LOW …

One man said “take a step back, to have few steps ahead”.

Until this note has been posted, I forget the last time I got  a proper sleep. I overthink about everything. Living alone away from family for such a long time makes you think the negative side can overweigh the positive side.

I cannot sleep, like I am serious. I’ve been a kind of people who can sleep easily. I can even sleep while I am standing in a public bus. I am the first people who are going to sleep in flight even before take off. I worry and have worst nightmares during my sleep, then I hate to wake up every morning. Now, I come to a point where I want this to stop.

I am tired, feel useless and lost my passion. I’ve been stressed. I cried more than 5 times this month only (I’ve not been a kind of people who cries a lot. nope). I lost weights and appetites. All I want is the real me. Who are passionate in going to work, debating silly to important things with everyone, laugh and going out every weekend, hit the gym 3 times a week and smile in my red lipstick.

I am not okay right now. I need to think and help myself. Again, like one man said “take a step back, to have few steps ahead”. or like my boss said “sometimes, we need to lose a battle to win the war”. That’s what I am going to do.

CISCO

Jenis kelaminnya jantan, berbulu pendek berwarna abu-abu belang dan putih, umurnya masih 5-6 bulan, mencintai bubur tuna lebih dari apapun. Kali ini gua lagi pengen cerita soal penghuni baru di kamar gua. Dia adalah seekor kucing kampung yang akhirnya gua pelihara berawal karena kasihan.

Kalau bisa memilih, sebenernya gua adalah tipikal dog-person. Seumur-umur sebelum tiga bulan lalu, gua gak pernah kepikiran untuk pelihara kucing. Tapi mahkluk kecil ini, suka intip-intipin tempat sampah gua kali-kali nemu makanan sisa. Kalau gak nemu, dia bakalan kelaperan, malemnya dia bakalan nebeng bobo di tumpukan keset kaki gua. Kalau gua mendadak nongol, dia bakalan lari dan ngilang. Pertama kali ngeliat dia, tampangnya jorok, bulunya kasar, kurus, gak bersuara sama sekali dan jalannya sempoyongan. Asli deh kelaperan beneran kayaknya dan gembel abis.

Pedekate pertama gua ke doi, gua sodorin makan. Dia sih bakalan makan, tapi dia gak pernah mau dipegang ama gua. Kalo diliat-liat cisco ini kayaknya pernah dipukul/ditimpuk atau disiram air ama orang. Jadi, ngeliat orang pasti bakalan kabur. Setelah seminggu cukup intens pedekate, akhirnya dia mau juga dibelai-belai. Udah sampai tahap ini, gua semakin niat bakalan pelihara dia.  Day by day, kita jadi temenan. Cisco udah mulai tau ritme jadwal kerja gua dan gitu juga sebaliknya. Dia mulai hapal kapan waktunya sarapan & makan malem. Siangnya gua gak terlalu bisa ngontrol karena masalah kerjaan.

Di 2 minggu pertama baru resmi jadi pemilik dan piaraan, gua kasih obat cacing,  setiap sabtu/minggu gua mandiin dia, sekali dalam 2 minggu bersihin telinga, dan sekali dalam 3 minggu gunting kukunya dia. Sekarang? menurut gua dia adalah kucing paling tampan dan lucu yang pernah saya lihat. Gak percaya? Take a look at his funny and gorgeous pictures.

Cisco: Week 1 – baru diadopsi. Masi lemes, hobby tidur dan makan masih susah

 

Week 2 ~ Males-malesan weekend

Mulai mencintai laptop gua. Ini masi tahap liat-liat

Ini baru mulai menjajah laptop

He knows how to poop properly in toilet. good boy!

He enjoys watching animal planet. Big Tiger gitu lho!

 

Nemenin gua waktu pop. Bit weird!

After bath. Gorgeous as hell!

Sleepy head!

Good night. I am about to go to sleep ^^

cisco

learned from cockroach (kecoa)

 

Akibat kelalaian saya tadi malem (lupa tutup jendela) sebelum tidur, berkunjunglah seekor kecoa dan hinggap dengan manisnya di televisi. Sejujurnya, saya mending disuruh hadapin client/user di kantor daripada disuruh face-to-face dengan kecoa. Walau saya yakin, kecoa itu juga gak kalah takutnya disuruh hadapin saya.

Karena panik, saya buru-buru keluar dan ambil sapu buat ngusir kecoa tersebut. Saya coba usir pake sapu, eh itu kecoa gak kalah panik dan malah terbang ke atas lemari. Perjuangan belum selesai, saya coba usir lagi dari atas lemari dan kecoanya malah terbang dan masuk ke rak buku. Saya masi tetep berjuang dan ambil pengharum ruangan spray dan nyemprotin itu kecoa (gak punya stok baygon, baunya gak enak). Kecoanya terhuyung-huyung keluar dari rak buku. Saya kirain dia bakalan pingsan, tetapi lagi-lagi saya salah, kecoanya sempat pusing sebentar terus kabur lagi ke atas kulkas dan masuk ke dalam kantung kresek.

