TIPS: skincare

Kali ini saya cuma mau berbagi tips memilih skincare yang baik. Seenggaknya ini yang saya praktekin sampe sekarang.

Cari Review

Saya adalah banci review sejati. Sebelum memutuskan membeli suatu skincare apalagi harganya cukup mahal. Biasanya saya googling dulu & baca pengalaman orang lain. Penting untuk diketahui, cari review dari orang yang punya permasalahan kulit, warna kulit, etnis, usia dengan kita. Biasanya kalau uda mirip, bisa bakalan ditebak hasil akhirnya di kulit kita. Kalau kebanyakan orang dengan ciri yang sama dengan kita gak cocok dengan produk ini, better skip it.

Saat cari review di internet, pay attention on registration no. Jaman sekarang, banyak orang cari untung gede dengan jual skincare abal-abal yang memberikan iming-iming “mencerahkan kulit secara instant”. Wajah cuma satu, please maintain it. Jangan pake produk yang merugikan kulit kamu. Mending invest di produk yang memberikan hasil jangka panjang tapi aman, daripada produk ga jelas yang murah dan memberikan hasil instant yang gak permanent (bahkan merusak).

Try sample size

Kalau uda cari review, tapi masi tetep ngotot pengen coba. Better try it in sample size. Jaman sekarang banyak kok yang jual edisi sample atau edisi share. Kalau selama menggunakan sample size ini kulit menunjukkan tanda-tanda lebih baik dan suka. Consider to buy in normal size. Selain biasanya lebih murah, dan lebih awet. Kadang kalau beli fullsize suka dikasi tester macem-macem. Kan lumayan buat dibawa travel

Choose the general products first

Biasanya nih, beberapa skincare brand itu punya produk yang sifatnya lebih general. Bisa digunakan untuk berbagai jenis kulit. Umumnya juga, formulanya ini nyaris terdapat di semua jenis skincare yang dikeluarkan oleh brand tersebut. If you are allergic to this, skip. Karena biasanya gak bakalan cocok juga pake produk lain.

Purging? It’s a big NONO

Banyak orang yang mengganggap kalau purging itu is equal to produk sedang bekerja secara maksimal dan dalam beberapa hari minggu or bulan ke depan purging akan ilang dan kita akan menerima hasil yang kita inginkan. Purging is purging, means kalau kita itu berontak terhadap produk yang kita pakai dan please jangan paksa macem-macem. Lebih baik selingkuh ke produk lain yang bikin kita gak purging.

Skincare gak bisa disamain ke setiap orang. Bikin jadi bagus di kulit si A, bikin kinclong di kulit si B bukan berarti itu bakalan memberikan hasil yang sama bagusnya di kulit kita. That is why, in the first place I suggest you to be a banci review just like me.

 Know when to STOP

Skincare itu emang tujuannya dibuat menjadi lebih baik. Tapi tetep, ada beberapa faktor alam yang gak bisa dibantah. Alias emang udah hukumnya begitu. Kalau jerawat itu bisa dilawan, kulit kusam juga bisa diperbaiki, tapi masalah keriput dan penuaan itu ada batasannya. Which means, we have to deal with it.

Minum yang banyak dan ubah gaya hidup

Apapun jenis skincare yang akan kita gunakana, gak bakalan bisa maksimal kalau gaya hidup kita juga masih kurang benar. Agar skincarenya bekerja makin maksimal, tetep konsumsi banyak air putih, sayur dan buah, jumlah jam tidur yang cukup dan ternyata olahraga juga ngaruh.

Telat haid & primolut N 5mg

Dateng haid itu nyebelin, tapi kalo gak dapet haid… malah lebih nyebelin lagi.

      Nah, ceritanya desember kemaren haid saya gak dateng-dateng padahal udah lewat 15 hari dari tanggal jatuh tempo. Cuma tanda-tanda bakalan dateng haid itu udah nongol sejak tanggal seharusnya saya dapet haid. Karena udah mau mudik dan badan uda bener-bener gak enak, makanya saya memutuskan untuk konsultasi ke dokter kandungan. Akhirnya memutuskan diri untuk konsultasi ke dokter kandungan di RS. St carolus pada hari Sabtu.

      Ternyata konsultasi ke dokter kandungan itu adalah kesalahan terbesar. Antriannya asli panjang banget. Saya melakukan appointment by phone di pagi hari (sekitar jam 7 pagi kurang), udah dapet nomor antrian 33 dan jadwal konsul jam 12 siang. Sampai disana, saya nunggu kira-kira sejam sebelum dipanggil untuk konsultasi. Setelah itu di USG untuk memastikan apa ada kelainan di dalam rahim dan sebangsanya. Puji Tuhan, ternyata gak ada. Semuanya baik-baik saja. Dokter menuliskan resep “Primolut 5N” untuk dikonsumsi selama 10 hari. Harga obat ini juga tergolong menengah (Rp. 171.000 untuk 30 tablets). Diminumnya 3x sehari setelah makan.

      Saya mengkonsumsi obat ini selama 3 hari dan was-was abis karena haidnya ternyata gak kunjung datang. Akhirnya, setelah konsultasi online via google dan cari tau orang yang senasib dengan saya serta dengan seorang dokter kenalan. Kebanyakan dari mereka mendapatkan haid setelah berhenti mengkonsumsi obat ini. Ternyata, bener saja. Dua hari setelah saya berhenti mengkonsumsi tablet ini, haid saya keluar normal.

Ternyata cara kerja primolut ini adalah seperti dua sisi mata uang:
1. Membendung haid agar tidak keluar (ini selama kita masih tetep mengkonsumsi tablet yang bersangkutan)
2. Mengeluarkan haid (setelah berhenti mengkonsumsi pil tersebut).

Dari hasil google di beberapa tempat:

What is Primolut N used for?
source: http://www.netdoctor.co.uk/womens-health/medicines/primolut-n.html

Primolut adalah tablet 5mg yang digunakan untuk mengobat beberapa kondisi yang mengakibatkan berkurangnya hormon progesteron dalam tubuh seperti menorrhagia, secondary amenorrhoea (periode haid yang berhenti, gak nongol atau terlambat dibandingkan jadwal seharusnya); dysmenorrhoea (haid tidak berhenti); PMS; dkk seperti yang dijelaskan berikut:

Primolut N tablets 5mg are used to treat several conditions that are the result of a lack of progesterone including menstrual disorders like: menorrhagia (heavy prolonged menstrual bleeding) secondary amenorrhoea (menstrual periods that have stopped, are absent or irregular); dysmenorrhoea (painful periods); premenstrual syndrome, including cyclical mastopathy (premenstrual breast swelling and tenderness); dysfunctional or abnormal uterine bleeding, which occurs during the menstrual cycle instead of at the end. Primolut N tablets 5mg are also used to treat endometriosis (growth of endometrial tissue outside the uterus causing pain and bleeding) and shift the timing of menstruation to help manage irregular menstrual cycles.

