (yang ini sumpah bikin saya kesel, saya pernah ngantri cuci tangan 15 menit hanya karena alis wanita yang sedang touch up di toilet kantor ini ‘katanya‘ ketinggian sebelah) sehingga kerjaan lain jadi keteteran.*lagi emang toilet punya engkongnya situ ya? kok jadi dimonopoli ?*

NB: sekian uneg2 dari saya …saya cuma berharap si bunga gak ada di barisan paling depan buat berkoar-koar soal emansipasi dan feminisme.