(courtesy:http://themetapicture.com/)(courtesy:http://themetapicture.com/)

Perjuangan berakhir, kantung kreseknya buru-buru saya bawa keluar dan buang di tempat semestinya beserta dengan kecoa yang saya yakin pasti lagi kecapean tingkat nasional (cape banget). Proses ini memakan waktu hampir 30 menit. Artinya, dengan suksesnya si kecoa mengurangi jam tidur saya selama 1/2 jam (Sialan… 1/2 jam itu di weekday adalah berkah).

Tapi setelah dipikir-pikir, kecoa itu adalah pejuang tangguh demi hidupnya. Walau bolak-balik dibombardir ama sapu ijuk bahkan cairan pembersih ruangan beracun (Gimana gak beracun, jarak semprotnya cuma 20cm). Mungkin kecoa perlu sesekali berkunjung ke rumah sutradara sinetron stripping Indonesia, jadi mereka bisa belajar. Seekor kecoa yang dianggap cuma sampah aja bisa berjuang demi hidup. Gimana bisa seorang manusia yang dikaruniai akal budi dan pikiran bisa gak punya daya juang buat hidup? Dan salahnya, hal itu dipertontonkan ke sebuah bangsa dengan penduduk 200 juta jiwa.

NB: bagi yang belum tau maksudnya, coba tonton salah satu sinetron stripping di televisi swasta Indonesia dan perhatikan tingkah laku pemeran utamanya (protagonis).

Your love life!

Where your love life really starts – within you !

You simply must TAKE CARE of YOU regularly – because inner happiness is what it takes to get and keep a successful relationship.

When you don’t take care of your own happines, it will take a toll on not just you, but everyone around you – and on your love life too!

One people says, “Happiness attracts. It magnetizes people to you.”

love-love-33115716-500-333

Are you one of those women who goes for days and weeks NOT doing something nice for yourself – such as stopping at your favorite coffee place; taking a long, hot bath; getting your hair or nails looking gorgeous?

What about your body – are you doing things that make it feel and look good, or are you just saving that for later?

There’s so much great FREE information around these days, on the Internet and on TV, and yes, in the library.You can learn so much from the self-help shows on what to wear, how to be more healthy, and how to make your place look great – and so much more.

No time? Then your first job is to simplify your life, right? Sit down and start eliminating everything that is clogging up your time – that doesn’t have to be there. If you don’t make enough time for fun and laughter, and for “treating” yourself, then you’ll soon be a grumpy old hag that no one wants to be around.

When you put yourself first, you’ll be so much better able to help others and enhance their lives and yours too. Everyone in your life will benefit when you take care of YOU.

So control your happiness level by taking good care of yourself and doing things which make you happy – especially when you’re under stress.It’s Sunday – no excuses – make this day a day to rejuvenate YOU – and watch other things start falling into place.

“This world is so hungry and starved for happiness that if you have it, people want to be near you, to let you shine on them.People will feel that you must be special to have a happy life.”

Have a good life, everyone!

catfish

Maksudnya ikan lele gitu? Jawabnya tentu saja bukan.

Jadi berdasarkan hasil google dan wiki Catfish itu adalah sebuah film yang mengisahkan cerita tentang seorang remaja cowo yang menjalin hubungan dengan seorang remaja cewek melalui social media network (Facebook). Lengkapnya mungkin bisa disini

Dalam dunia nyata ternyata hal kayak gini itu banyak terjadi dan beberapa bulan lalu teman saya adalah salah satu korbannya.

Di suatu hari yang cerah di bulan tua belum gajian, tiba-tiba temen saya ini dapet Friend Request dari seorang pria yang ganteng banget. Setidaknya profile picturenya menunjukkan demikian, munafik bagi cewe single buat gak approve. Berawal dari friend request, lanjut ke private message, tuker-tukeran nomer telepon, PIN BB dan sejenisnya. Namanya pedekate intens, day by day hubungan mereka semakin dekat. Pokoknya tiap hari itu can’t live without thinking of you deh.  Iseng cek akun fb nya, eh uda in-relationship. Saya kaget!

Dua bulan setelah jadian, temen saya curhat katanya cowoknya gak seindah yang dibayangkan. Gak terbuka, pelit dan pokoknya segala hal-hal jelek deh yang keluar. Setelah saya korek informasi lebih dalam, kekagetan saya bertambah lagi. Ternyata si cowo yang ngakunya pengusaha ini, dengan rumah yang tersebar di jawa timur dan jakarta ini, serta memiliki tampang ala super junior ini, belum pernah ketemu langsung dengan temen saya. Bahkan untuk sekedar web-cam an juga belum pernah. Tetapi hal paling mengejutkan adalah akun FB yang digunakan buat kenalan dengan temen saya adalah akun palsu !!! Artinya nama, photo, jatidiri semuanya adalah palsu!!

Di jaman sekarang ini, jaman pertukaran informasi terjadi sangat cepat. Orang suka gak filter mana informasi yang bener, mana yang butuh verifikasi. Tapi please, untuk masalah percintaan, romansa dan sebangsanya logika juga kudu jalan. Untuk menghindari si ikan lele berkeliaran cari mangsa, beberapa hal yang perlu diketahui biar gak ketipu.