TIPS & WARNING:

  • Obat ini tidak diperkenankan untuk wanita hamil, jika anda aktif secara seksual sebaiknya konsultasikan dengan dokter kandungan bahwa terlambatnya haid bukan karena hamil sebelum mulai mengkonsumsi obat ini. 
  • Cara kerja dan hasil yang didapatkan setiap wanita setelah mengkonsumsi obat ini bisa berbeda (ada yang haidnya tetap gak nongol-nongol juga) atau malah mendapatkan gejala sakit lain. Jika keadaannya sudah sedemikian rupa, ada baiknya kembali berkonsultasi dengan dokter kandungan yang terpercaya.
  • Blog ini saya tuliskan berdasarkan pengalaman saya sendiri, tetapi untuk kebaikan bersama jika ada beberapa dari ladies-ladies sekalian yang mengalami kasus yang sama dengan saya, ada baiknya dikonsultasikan dengan pihak medis sebelum mulai mengkonsumsi obat ini.

acne treatment: Dr. Kun Jayanata (Moestopo)

Well, hi… uda lama gak menulis sesuatu yang bener-bener berguna bagi pembaca. Ngeliat beberapa halaman ke belakang, kok kebanyakan curhat yah? Padahal saya aslinya gak lebay lho orangnya.

Jadi seperti pemiliki jerawat di seluruh dunia, saya ini orangnya persistent dalam mencoba berbagai alternatif pengobatan jerawat. Mulai dari gonta-ganti skincare sampai dengan ganti dokter juga. Tapi sepertinya penantian saya terjawab di dokter terakhir ini.

Namanya dokter kun djayanata. Buka praktek di daerah moestopo (di seberang kampus Binus Int’l. Deket dengan Senayan City). Awalnya saya mencoba kesini karena ada temen yang rekomendasi setelah ngeliat perubahan yang baik dari temen kantornya.

Well, setelah lelah menghitung jerawat yang semakin merajalela di daerah pipi dan dagu. Akhirnya saya mencoba ke klinik ini. Diantriin jam 5.30 pagi (benar sekali. jam stengah  6 pagi) oleh asisten rumah tangga kosan temen. Saya dapat nomer antrian 29. Jam 12 siang, saya ditelepon oleh pihak dokter kun dan disuruh daftar ulang konsultasi jam 3-4 sore.

Sesampainya disana, langsung daftar ulang dan susternya bakalan ngasih kartu pasien terus disuruh nunggu sampai dokter kun manggil nama kita. Praktek dokter kun ini lebih mirip dengan klinik umum dibandingkan dengan klinik kecantikan. Jadi, jangan ngarep ruangan itu dipenuhi sofa empuk, bunga warna-warni, lukisan indah dan sebangsanya. Benda yang ada di ruang tunggu cuma meja kasir dan penebusan obat (digabung jadi 1), 20 kursi tunggu, 1 buah televisi LCD menggunakan layanan tv kabel berlangganan (tapi selalu bisu. Sepertinya dokter kun ngeset volume tipinya sampe 0), 1 buah dispenser dan beberapa gelas plastik.

Setelah penantian 1 jam lebih, akhirnya saya dapet giliran buat konsultasi. Dokter kun itu orangnya baik dan kita tanya apa aja pasti dijawab ama dia. Di kunjungan pertama saya, dia menyesalkan saya pernah memasuki treatment-ajaran-sesat. Apakah itu? dia menyesalkan ada beberapa bekas jerawat bolong-bolong gitu di daerah pipi. Ternyata, jika jerawat masih dalam keadaan aktif, tidak pernah dianjurkan untuk facial. Facial itu bisa dilakukan untuk wajah bebas jerawat. Untuk kategori wajah saya kmaren, jerawat baru bisa bersih dalam waktu seenggaknya 8 bulan, masalah scars dan sebangsanya akan dikonsultasikan setelah ngeliat progress wajah gua. Bisa jadi disuruh RF, laser atau sebangsanya. Tapi intinya, saya harus telaten dan nurutin ngomongan dokter kun (seperti jangan bolos makan obat, jangan lupa olesin krim dan tetep minum air putih itu wajib hukumnya).

Seperti perawatan di klinik kecantikan lain, saya disuruh cuci muka dan foto. Gunanya untuk dokumentasi dokter dan kita sendiri. Dengan demikian, bisa dilihat perubahan wajah ke arah yang semakin baik. Setelah tanya macem-macem dan dimarahin macem-macem juga. Dokter kun menuliskan beberapa resep.

Tidak seperti di e**a, pengambilan obat gak harus pake ambil nomer antri lagi. Gak beberapa lama kemudian, nama saya dipanggil. Untuk kunjungan pertama, saya diharuskan beli antibiotik (untuk 2 minggu pertama), obat minum (30 butir), krim malam III, krim pagi I. Untuk facial wash, dokter kun gak maksa harus pake produknya dia. Selama kita masih pake facial yang non-scrub, masi bisa diterusin.

Kunjungan kedua saya dijadwalkan 4 bulan setelah kunjungan pertama. Ini bikin saya sedikit shock. Karena setelah coba 3 klinik sebelum dr kun, semua pasti bilang saya harus konsultasi tiap bulan. Which is bikin kere. Untuk kunjungan pertama ini, biayanya kena 600rb an. Untuk beli obat di bulan berikutnya sampai ke jadwal konsultasi selanjutnya, bisa dilakukan secara online. Tinggal telepon dokter kun, trus transfer duitnya udah deh… obat dianterin sampe ke rumah.

Overall testimonial dari saya, dari semua dokter kulit yang pernah saya coba. Saya paling puas dan seneng dengan dokter kun. Dari awal dia bilang gak akan kasil hasil instant (*lirik-klinik-sebelah* yang dalam waktu 1 bulan bikin jerawat ilang tapi setelahnya bikin kulit wajah makin tipis dan sensitif. Belum lagi anjuran facial dan sebangsanya). Obatnya juga tergolong gak mahal (bukan berarti murah juga yah).