  • Too good to be true

Ini sih obvious, Gak mungkin orang ganteng/cantik dengan karir dan masa depan yang menjanjikan serta harta berlimpah akan menghabiskan waktu cari jodoh secara online. Yang ada sih orang pada antri kali pengen dijadiin pasangan ama mereka.

  • Please, go google his/her data

Coba cari data orang tersebut di Internet. Kalau hasilnya sangat minim atau bahkan gak ada sama sekali, well… saatnya ambil tindakan pake logika.

Oiya, sekalian woro-woro nih kasi tau. Kalau sekarang kita udah bisa cari data diri seseorang melalui foto. Caranya gampang:

1. Buka sites http://images.google.com

2. Klik pada icon “Camera” dan pilih gambar yang ingin dicari (bisa di-upload atau insert URL doang)

google-image-search

3. Tekan tombol Upload dan Voila, let google finish the job

4. Kalau foto itu nyomot punya orang pasti akan ketahuan.

This works, saya dan temen saya pernah coba.

  • Webcam is a must (in case, kalian gak memungkinkan buat ketemuan)

Hari gini, kalau ada alesan gak bisa webcam an gara-gara gak punya webcamera, duh… aneh banget deh. Rata-rata laptop sekarang dijual uda dilengkapi dengan fasilitas webcam. Okay.. okay, kali aja dia beli laptop jaman batu yang belum dilengkapi dengan webcam, well.. bolehlah bayar 5000/jam buat nebeng webcam di warnet. Kalau tetep gak ada juga, boleh deh minta dia foto diri sendiri sambil megang kertas bertuliskan nama kamu. At least kamu tahu itu orangnya nyata.

At the end, beware of catfish yah! Hidup terlalu singkat buat urusin penipu…

sotoy

Karena menikah, bukanlah sebuah prestasi keren …. ~ Tiga Venus by Clara Ng

Well, walau saya tidak menyukai ini tapi terkadang saya menyerah dan menyetujui bahwa terkadang beberapa wanita adalah mahkluk paling lebay di dunia ini. Bukan tidak beralasan juga saya mengungkapkannya. Cerita ini diawali, beberapa hari lalu seorang teman (teman lho, bukan sahabat … artinya teman = hanya kenal seperlunya dan tidak mengetahui detail kehidupan saya. singkat kata, hanya kenal saya sedikit tapi memiliki level sotoy yang luar biasa).

Ok, saya sekarang menyandang status single dan so far, i enjoy my life. It means, kalau saya merasa nyaman dengan hidup saya, saya tidak menuntut terlalu banyak dari orang lain selain hargai saya saja. Nah, kembali ke si teman ini … akhirnya mulailah dia dengan maksud “perjodohan” antara saya dengan seorang kenalan dia (sotoy nomor 1. karena saya tidak pernah meminta dia untuk mengenalkan saya ke seorang pria). Awalnya saya menanggapi dengan baik dan sopan serta tidak menjanjikan apapun kepada dirinya. Bagi saya jika berkenalan dengan orang baru, saya selalu bersikap terbuka dan positif. Jika memang pada akhirnya cocok, maka persahabatan atau masa pacaran terjalin tetapi jika juga pada akhirnya menemui jalan buntu, berteman juga bukanlah pilihan yang buruk.

Entah setan apa yang merasuki teman saya ini, pada akhirnya saya mendapati diri saya terlalu direcoki terlalu dalam karena dia seakan keberatan dengan ide saya tersebut. Inti di otaknya itu cuma satu “kami harus jadian”, tentu saja saya tidak menyukai ide ini. Saya mikir “siapa lo bisa nge-push gue?”. Mulailah dia mengeluarkan jurus sotoy nomor 3 dengan menyebut saya orangnya susah diajak berteman, terlalu tertutup, terlalu mandiri dan merasa bahwa hidup sendiri itu adalah hal terbaik yang bisa saya dapatkan.

Dengan emosi tertahan saya mengatakan kepada dia untuk tidak terlalu mencampuri urusan saya dan mengeluarkan jurus sotoy berikutnya. Jika dia merasa saya begitu dan susah untuk berkenalan dengan orang lain, harusnya masalahnya simple donk? tinggalkan saja saya dan cari wanita lain yang mungkin mulai memasuki tahap “kebelet nikah”. Kenapa dia harus membuang waktu, tenaga (dan juga pulsa) untuk membujuk saya yang konon katanya “berkepala batu dan berhati baja” ?.

Dia mulai bercerita bagaimana dia merasa terbantu setelah memiliki pacar (red: cowok membacanya: dimanfaatkan). Saat dia sedang lembur, maka cowoknya akan menjemputnya, saat dia ingin jalan-jalan, tentu saja sang pria akan datang untuk mengantar dan menjemputnya. Belum lagi, betapa bahagianya saat cowoknya kadang mentraktirnya atau membelikan sepasang sepatu, dan yang terakhir sepertinya cowoknya benar-benar serius dengannya karena beberapa bulan yang lalu pria tersebut mulai mencicil sebuah apartemen di daerah pinggiran kota.

Setelah merasa cukup lelah dengan caranya, dia mulai mengeluarkan jurus sotoy berikutnya yang mengatakan bahwa “semua temannya (bukan teman gue) yang menikah dan memiliki anak adalah manusia paling bahagia di muka bumi ini”. Sehingga, setiap kali dia menerima undangan pernikahan dia selalu membayangkan alangkah bahagia tak terbatas jika dia segera dilamar, menikah, memiliki anak dan tinggal di sebuah rumah yang asri serta dikelilingi tetangga yang menyenangkan dan ramah luar biasa. Kalau diteruskan mungkin cerita itu akan menjadi begini “kami memiliki villa di puncak dan setiap minggu anak-anak kami akan berlari di taman beserta anjing pudel kesayangan keluarga. dari arah belakang rumah akan tercium bau kambing guling yang menggugah selera serta bla-bla…bla .. !”

Saya tidak ingin memuntahkan teori dan angan-angan dia. Bagi saya hidup adalah apa yang kita rasakan, kita hadapi dan bagaimana respon kita terhadap rangkaian kejadian dalam hidup kita. Menjadi seorang lajang di tengah ibukota jakarta ini bukan menjadi nilai mati bahwa saya tidak pernah bahagia dan menikmati hidup saya. Sebaliknya menjadi seorang istri/suami/ayah/ibu juga bukanlah menjadi nilai mati bahwa mereka selalu bahagia dan tersenyum seakan semesta ini tercipta buat mereka saja. Kita hidup di dunia dengan segala macam permasalahan, rejeki dan komponen-komponen kehidupan lain dalam rentang waktu 1×24 jam, serta siklus 365 hari dan seterusnya. Hal yang baik yang bisa kita lakukan adalah bagaimana setiap hari itu, dengan berbagai cerita dan kemelut di dalamnya, membuat kita menjadi seorang pribadi yang lebih baik lagi dari hari kemarin dan mengajarkan kepada kita hal-hal baik, tanpa memandang apa status sosial dan jenis peran yang kita jalani dalam suatu komunitas.

Terkadang saya tidak habis pikir beberapa orang yang mengaminkan formula seperti ini, SINGLE = VIRUS = MEMATIKAN. Seakan-akan hidup menjadi lajang itu harus segera diakhiri sebelum mulai berkembang dan mewabah. Selama single itu masih mengikuti norma yang berlaku di masyarakat/agama, tidak mengganggu pasangan orang lain maka harusnya dipandang sebagai mana seharusnya dia dipandang.

Bukan berarti tulisan ini saya mengatakan bahwa saya begitu memuja dan mengagungkan hidup melajang, i don’t mean that. Saya masih percaya bahwa suatu hari nanti, dengan caranya sendiri saya akan menemukan seseorang yang disebut “jodoh”. Saya hanya tetap perlu tetap mencari dan membuka hati saya. Dan satu lagi, masalah jodoh seseorang adalah termasuk masalah pribadi seseorang, antara pribadi dia dan pasangannya. Bukan menjadi konsumsi publik. Terkadang ada saatnya juga kita bisa menghargai keputusan seseorang yang enggan membagi cerita romansanya. Terlihat sendiri juga bukan berarti tidak ada pasangan bukan ?

Kembali saya comot kata-kata favorit saya (see my last two posts)
“Setiap kita pribadi hidup di bumi memiliki hak dan kewajiban, sudah menjadi tugas kita untuk mencari kebahagiaan di kehidupan yang singkat ini walau dalam bentuk sekecil apapun”

love & release

Saya bersumpah untuk tidak cepat jatuh cinta kepada lawan jenis. Hubungan bertahun-tahun yang saya bina dengan seseorang dan saya gadang-gadang akan menuju pelaminan ternyata harus kandas juga. Mungkin kelihatan terlalu sinetron, tetapi hati saya hancur berkeping-keping. Saya mengingat semua waktu, tenaga dan pengorbanan untuk hubungan ini ternyata bukan jaminan menjaga hati seseorang selalu tertuju kepada kita. Setidaknya saya merasakannya saat ini. Beberapa teman memberikan penghiburan dengan mengatakan mantan saya itu adalah bajingan sejati, heart killer, manusia tidak tau diri dan segala caci maki yang mereka bisa pikirkan saat itu dengan satu tujuan pasti, yaitu “menghibur saya”.

love hurts !

Saya berterima kasih untuk semua cacian itu walaupun sebenernya pihak yang tersakiti hanyalah saya sendiri dan bukan mereka. Tetapi seperti yang pernah saya dengar dari seorang teman, salah satu cara ampuh untuk melupakan sang mantan adalah dengan memikirkan kejelekan dan keburukan mereka serta mengingat hal positif yang kita punya serta menilai betapa bodohnya mereka bisa meninggalkan seseorang yang baik seperti saya. Saya tidak ingin membohongi diri saya, saya terluka, saya benar-benar merasa terjatuh dan dikhianati. Pada akhirnya saya mendapati diri saya bahwa saya butuh menangis, berteriak atau hanya berkata kepada diri saya sendiri di sebuah cermin untuk meluapkan emosi saya yang menurut saya harus segera dikeluarkan sebelum saya mendapati diri saya meledak dan berpencar ke segala arah.