Finally, bagi yang mau cobain dokter kun. Ini beberapa tips dari saya:

  1. Jangan pede dateng konsultasi tanpa antri. Bakalan sia-sia dan gak dilayani. Antriannya juga kudu dateng ke sana dan daftar di pos satpam (please, don’t do phone-registration. You just waste your time and your money)
  2. Jangan makeup-an! Plus come there with bare-face. Biar dokter kun nya bisa ngeliat tingkat keparahan jerawatnya kita.
  3. Obat minum (berupa pil) dari dokter kun ini bikin bibir cepat kering dan terkelupas. Jadi, butuh minum air putih yang banyak dan jangan lupa olesin lipbalm (don’t use your saliva, it will get worse)
  4. Dari pengalaman gua disana, hasil treatmentnya keliatan setelah bulan ke-3. Di bulan 1-2 bahkan bikin purging dan kulit saya makin menghitam. But that’s it. Setelah memasuki bulan ke-3, Voila! berangsur-angsur komedo berkurang, jerawat ilang, kadar minyak berkurang.
  5. Ikutin aja nasehat dokter kun.
  6. Wait for the next update yah! Lagi bikin appointment buat RF nih buat ngeratain scars di pipi.

Sedikit update-an nih soal antri-mengantri. Sekarang untuk antri itu harus dilakukan sendiri (nitip ke orang terdekat boleh juga) disertai dengan KTP/SIM. Jadi, untuk beberapa informasi di Internet yang bilang kalo untuk antri bisa pake calo, sekarang udah gak bisa lagi. I know, sedikit nyebelin dan nyusahin, tapi beauty needs effort lho ladies.

Untuk yang penasaran skincare routines after dokter kun, mungkin bisa cek postingan saya yang ini:

1. Clarisonic MIA2 Review

2. SK-II for Acne Prone Skin

Hi Ladies,

Untuk yang ikutin blog ini dan penasaran gimana sekarang keadaan di praktek dokter kun, ada update-annya lho. Please visit yah:

Updated: Review Dokter Kun

Good luck, ladies!

curhat : odontectomy (operasi geraham bungsu)

Apa itu? well, kalau dari hasil googling. Odontectomy adalah

Removal of teeth by the bending back of a mucoperiosteal flap and excision of bone from around the root before the application of force to remove the tooth (source)

Kalo bagi saya pribadi: sakit tak terkatakan dan diet super cepet !

Nah, ceritanya ini berawal dari beberapa minggu lalu dimana saya merasakan sakit yang teramat sangat di geraham kanan bawah dan efeknya sampai ke telinga dan leher. Bahkan untuk menelan saja terkadang susah. Karena saya tipe yang malas berurusan dengan dokter, maka saya hanya mengkonsumsi painkiller saja (saya memilih cataflam 50). Tapi, namanya painkiller, ya efeknya cuma temporary doang. Saat dikonsumsi dan setelah beberapa jam, sakitnya hilang. Kemudian, balik lagi nyut-nyutan.

Akhirnya saya menyerah juga dan memilih mengunjungi dokter gigi. Waktu itu, saya coba konsultasi ke drg.Indah di RS. Mitra Kemayoran. Setelah dicek sekilas, dia merekomendasikan saya untuk melakukan foto panoramik. Di RS. Mitra Kemayoran sendiri, foto panoramik ini sendiri dikenai biaya Rp.140.000. Karena saya datangnya cukup pagi, proses ini sendiri hanya memakan waktu 20 menit, dari registrasi – menerima hasil foto.

Dari sana, saya kembali lagi ke poli gigi. Dokternya lihat hasil fotonya dan akhirnya rekomendasi pengobatan yang dia berikan di luar dugaan saya : “Ehm, bener ini giginya. Kamu harus dioperasi nih. Kalau enggak bakalan sakit terus”. Kalau mau dijelaskan dengan gambar yang nyata, maka kira-kira beginilah keadaan gigi saya sebelum operasi (gigi geraham bungsu mendorong gusi dari dalam, pada akhirnya menyebabkan gusi meradang).

bagian gigi yang terkena impaksi (courtesy: klikdokter.com)

sedangkan gambar berikut adalah hasil foto panoramik dari lab:

bagian gigi yang terkena impaksi (bawah: operasi, atas: cabut)

Kemudian dia menuliskan surat pengantar operasi dan meminta saya untuk melakukan appointment sendiri. Saya sempat konsultasi dengan doi tentang kondisi gigi saya tersebut. Kesimpulannya, penyebab gigi saya sakit adalah akibat tumbuhnya geraham bungsu di bawah gusi yang mengakibatkan gusi meradang. Berhubung ini geraham bungsu, tidak seperti gigi susu, belum tentu gigi tersebut akan tumbuh menembus gusi. Jadi, kemungkinan dia tetap di bawah gusi dan menimbulkan rasa sakit itu sangatlah mungkin. Kalau istilah kerennya di dunia kedokteran, gigi saya mengalami impaksi bony vertical impaction (impaksi karena desain rahang dan syaraf sehingga ada gigi yang separuh atau bahkan seluruhnya tertahan dalam gusi). Kira-kira begini gambarannya:

bony vertical impaction (courtesy: animated-teeth.com)

Di luar impaksi, gigi geraham bungsu bisa tumbuh normal apa adanya walaupun ternyata tidak berguna juga (selain hanya menambah jumlah gigi doang) karena informasi dari dokter gigi yang saya dapatkan, makanan yang kita kunyah itu tidak selalu melibatkan geraham bungsu. Efek yang ada, hanya menambah kotoran di gigi doang, sedangkan kebanyakan sikat gigi yang beredar akan sulit mencapai titik tersebut (belum lagi kalau orangnya tipikal manusia yang tidak menikmati saat-saat menggosok gigi).

Pada akhirnya, saya mengalah dan mengikuti pesan dokter untuk melakukan odontectomy.
Operasi sendiri saya lakukan di RS.St.Carolus. Pertimbangannya adalah biaya. Di sana lebih murah dibandingkan dengan RS. Mitra Kemayoran. Untuk biaya odontectomy ini sendiri, kisarannya beragam. Dari 3 juta lebih, tergantung rumah sakit dan tingkat keparahan gigi (karena pasti ngaruh juga ke effort sang dokter bedah). Untuk biaya operasi yang saya lakukan ini, total biaya yang saya keluarkan adalah 4.3 juta. Termasuk operasi gigi geraham bungsu kanan bawah, cabut gigi atas (dengan komplikasi berat), biaya anestesi dan obat.

Drg yang melakukan operasinya adalah Drg. Thomas SpBM. Saya membawa hasil foto panoramik gigi saya dan surat pengantar dari drg. Indah. Saya melakukan appointment di sabtu pagi & dapat jadwal operasi senin pagi. Senin pagi, sesampainya disana … basa-basi sedikit dan akhirnya saya disuruh mangap. Dicek sebentar dan dibandingin dengan hasilfoto panoramiknya dan ternyata … gigi yang dicabut harus sepasang (geraham bungsu kanan atas dan bawah).

Kenapa ?
Karena ternyata kalau cuma gigi bawah yang dioperasi tanpa disertai gigi atas, maka gigi tersebut akan melukai dan tidak menutup kemungkinan menyebabkan gigi di seberangnya menjadi infeksi dan hal itu kelihatan nyata di gigi saya. Gusi geraham kanan bawah sudah meradang. Makanya tidak heran kalau efeknya terasa banget di saraf leher dan telinga.

Sejujurnya saya takut dan gak santai, bahkan saking takutnya saya baru bisa tidur jam 2 subuh (operasinya sendiri adalah jam 9 pagi di hari yang sama).
Saya disuruh rileks di kursi dokter gigi, disuruh rileks dan doa kemudian mulailah hal-hal mengerikan berdatangan. Berhubungan saya penakut, saya minta wajah saya ditutup kain saja, saya gak mau melihat benda-benda apa saja yang akan dimasukkan ke dalam mulut saya atau berapa jumlah darah yang sudah terbuang. Operasi odontectomy ini adalah operasi lokal (bagian mulut dan gigi doang), maka biusnya pun dilakukan secara lokal. Tapi tetep aja ya cin, bagian mulut dan gigi itu sensitif jadi masih dibius saja udah cukup membuat saya ketar-ketir.Ada beberapa lokasi yang dibius, tapi yang paling menyakitkan adalah bius di langit-langit mulut. Waktu saya operasi kemarin, ada 4 kali suntikan bius. Setelah kira-kira 10 menit saya dibius, mulailah saya merasakan pisau bedah, pingset gigi, sampai bor menari-nari di dalam gigi saya. Operasi diakhiri dengan menjahit bekas gusi yang dibedah, saya cuma sempat ngintip sedikit bagian ini doang, abis itu merem lagi. Kan gigi saya ada di bawah gusinya, jadi gusinya harus dirobek sedikit dulu untuk bisa mengeluarkan giginya. sakit ? gak donk … kan udah dibius (jangan ngebayangin dalam keadaan gak bisa dibius, bisa ngilu seluruh tubuh).

Setelah gigi bawah dioperasi, giliran yang bagian atas, Karena gigi tersebut sudah numbuh maka tidak perlu dilakukan operasi, hanya cabut gigi biasa saja. Kira-kira 40-60 menit operasinya selesai dan saya diberikan casa gigi untuk ditempelkan di daerah bekas operasi dan cabut gigi. Saya senang operasi ini berjalan sukses, semoga saya gak menderita sakit gigi yang mengenai syaraf lagi. Pesan saya bagi yang ingin melakukan odontectomy adalah:

  • Percayalah kepada dokter gigi dan bedah mulut. Mereka pasti merekomendasikan yang terbaik buat kita.
  • Kalau boleh dapatkan appointment di antrian pertama. Jadi gak perlu denger-denger jeritan mengerikan di antrian sebelumnya (ini bisa makin bikin takut lagi).
  • Setelah selesai operasi, jangan lupa mengkonsumsi obat antibiotik dan painkiller yang biasa sudah diresepkan dokter setelah selesai operasi (jadi jangan terlena di operasinya, sampai lupa untuk menukar resep dokter).
  • Istirahat yang cukup
  • Kurangi aktifitas yang melibatkan mulut dan gigi (beberapa hari setelah operasi, saya mengkonsumsi makanan cair)
  • Jangan kumur-kumur dan meludah (seenggaknya sampai minggu pertama dan bekas jahitan dibuka)
  • Di beberapa kasus (termasuk saya), mungkin di hari pertama setelah operasi darah masih mengucur (tenang aja, sedikit kok) dari daerah bekas pembedahan. Untuk menguranginya, kita bisa minta cadangan casa gigi atau mengompres daerah pipi (atau daerah lain di sekitarnya) dengan es batu. Lakukan maksimal 10 menit. Hal ini cukup membantu proses pembekuan darah.
  • Akhir kata, emang operasi ini sakit. bikin pipi bengkak berhari-hari, susah mangap (apalagi makan), bagi saya sendiri sampai susah nelan. Tapi bukan jadi akhir segalanya..

PS: post ini semata-mata saya tulis dari pengalaman seorang awam yang melakukan odontectomy. Sekedar berbagi buat siapa saja yang berniat melakukan odontectomy. Jadi, jangan lakukan konsultasi gigi dengan saya. Finally, thanks for reading..

Jerawat (part II)

Sodara-sodara … menyambung postingan gue sebelumnya dan dari statistik blog gue juga nunjukkin ternyata postingan gue yang paling laris manis adalah soal jerawat ! bahkan statistik pencarian juga nunjukkin yang paling banyak dicari orang soal jerawat dan tentu saja soal Erha Clinic (klinik dermatologis yang dulu gue pernah kunjungin).

statistik_mshennie

Jerawat ! emang gak asik banget. Mungkin gak semua tau klo ini adalah salah satu masalah terbesar (segi medis) yang kedua terbesar setelah masalah kegemukan (obesitas) dan ketombe. Jadi jerawat ini ada di posisi ketiga. Walo gak semua orang pernah berjerawat, tapi hampir kebanyakan orang pernah merasakannya (ngaku ajah, barang sekali nongol pasti pernah !!!).

Gue akuin kmaren gue rada cocokan di erha dan seenggak-enggaknya populasi jerawat gue jauh berkurang dan sekarang yang tertinggal adalah scars (gue belum dapet dana cukup buat fraxel *salah satu perawatan dermatology untuk menghilangkan bekas luka di wajah termasuk jerawat, flek hitam. Klo gue gak salah perawatan ini menggunakan laser. Jangan tanyakan gue laser apa yang dipake, wong gue aja kagak pernah).