Selain saya kelihatan semakin payah, setidaknya begitulah teman-teman memberikan penilaian terhadap penampilan fisik saya. Saya juga harus mengikhlaskan beberapa kg bobot tubuh saya menyusut. Untuk hal ini saya boleh senang sedikit, setidaknya saya bisa menghemat beberapa koin dari penghasilan saya untuk membayar iuran fitness (Memang dasar oportunis, bisa-bisanya saya melihat keuntungan dari sakit hati yang masih mencoba untuk sembuh).

Saat saya memandang diri saya ke cermin di kamar saya, akhirnya saya menyetujui pendapat rekan kantor, teman nongkrong dan manusia lain yang mengenal saya bahwa saya dalam keadaan payah yang mungkin dalam beberapa minggu lagi jika dibiarkan berkepanjangan maka saya akan menjelma menjadi manusia payah bin konyol. Setelah berubah menjadi manusia payah, maka teman-teman saya mulai akan meninggalkan saya karena saya memilih terpuruk dengan kisah cinta konyol saya. Manusia cenderung tidak ingin berteman dengan manusia payah, karena friends for benefit itu selalu ada walau dalam bentuk kecil sekalipun.

Akhirnya saya menyadari, saya tidak ingin berakhir payah seperti ini. Apalagi setelah saya melihat sang mantan kelihatan baik-baik saja dengan kekasih barunya, menikmati hari-hari bersama mereka seakan saya menjadi sebatang rumput di pinggir jalan yang nasibnya selalu diabaikan. Dia tidak merasa berdosa atau terganggu dengan perubahan saya menjadi manusia payah. Saya selalu mengatakan setiap manusia bertanggung jawab terhadap perasaannya dan takdirnya kelak. Tapi kenapa saya sekarang malah mengingkarinya ? do i turn to be a hypocrite?

Saya memutuskan saya harus bangkit lagi. Saya tidak bisa mengelak kalau saya patah hati, hancur dan nyaris menjadi manusia payah. Segala cerita kegagalan cinta saya itu harus segera dibuang dan saya menyadari bahwa sebenarnya saya punya sumber untuk keluar dari situasi ini. Saya tidak ingin dengan berakhirnya hubungan saya dengan dia, saya semakin menyimpan cinta itu jauh masuk ke dalam hati dan hidup saya sehingga membentuk monumen batu di dalamnya. Saya harus mulai belajar melepaskan karena itulah satu-satunya cara untuk menghilangkan sakit hati saya. Walau saya yakin ini akan menjadi berat, tapi saya tidak akan pernah tahu apakah saya sanggup atau tidak sebelum mencobanya. Melepaskan dan membuat ruang kosong di hati saya untuk diisi kembali. Semua orang punya cerita sedih dan tragedi. Tapi setelah saya pikir-pikir, ternyata putus cinta itu bukan tragedi yang harus dikenang sepanjang sejarah saya menjadi manusia dan anak cucu saya kelak akan mengingat saya sebagai “korban patah hati berkepanjangan”.

Lagi pula, tampang saya juga gak jelek-jelek banget serta karir saya juga masih panjang. Saya yakin bahwa di luar sana, akan ada cinta lain yang sejati buat saya. Yang perlu saya lakukan adalah stay charming dan membuka pintu hati saya selebar-lebarnya untuk semua kemungkinan. Seperti salah satu teman saya pernah katakan kepada saya :
“Hidup di dunia ini sangat singkat dan masing-masing dari kita memiliki hak dan kewajiban. Mencari kebahagiaan adalah salah satu tugas kita di kehidupan yang singkat ini. Kita harus menemukannya walau dalam bentuk paling kecil sekalipun”

finding the one !

Life, as we know it ! (personal’s view)

Kehidupan ini adalah sebuah siklus. Saya percaya segala sesuatunya akan kembali ke suatu titik akhir. Kelahiran akan diakhiri dengan kematian. Kebahagiaan di hari kelahiran selalu akan ditutup oleh air mata kesedihan di hari kematian. Entah suka atau tidak, begitulah hidup ini adanya. Bahkan jalur yang terbentuk juga memiliki persamaan. Seperti alam yang terbentuk, ada bukit dan lembah, hidup juga demikian adanya. Ada saat dimana kita merasa bahagia, dan merasakan jiwa kita keluar sesaat dan merasakan “hidup ini indah dan aku ingin hidup lebih lama”. Sebaliknya, ada lembah yang kadang mengajak kita jatuh bersamanya hingga ke dasar dan membuat kita mengambil keputusan sesaat “saya lebih baik mati saja”.