Pengalaman memiliki jerawat ini jadi ngajarin gue buat lebih jaga kebersihan muka dan sedikit lebih “care” dengan wajah yang sebelumnya gak pernah kepikiran ama gue. Beberapa hal yang bisa gue share soal jerawat adalah:
1. Kebersihan muka itu perlu
Jadi klo boleh lebih sering ajah cuci muka klo dirasa wajah udah jorok gitu misalnya kalo barusan keluar dan wajah kena debu gitu. Masalah dalam cuci muka ini juga ada tips dan triknya ternyata sodara-sodara … Dokter dan beberapa ahli kulit nganjurin jangan menggunakan pencuci muka yang memiliki tekstur scrub kasar (gak enak juga bilangin merk, tapi mungkin Ponds, Biore itu termasuk salah satu pencuci muka yang scrubnya lumayan kasar). Bandingkan dengan Loreal Pure Zone atau Facial Wash Erha. Untuk beberapa kasus, cuci muka ajah gak cukup bersihin muka, untuk bisa menjamin lebih bersih .. coba bersihkan lagi dengan menggunakan milk cleansing dan tonernya.

2. Masalah tidur
Gue baru tau ternyata tidur ini bermasalah juga ama jerawat. Tepatnya sih bukan tidur, tapi masalah bantal dan sebangsanya. Umumnya kan jerawat ini nyerang orang-orang yang kulit wajahnya sensitif. Jadi jorok dikit aja, udah pasti diserang ama jerawat. Bantal yang empuk juga ternyata bisa jadi salah satu saluran datengnya jerawat. Jadi usahakan tidur itu dalam keadaan terlentang dan kulit wajah tidak mengenai bantal. Klo mau kena juga boleh, tapi sering-seringlah mengganti sarung bantalnya (apalagi klo ileran kali ya bo?).

3. Makanan
Dokternya kemaren bilang, makanan juga bisa jadi pemicu jerawat. Jenis makanan pedas dan manis. Klo masalah makanan pedas sih gue gak masalah, gue juga gak terlalu suka makanan pedas. Tapi soal makanan manis itu emang jadi masalah gue, gue penggemar coklat. Tapi gue rasa gue juga bukan dalam tahap maniak banget.

4.Banyak minum air putih
gak cuma iklan doang yang ngomong, dokternya juga kmaren kasih pesan begituan. Katanya sih bisa membantu lepasin toksin yang ada di tubuh. Apa iya juga kali ya, klo jerawat itu salah satu reaksi dari toksin yang di tubuh? Ada yang bisa kasih keterangan?

Soal perawatan wajah gue gak macem-macem, tapi sekarang gue coba pake produk yang lebih aman (walaupun sedikit rada berat di kantong). Tapi ya balik ke prinsip ekonomi “ada duit, ada barang” alias harga gak pernah bohong

1. Untuk pencuci muka
Gue pake loreal pure zone (ada 2 jenis tuh yang scrub ama facial wash biasa). Klo yang scrub (ada dalam kemasan tube, isinya 100ml. Gak berwarna dan ditambah scrub halus warna biru –  loreal pure zone exfoliating gel wash). Lebih encer dari pencuci muka sejenisnya. Biasa dijual dengan harga Rp. 29.000 – Rp. 32.000. Kalo yang satunya lagi (isi encer, gak berwarna dan isinya 200ml) – Deep Purifying Gel Wash. Ada tipsnya juga ternyata klo keadaan wajah sedang berjerawat maka pake yang tanpa scrub karena ternyata scrub bisa mancing temen-temennya buat nongol juga. Tapi klo emang udah mendingan, maka bisa pake yang pembersih dengan scrub. Ternyata gunanya scrub itu buat buang kelebihan minyak yang ada di wajah bukan buat mengikis jerawat karena klo dipake pada kulit wajah berjerawat yang ada jerawat tuh makin rame karena kulit wajah jadi iritasi.

deep-purifying-gel-washyang ini namanya : Deep Purifying Gel Wash

loreal-pure-zone-exfoliating-gel-washyang ini : loreal pure zone exfoliating gel wash

2. Untuk pelembab
Gue pake Loreal untuk kulit sensitif. Klo pertama kali pake pelembab ini mungkin bisa jadi orang merasa aneh, karena baunya itu lho. Ini adalah salah satu pelembap non-perfume. Pengalaman gue pake pelembap ini cocok dengan gue karena emang gak bikin kulit berminyak. Di jual di pasaran dengan harga Rp. 95.000 – Rp. 100.000 (ukuran 50ml). Dalam bentuk krim, tapi gak bikin lengket di kulit dan dibandingkan dengan produk sejenis lain (misalnya Ponds, Garnier), pelembap ini lebih mudah diserap kulit tanpa membuat kulit wajah keliatan seperti wajan penggorengan. Mengandung SPF 20++  karena pelembap yang ini emang dikhususkan untuk wanita asia yang hidup di daerah tropis.lorealperfect2loreal white perfect (re-lighting whitening spf 20++)

3. Untuk bedak
Klo buat cowok sih, poin ini bisa diskip ajah. Tapi klo buat cewek … hal ini mungkin penting juga. Gue pake MMU (Mineral Make Up dari Loreal juga). Bentuknya yang powder emang cocok untuk wajah berjerawat dan sensitif. Lebih nempel di kulit dan gak bikin wajah cepat berminyak. Gak nutup pori-pori juga tapi awet (karena di dalemnya dah mengandung foundation). Diaplikasikan ke wajah dengan menggunakan kabuki (jadi lebih gampang merata di wajah). Kalo mungkin beberapa orang yang ngikutin perkembangan make up dan sebangsanya, sekarang emang trend-nya cenderung ke arah mineral make up gitu karena bahan pembentuknya lebih alami (oil free, non comedogenic, no perfume and no preservation). Maybeline, Revlon, TBS, Ciel Mineral juga udah ngeluarin produk ini. Tapi karena gue udah pake Loreal, maka gue ambil aja yang sepaket biar lebih cocok. Harga di pasaran Rp. 155.000 – 160.000.Tapi berhubung kemaren di Carrefour ada beauty Fair maka gue kmaren belinya dengan harga miring (only Rp. 119.000). Pilihan warna yang ditawarkan juga lumayan banyak.

mmu_loreal15. Untuk krim jerawat
Klo untuk krim jerawat, gue masih tetep pake acne lotion erha. Itu juga gue pake dalam kadar seperlunya, saat gue sedang ada jerawat ajah. Tapi klo keadaan wajah gak bermasalah ya gue gak pake. Untuk cewek saat jerawat sering numbuh itu klo udah deket-deket mo dateng bulan. Pengaruh hormon juga kali ya jeung?. Menurut gue, AL (acne lotion) erha ini tergolong obat keras apalagi klo digabungin dengan AT (Acne Toner) karena pertama kali dipake ke wajah itu bener-bener perih dan panas banget. Cuma klo udah biasa sih ya gak berasa lagi. Tapi bagi gue tetep ajah panas. Khasiatnya: cukup ampuh untuk basmi jerawat dengan cara instant (gue cuma pake ini sebulan dan jerawatnya langsung mengering). Pesan gue pake obat ini klo emang wajah berjerawat, tapi klo lagi gak berjerawat jangan digunakan karena efek produk ini selain emang bikin wajah menjadi panas saat penggunaan, produk ini juga mengakibatkan wajah menjadi lebih berminyak. Penggunaan jangka panjangnya (dalam kadar teratur tanpa memandang keadaan kulit wajah sedang berjerawat ato enggak) bisa bikin kulit wajah kita resistan. Dalam artian besok-besok kita berjerawat trus pake produk yang sama gak akan ngaruh lagi. Lagian, harga produk erha ini gak baik buat kantong :).

Gue cuma bisa share cerita segitu doang, sekarang gue masih punya PR buat ilangin scars (bekas jerawat). Cara yang paling mantep itu sih fraxel, tapi dokunya gue gak nahan (sekali fraxel itu kena 4-5 juta ,klo gue gak salah erha nyediain fasilitas fraxel di tempat mereka. Mungkin untuk lebih jelasnya bisa buka websitenya ato datengin langsung klinik pusatnya yang ada di kemanggisan). Kalo ditanya produk lain gue gak bisa kasih testi karena kmaren ada temen yang nanyain ke gue soal natasha ,murad skincare ato titi moertolo yang ada di benhill.Gue cuma coba erha doang dan kebetulan langsung cocok. Satu hal yang positif yang perlu diketahui oleh orang yang kulitnya berminyak, keadaan/kondisi kulit wajah yang berminyak itu memperlambat proses kerutan di wajah, jadi lebih awet muda :D. So, gak selalu buruk kok memiliki kulit wajah berminyak.


Why to move ….

Tulisan berikut ini bukan buah pikiran gue dalam artian gue comot dari salah seorang temen yang forward ke millis gue dan sumber otentiknya juga gue udah sertain di dalam tulisan ini. Boleh jadi renungan buat kita yang niat mo resign atau mengundurkan diri atau mungkin dari pembaca sekalian ada yang berprofesi sebagai atasan.

Tulisan ini sedikit banyak lagi gambarin kondisi gue di perusahaan tempat gue sekarang bekerja … Ladies and gentlemen, please take a look

Mengapa karyawan meningggalkan perusahaan (atau paling tidak sering ngedumel)? Berikut ini petikan dari bukunya Haris Priyatna yang berjudul Azim Premji, “Bill Gates” dari India (terbitan Mizania 2007).
Azim Premji adalah milyuner muslim dari India yang telah menyulap Wipro, dari sebuah perusahaan minyak goreng menjadi konglomerasi perusahaan dengan salah satunya adalah Wipro Technologies yang merupakan ikon kebangkitan industri teknologi informasi di India . Dia urutan ke-21 orang terkaya di dunia versi Forbes 2007. Azim dikenal sebagai milyuner yang bergaya hidup sederhana.
Berikut ini pandangan Premji tentang mengapa karyawan betah dan tidak betah dengan perusahaan. Wipro sendiri memiliki tinkat turn-over (kepindahan) karyawan yang sangat rendah, padahal gajinya tidak lebih tinggi dibandingkan perusahaan sejenis seperti Infosys dan TCS.

Mengapa KARYAWAN meninggalkan perusahaan?
Banyak perusahaan yang mengalami persoalan tingginya tingkat pergantian karyawan. Betapa orang mudah keluar-masuk perusahaan itu. Orang meninggalkan perusahaan untuk gaji yang lebih besar, karier yang lebih menjanjikan, lingkungan kerja yang lebih nyaman, atau sekedar alasan pribadi. Tulisan ini mencoba menjelaskan persoalan ini.
Belum lama ini, Sanjay, seorang teman lama yang merupakan desainer software senior, mendapatkan tawaran dari sebuah perusahaan internasional prestisius untuk bekerja di cabang operasinya di India sebagai pengembang software. Dia tergetar oleh tawaran itu. Sanjay telah mendengar banyak tentang CEO perusahaan ini, pria karismatik yang sering dikutip di berita-berita bisnis karena sikap visionernya. Gajinya hebat. Perusahaan itu memiliki kebijakan SDM ramah karyawan yang bagus, kantor yang masih baru, dan teknologi mutakhir, bahkan sebuah kantin yang menyediakan makanan lezat.

Sanjay segera menerima tawaran itu. Dua kali dia dikirim ke luar negeri untuk pelatihan. “Saya sekarang menguasai pengetahuan yang paling baru”, katanya tak lama setelah bergabung. Ini betul-betul pekerjaan yang hebat dengan teknologi mutakhir. Ternyata, kurang dari delapan bulan setelah dia bergabung, Sanjay keluar dari pekerjaan itu. Dia tidak punya tawaran lain di tangannya, tetapi dia mengatakan tidak bisa bekerja di sana lagi. Beberapa orang lain di departemennya pun berhenti baru-baru ini.

Sang CEO pusing terhadap tingginya tingkat pergantian karyawan. Dia pusing akan uang yang dia habiskan dalam melatih mereka. Dia bingung karena tidak tahu apa yang terjadi. Mengapa karyawan berbakat ini pergi walaupun gajinya besar ? Sanjay berhenti untuk satu alasan yang sama yang mendorong banyak orang berbakat pergi. Jawabannya terletak pada salah satu penelitian terbesar yang dilakukan oleh Gallup Organization. Penelitian ini menyurvei lebih dari satu juta karyawan dan delapan puluh ribu manajer, lalu dipublikasikan dalam sebuah buku berjudul First B reak All the Rules.