 

life !
life in kanji (courtesy of : http://www.halcyonflux.com)

Masalah, telah ada seiring dengan eksitensi manusia. Jenis masalah dan resistensi terhadapnya juga memiliki keragaman tersendiri. Sebagian bertahan dan kebal oleh karenanya, sebagian memilih untuk berhenti sebelum tiba garis finish. Sebagian memilih untuk berbagi cerita dengan orang lain dengan alibi meringankan beban sebagian memilih untuk diam dan menyimpan dalam hati. Beberapa tahun yang lalu, saat saya masih dalam keadaan lugu dengan seragam biru putih saya, teman terdekat saya kehilangan kedua orangtuanya. Jabatan anak sulung membuat posisinya menjadi serba sulit. Cita-cita yang sudah dia rancang di hari depannya menuju ketidakpastian dan bahkan mustahil. Dia memiliki banyak adik yang mau tidak mau menjadi tanggung jawabnya. Walau tidak suka, tapi inilah suratan takdir bahwa dia harus berjuang bukan hanya untuk dirinya sendiri tetapi terlebih kepada saudara kandung yang menjadi warisan kematian orangtuanya. Di sisi lain, saya memiliki seorang teman wanita. Perihal uang bukanlah hal yang berat bagi dia seperti teman saya. Dia hanya ingin suaminya menjadi lebih manis, lebih melihatnya sebagai pasangan hidup bukan sebagai aset yang harus dijaga dengan sikap posesif. Terkadang dia merasa, haknya sebagai manusia dipertanyakan. Tetapi kepada siapa menuntutnya? Di lain hari, saya juga memiliki seorang teman dengan orang tua yang sangat suka sekali mendikte. Sepertinya sejak dia lahir, jalur hidupnya sudah ditentukan. Umur 7 tahun akan kemana, beranjak dewasa menginjak belasan akan menjadi apa, dan tiba waktunya menentukan pasangan hidup, hal itu juga tak lepas dari dikte sang orang tua. Hal ini belum lagi ditambah dengan kenyataan hidup bahwa beberapa manusia di belahan dunia ketiga hidup dengan pendapatan di bawah rata-rata dan tidur beratapkan bintang saat cerah dan curahan air di saat hujan.

 

life, lonely, sad, happy …

Beberapa tahun yang lalu, saya pernah mengalami depresi yang begitu hebat. Saat itu saya merasa bahwa dunia ini tercipta untuk banyak orang, tetapi bukan saya salah satunya. I mean, the world choose someone else but me. Saya hanya menjalani saat-saat yang ada hanya karena sebuah mekanisme otomatis tanpa ada warna di dalamnya. Seperti detik berganti selama 60 kali menjadi menit, dan menit berdetak 60 kali menjadi jam begitu seterusnya sampai menjadi hari, minggu, bulan dan berganti tahun. Tepatnya, saya seperti zombie. Saya kehilangan berat badan beberapa kg dan kelihatan lebih kurus dari pertama sekali saya datang di sana. Saya memutuskan bahwa saya harus melakukan sesuatu, menemukan hobby baru dan orang yang bisa menerima saya apa adanya. Saya percaya bahwa cinta yang sesungguhnya terbukti saat kita bisa menerima orang lain apa adanya, terlepas dari kelemahan yang dia punya. Saya tidak ingin berakhir menjadi seorang zombie.

Saya tidak ingin membandingkan masalah saya dengan mereka yang mungkin kelihatannya saya lebih beruntung dari mereka atau sebaliknya. Penderitaan dan kebahagiaan sudah menjadi paket yang tidak bisa lepas dari manusia semenjak dia diputuskan untuk hadir di planet yang bernama bumi ini. Hanya tidak semua orang bisa membagi porsi yang sama antara tertawa dan airmata. Saat saya memutuskan untuk menemukan hobby baru dan membuka pergaulan saya terhadap orang lain saya tahu bahwa saya berhak bahagia menurut cara saya sendiri. saya hanya perlu membuka diri saya dan mengetahui bahwa sebenarnya saya mempunyai sumber-sumber untuk keluar dari masalah tersebut. Saat saya merasa secara pribadi saya hancur berkeping-keping bahkan saya merasa saya sudah melihat onggokan badan saya yang hancur telah tersebar kemana-mana. saya merasakan kebahagiaan saat saya menemukan hobby baru saya (membaca dan menulis) dan menemukan teman baru yang bisa menerima saya, saya tahu bahwa saya berhak bahagia. Saat saya menyentuh kebahagiaan itu dengan ujung jari saya, saya tahu saya tidak bisa berhenti sampai saya benar-benar menggenggamnya, merengkuhnya, membiarkanya mengalir ke seluruh tubuh saya dan merasakannya. Setiap kita pribadi hidup di bumi memiliki hak dan kewajiban, sudah menjadi tugas kita untuk mencari kebahagiaan di kehidupan yang singkat ini, walau sedang dalam masa kegelapan, dalam bentuk sekecil apapun.

I believe, everyone deserves happiness ! Happy Valentine Days !

 

made of honor

So fellaz, a few days ago in my very boring time, then I picked up an old movie from my DVD Case. Not reallly old movie, it was 2008 and entitled “made of honour”.

made of honor

Jadi, cerita ini berkisah tentang Tom dan Hannah yang memutuskan bersahabat sejak dari jaman kuliah. Persahabatan yang dimulai karena kesalahpahaman Hallowen Night ternyata berlanjut terus sampai keduanya mulai bekerja. Nice friendship relationship I think. Si cowok, buaya darat yang walau buaya tapi tetap dikerubungin begitu banyak wanita (the term of “dikerubungin” here refers to Tom always has different girl to be slept with almost everynight. Cowok lain pasti mikir “what a lucky man !”).

Singkat cerita, temen jadi demen. Karena dari semua cewek yang pernah dia ajak tidur, hannah bukanlah salah satu dari mereka. Cewek yang memiliki prinsip “never slept with a man that she loves”. Di suatu malam yang indah, saat Tom merasa yakin bahwa dia hanya menginginkan Hannah untuk menjadi wanita terakhir dari hidupnya, Hannah mengumumkan pernikahannya dengan Collin dan meminta TOm menjadi pendamping pengantin…

Kadang memang cinta memang tidak saling memiliki, Tapi kalau pada akhirnya tidak saling memiliki, lebih baik diikuti dengan tidak saling memandang dan bertatap muka. Bah ! ini malah mau diminta jadi pendamping pengantin lagi. Dengan sisa ketegaran hati yang dia miliki (namanya juga pelem, segala sesuatu jadi mungkin). Tom membiarkan dirinya menjadi pendamping pengantin, menemani Hannah menghabiskan hari terakhir lajangnya sebelum akhirnya mengakhiri sisa hidup dengan seorang pria, yang tentu saja bukan dirinya.

Ending yang sangat ketebak, Happy Ending ! Pada akhirnya Tom dengan sisa kepercayaan diri dan nyali yang dia miliki jujur dengan perasaannya di hadapan Hannah dan (sekali lagi, namanya pelem) Hannah memutuskan untuk membatalkan pernikahannya dengan Collin di depan altar dan memilih Tom.

Apa moral dari cerita ini?
Film yang bernuansa komedi romantis ini diinspirasi oleh hal yang menurut saya sangat umum dan sering terjadi dalam kehidupan kita. saat kita bersahabat dengan seorang lawan jenis dan ternyata perasaan yang timbul semakin berkembang dari sayang seorang sahabat menjadi rasa sayang kepada seorang kekasih, adalah hal yang wajar. Ada beberapa yang beruntung menyadarinya sebelum sahabat diembat orang, tapi ada juga yang kurang beruntung hanya bisa gigit jari saat sahabat memilih orang lain dan bukan kita. Bukan karena kita enggan mencoba, tapi terkadang kita hanya membawa asumsi sendiri “dengan selalu jalan bareng dengan dia, sering sms gue yakin dia udah tau kalau gue tulus sayang ama dia”. Seperti cerita ini, Hannah tahu dan menyadari sepenuhnya kalau Tom itu sahabat yang baik dan selalu ada buat Hannah. Ditelpon tengah malem juga, Tom gak pernah marah. Diminta tolongin ini itu juga, Tom tetap membantu. Begitu pulak sebaliknya. But ! pengakuan berupa perkataan itu penting. Not all the people can read our mind perfectly, so better speak up before get losing !

 

Movie Quote:

“Nobody in the world makes me laugh the way you do. You’re my best friend. I just wanna be with you.”

sampah = my money …

Saya percaya dunia yang hidup dalam harmoni dan dalam damai itu adalah hanya teori, atau janji2 yang diungkapkan calon wakil rakyat dalam masa kampanye atau calon putri sejagat di saat penjurian. Bahkan jika juga Tuhan Yang Maha Kuasa akan memegang tahta di bumi, keadaan tidak akan berubah signifikan. Hal baik dan jahat itu selalu berjalan bersama, seperti dua sisi mata uang. Berdampingan dalam arah yang berbeda. Kejahatan, ketidakadilan itu selalu ada. bahkan Alkitab-Perjanjian Lama sendiri menceritakan bahwa Kain membunuh Habel gara-gara masalah korban persembahan, padahal mereka sendiri adalah saudara sedarah.  Jadi ketidakadilan itu emang udah ada dari sejak dahulu kala banget …

Hari sabtu kemarin, saya iseng jalan ke salah satu pusat perbelanjaan yang dekat dengan kosan saya. Niatnya cuma mau beli DVD doang, buat habisin waktu malam minggu ini dan tentu saja buat persiapan liburan tengah minggu nanti. Setelah cukup lelah memilih, cukup kesal saat akan mencoba (karena ada sepasang kekasih yang nyobain sebuah dvd ajah sampe 10 menit. saya sampai bingung, ini orang niat nyoba atau mo sekalian nonton ?), saya membeli 12 DVD. Saya cukup puas dengan pilihan saya itu. Di saat akan pulang, ternyata hujan turun dengan tiba-tiba. Karena saya  merasa tidak terburu-buru dengan sesuatu, saya memutuskan untuk ngadem dulu di bawah jembatan.Berdiri di sebelah seorang wanita pemulung dengan gerobak sampahnya.