Penemuannya adalah sebagai berikut:
Jika orang-orang yang bagus meninggalkan perusahaan, lihatlah atasan langsung/tertinggi di departemen mereka. Lebih dari alasan apapun, dia adalah alasan orang bertahan dan berkembang dalam organisasi. Dan dia adalah alasan mengapa mereka berhenti, membawa pengetahuan, pengalaman, dan relasi bersama mereka. Biasanya langsung ke pesaing. Orang meninggalkan manajer/direktur anda, bukan perusahaan, tulis Marcus Buckingham dan Curt Hoffman penulis buku First Break All the Rules.

Begitu banyak uang yang telah dibuang untuk menjawab tantangan mempertahankan orang yang bagus – dalam bentuk gaji yang lebih besar, fasilitas dan pelatihan yang lebih baik. Namun, pada akhirnya, penyebab kebanyakan orang keluar adalah manajer. Kalau Anda punya masalah pergantian karyawan yang tinggi, lihatlah para manajer/direktur Anda terlebih dahulu. Apakah mereka membuat orang-orang pergi? Dari satu sisi, kebutuhan utama seorang karyawan tidak terlalu terkait dengan uang, dan lebih terkait dengan bagaimana dia diperlakukan dan dihargai. Kebanyakan hal ini bergantung langsung dengan manajer di atasnya.

Uniknya, bos yang buruk tampaknya selalu dialami oleh orang-orang yang bagus. Sebuah survei majalah Fortune beberapa tahun lalu menemukan bahwa hampir 75 persen karyawan telah menderita di tangan para atasan yang sulit.

Dari semua penyebab stres di tempat kerja, bos yang buruk kemungkinan yang paling parah. Hal ini langsung berdampak pada kesehatan emosional dan produktivitas karyawan. Pakar SDM menyatakan bahwa dari semua bentuk tekanan, karyawan menganggap penghinaan di depan umum adalah hal yang paling tidak bisa diterima. Pada kesempatan pertama, seorang karyawan mungkin tidak pergi, tetapi pikiran untuk melakukannya telah tertanam. Pada saat yang kedua, pikiran itu diperkuat. Saat yang ketiga kalinya, dia mulai mencari pekerjaan yang lain. Ketika orang tidak bisa membalas kemarahan secara terbuka, mereka melakukannya dengan serangan pasif, seperti: dengan membandel dan memperlambat kerja, dengan melakukan apa yang diperintahkan saja dan tidak memberi lebih, juga dengan tidak menyampaikan informasi yang krusial kepada sang bos.

Seorang pakar manajemen mengatakan, jika Anda bekerja untuk atasan yang tidak menyenangkan, Anda biasanya ingin membuat dia mendapat masalah. Anda tidak mencurahkan hati dan jiwa di pekerjaan itu. Para manajer bisa membuat karyawan stres dengan cara yang berbeda-beda: dengan terlalu men gontrol, terlalu curiga, terlalu mencampuri, sok tahu, juga terlalu mengecam. Mereka lupa bahwa para pekerja bukanlah aset tetap, mereka adalah agen bebas. Jika hal ini berlangsung terlalu lama, seorang karyawan akan berhenti – biasanya karena masalah yang tampak remeh. Bukan pukulan ke-100 yang merobohkan seorang yang baik, melainkan 99 pukulan sebelumnya. Dan meskipun benar bahwa orang meninggalkan pekerjaan karena berbagai alasan, untuk kesempatan yang lebih baik atau alasan khusus, mereka yang keluar itu sebetulnya bisa saja bertahan, kalau bukan karena satu orang yang mengatakan kepada mereka, seperti yang dilakukan bos Sanjay: Kamu tidak penting.  Saya bisa mencari puluhan orang seperti kamu.

Meskipun tampaknya mudah mencari karyawan, pertimbangkanlah untuk sesaat biaya kehilangan seorang karyawan yang berbakat. Ada biaya untuk mencari penggantinya. Biaya melatih penggantinya. Biaya karena tidak memiliki seseorang untuk melakukan pekerjaan itu sementara waktu. Kehilangan klien dan relasi yang telah dibina oleh orang tersebut. Kehilangan moril sejawat kerjanya. Kehilangan rahasia perusahaan yang mungkin sekarang dibocorkan oleh orang tersebut kepada perusahaan lain. Plus, tentu saja, kehilangan reputasi perusahaan. Setiap orang yang meninggalkan sebuah korporasi akan menjadi dutanya, entah tentang kebaikan atau keburukan.
Demikian pesan Azim Premji. Bagaimana pendapat Anda (sebagai bawahan maupun atasan) ?

Tips : Global Warming …

Ehmm belakangan ini istilah ini ngetop banget di kalangan aktivis lingkungan dan dikampanyekan dengan banyak cara. Gak sedikit orang yang peduli namun gak sedikit pulak yang OMDO, ngaku peduli tapi gak dibuktiin dengan perilaku. Bukti nyata dari efek global warming itu tentunya menjadi semakin panasnya bumi dan secara umum merusak ekosistem yang ada di bumi. Kalo terjadi dalam waktu berkepanjangan akan berakibat fatal seperti punahnya beberapa spesies (terlebih bagi mereka yang tinggal di daerah kutub) yang tentunya akan merusak rantai makanan (untuk jelasnya, gw rekom kalian untuk nonton film the earth, sebuah film dokumenter terbaik yang pernah gw liat, bagi lo yang gk punya DVDnya dan kebetulan tinggal deket kosan gw, boleh pinjem dari gw … FREE !)

Sebenarnya ada banyak cara yang bisa kita lakukan untuk menghindari efek global warming walau dalam tindakan yang paling kecil dan sederhana dan tak terpikirkan oleh kita. Berikut ada beberapa hal kecil yang gw udah lakuin untuk membantu mengurangi global warming, mungkin teman-teman bisa contoh juga :

1. Penggunaan kain lap
Akhirnya gw memilih kembali menggunakan kain lap jika ada tumpahan air atau mengeringkan tangan (kalo abis cuci tangan bo) di kosan dan di kantor. Tujuannya: gw bisa menghindari penggunaan tissue yang berbahan dasar kertas (pastinya sumbernya dari pohon). Mungkin sih klo cuma gw sendiri yang melakukan efeknya gak banyak, tapi klo semakin banyak yang mungkin mikir menggunakan kain lap, maka semakin banyak jumlah pohon dan hutan yang bisa kita selamatkan. Resikonya sih ya harus semakin rajin cuci kain lap, tapi ini gak berasa banget kok … tinggal rendam dengan menggunakan detergen secukupnya trus dikucek-kucek bentar, bilas lalu jemur, Gak usah disetrika dech … tinggal lipet doang.

2. Bawa tempat makan sendiri
Sebisa mungkin klo gw beli makanan yang pake bungkus itu, gw bawa kotak makanan sendiri (beli siomay, dkk) atau menggunakan mangkok bapak-bapak yang jual bakso atau bubur. Tujuannya: gw bisa mengurangi sampah plastik, karena pada akhirnya gw hanya menggunakan wadah tersebut selama kurang lebih 5 menit. Toh abis beli, gw pasti nuangin ke piring lalu makan dengan menggunakan piring. Kemana larinya plastik pembungkusnya? gak lain dan gak bukan gw buang ke tempat sampah. Ini emang gak mutlak gw lakuin, selama gw masih bisa bawa kotak makanan sendiri atau meminjam mangkuk si emang-emang yang jual.
Belakangan ini gw hindarin penggunaan styrofoam. Dari info yang gw dapet, selain itu membahayakan kesehatan klo kita makan dengan menggunakan wadah tersebut, ternyata styrofoma itu sulit untuk diuraikan (sampe mabok dulu kali ya bakteri pengurainya .. itu juga gak ancur-ancur)

So far, gw cuma bisa melakukan 2 hal kecil tersebut. Gw juga punya kesibukan lain dan gak memungkinkan gw bikin touring untuk kampanye atau cupa-cuap di media, tapi bukan berarti gw gak peduli. Moga semakin ke depannya gw bisa semakin peduli. Gw harap teman-teman lain juga perduli, karena ini semua untuk masa depan kita.

berikut adalah quote yang gw dapet dari film ‘THE EARTH’

God made and created all the creatures inside it in a very perfect condition. He loves us and that’s why HE make sure that the people feel comfortable. But each day, people is getting greedy, it turns the earth to global warming condition. If we can make any change (even a very simple one), the fact that the polar bolar will come to an end in the year of 2030. The fact that ice chunk along the ocean nearby to north pole force the bear to do hard swim. The humpback wheels also will come to an extinction if there’s no change in global warming. They depends on the plankton to feed them but the plankton itself can live in a cold water. Remember, GOD let us live in HIS planet just for a while. we’ve got to keep the responsibility to give this world to our generation, our children and our children children. Open your eyes, together we hold each of our hand, save the world and make to world as a better place to live.

Ref: the ‘EARTH’ movie and this EARTH site

Interviewing Tips …

Avoid the Top 10 Interview Mistakes

For many, the interview is the single most stressful part of the job search process. Any number of things can go wrong, and a big part of being successful is avoiding simple mistakes. Here’s a top ten list of the most common interview mistakes:

1. Arriving late
Don’t give a weak first impression even before the start of the interview. Lateness shows lack of respect and poor time management skills. After scheduling the interview, find out the distance and directions to the physical location. Don’t assume you “know how much time it takes”. Being late to an interview adds stress…and interviewing is already stressful enough.

2. Under-dressing
Dress for success is a common phrase, but a lot of candidates do not take it seriously. Unless the company you are interviewing with instructs you otherwise, wear business professional clothing. Remember that everything – your appearance, your tone of voice, your conduct – contributes to the impression (positive or negative) that you make. Be presentable – wear a pressed shirt, a tie and polished shoes.

3. Not being prepared
This interview could be a significant milestone in your career. Re-read the relevant version of your CV and the job advert, just before the interview. You’d be surprised how many people can’t remember what they wrote on their CV.

Also, be familiar with the job description so you can draw on your experiences, talents, strengths and abilities to connect with the company needs. Highlight how you’re suited to that particular job.

Not to forget, make sure you’ve brought with you everything you were asked for. This include all of your essential educational certificates as well as personal portfolio (if any).

4. Failure to research the company
As a general rule, the more famous the brand, the more they will expect you to have done your homework. Researching the company shows you’re serious about the job.

Do your homework before the interview; f ind out about the company’s past, vision, competitors, achievements, numbers, etc. Some companies even have their candidate expectations somewhere on their website.

Study all these information in detail. Nothing communicates disinterest like a candidate who hasn’t bothered to do pre-interview research. On the flip side, the quickest way to a good impression is to demonstrate your interest with a few well thought out questions that reflect your knowledge of the organisation.

5. Lying
Be yourself and be honest! Don’t pretend to understand a question or train of thought if you don’t. The interviewer will pick up on this. If you don’t know an answer, say so. Relax and be yourself.

6. Criticising your past boss or coworkers
The fastest way to talk yourself out of a new job is to say negative things. You should never talk negatively about your current position, the industry, people that you’ve work with and previous nightmare dilemmas. Interviewers are interested more in how you overcome these challenges. Anything negative you say about any topic will reflect negatively on you. If there is something you need to express that is negative, say it in positive way.

7. Lack of confidence and enthusiasm
Lack of confidence can be a big turn off. If you appear too nervous, the interviewer will think that you’re not confident enough to do the job. If you are serious abour getting the job, you’ll need to sell yourself as a representative of the company. Show yourself in a way they would feel proud of working with.

Make the employer feel that you are excited and interested in the job opportunity rather than just coming to the interview to see what’s out there.

Maintain eye contact, greet the interviewer with a smile and a firm handshake (not too weak, not too strong), and show common courtesy. Don’t be afraid to display your passion for the job/industry and to show confidence.

8. Not listening
You must read the interviewer’s gestures and tones and respond accordingly. Focus on the question that is being asked and don’t try to anticipate the next one. It’s OK to pause and collect your thoughts before answering a question. Give a targeted response to what the interviewer has asked. Be clear, concise and to the point. Don’t expand in endless explanations.

9. Not asking meaningful questions
You don’t have to talk at all times in the interview. It is not only okay, but also essential to ask the interviewer some questions. Have at least three or four intelligent questions to ask him or her. Interviews are an exchange of information, and not coming in with questions shows that you did not prepare for the whole interview.

10. Not following up after the interview
Calling or sending a note after the interview is your way of showing your appreciation. It is a direct way of telling the company that you are truly motivated and want this job.