Untuk memecah kesunyian, saya memulai percakapan dengan wanita tersebut yang belakangan kutahu bernama Lia. Seorang janda cerai tanpa anak dan mulai menekuni profesi pemulung sejak tahun 2006 lalu, tepatnya setelah ditinggal-pergi oleh suaminya (alasan klasik cin … suami kepincut ama wanita idaman lain). Dari perkenalan singkat itu, saya mulai mengenal sedikit soal bu Lia dan kesehariaanya. Dia memulung di sekitar daerah Matraman dengan menggunakan gerobaknya yang baru dibelinya dua hari lalu seharga 150rebo. Saya melihat gerobak sederhana yang dia maksud dan jelas sudah, gerobak itu dibuat seadanya dengan menggunakan sisa-sisa pintu rumah atau triplek bekas orang serta ban motor yang udah aus. Tapi bagi dia, gerobak itu adalah harta berharga yang dia miliki. Dulunya dia memiliki gerobak sebelum akhirnya kehilangannya kira-kira seminggu lalu (ternyata yang nyuri itu sesama pemulung kayak dia. Karena barang banyak dan gerobak itu tidak cukup kuat untuk menampung badannya sekaligus. Dia memilih tidur di tanah dan membiarkan barang itu tetap di sana. Pagi hari, saat dia bangun tidur bukan cuma barang-barang hasil dia memulung yang udah raib, ternyata gerobak itu juga sudah tidak di sana).

Dia memulung apa saja yang bisa dijual lagi. Ada botol air mineral, ada kardus, ada kertas koran, pokoknya macem-macem deh. Kalau kita orang normal bilang. Mereka memulung sampah, tapi bagi mereka sampah itu adalah duit. Untuk harga jual botol air mineral itu sendiri, dijual ke penadah seharga Rp.3000/kg (1 kg botol air mineral itu kira-kira satu karung banyaknya). Untuk kardus dijual dengan harga Rp.1500/kg, ember plastik bekas Rp.1500/kg. Untuk sehari-harinya, dia bisa mendapatkan 3-4 kg barang loak. sehari-harinya dia bisa makan 1-2 hari (kisaran harga makanan yang dia beli itu Rp.4000 – Rp.5000 dengan lauk seadanya. Dia berseloroh kalau dia hanya mengenal lauk tempe dan telor ceplok). makan 2 kali sehari kalau rejeki lagi bagus (hasil memulungnya banyak), dan makan cuma sekali doang kalau hasil memulung sangat sedikit dan belum bisa dijual. Miris dengarnya ….

Untuk penggunaan kamar-mandi umum, dia membayar 1000 kalau hanya mandi dan buang air besar. Tapi jika paketnya diupgrade (+  nyuci kain), maka harganya menjadi Rp.2000. Di waktu kami bertemu itu, ternyata dia belum makan malam karena hasil memulungnya gak banyak, jadi masih dalam ukuran nanggung kalau mau dijual ke penadah. Saya tawarin dia makan malam dengan saya yang traktir tentunya. Dia menolak ajakan saya, bukan karena sok-sok nolak pake gaya rendahin diri buat ninggiin mutu, tapi dia hanya takut saat kami makan dan gerobaknya ditinggal di luar. gerobak itu akan hilang dan dia harus membeli lagi dengan harga Rp.150.000. saya gak bisa memaksa dia, dan sebagai antinya saya memberikan sedikit uang saya kepadanya sebagai ganti makan malam (hayulah ! 20ribu rupiah gak akan bikin saya bangkrut dan mengemis di jalan).

Golongan pemulung itu bukan hal baru lagi di jakarta. Di setiap sisi jalan, di setiap kampung mereka selalu ada. Mengais-ngais di tempat sampah orang, tak jarang mereka bahkan harus ribut dengan kucing tetangga yang ternyata mengharapkan makanan dari kavling yang sama. Mereka ini tidak peduli dengan pendapat orang, dengan perilaku orang yang tak jarang menutup hidung saat mereka melintas, tatapan jijik dan bahkan beberapa dari mereka kadang makan dan minum dari sisa makanan orang di tempat sampah (Seriously, i’ve ever seen this).

So, what’s the point of this story? saya bukan mo ajakin orang-orang jadi tiap ketemu mereka jadi kasih uang dan membelikan mereka kasur biar mereka bisa tidur layak. saya rasa mereka juga gak senang dikasi kasur. Seandainya mereka dikasih kasur, mereka mau bikin dimana? wong tidurnya cuma di gerobak? masa iya gara2 kasur jadi ngontrak kamar ? makin mahal donk biaya hidup. Tapi mungkin kita bisa bantu dengan cara lain. Hey remember, ada pepatah orang yang  bilang kalau seseorang lapar, jangan berikan dia makanan. Tapi berikan pancing dan mata kailnya. Mungkin kita bisa membantu dengan memberikan barang-barang bekas di rumah yang sebenernya hanya menjadi sarang nyamuk dan tikus buat arisan. Koran-koran lama yang akhirnya jadi lapuk di gudang. Trus kalau kita liat mereka itu tiba-tiba jaga jarak dan tutup hidung atau ngusir mereka saat mereka mengais-ngais tempat sampah kita (bukan rahasia juga, kalau mereka kadang suka ngoprek-ngoprek tempat sampah kita tapi lupa buat beresinnya lagi …). Toh pada akhirnya, kalau dipikir-pikir … ada juga sisi positif adanya mereka … kita jadi jarang nemuin sampah botol mineral bekas berserakan di jalan :). Saya juga percaya lho, segala sesuatu yang kita berikan ke orang lain (mau jahat atau baik), suatu saat nanti dengan caranya sendiri, akan kembali kepada kita.

PS : the image attached in this post is taken from another website. If you (the owner of the pic) feels that this is inappropriate, please let me know and I’m gonna remove the picture. Thanks 🙂